Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Thursday, October 30, 2014

Hadits ke-39

♻Faidah Hadits ke 39

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang diantara kalian yang apabila beramal seantiasa merutinkannya".

(Hadits Hasan, Riwayat al-Baihaqi dalam kitab syu'abul iman, Lihat Shahiihul jaami' no. 1880).

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita suatu sifat yang dicintai Allah dari hambanya, yaitu apabila seorang hamba sedang beramal maka dianjurkan untuk merutinkannya, sehingga ia bisa memperoleh kecintaan Allah, karena jika Allah telah cinta kepada hamba-Nya maka Allah akan merahmatinya dengan memasukkannya ke surga.

Yang dimaksud dengan beramal disini adalah amalan ibadah seperti shalat, puasa, ataupun sedekah, maupun amalan duniawi yang ada kaitannya dengan ibadah dan agama seperti belajar, bekerja, berdagang, mengajar, berdakwah, berolahraga, berlatih apabila semuanya diniatkan untuk membantu kepentingan islam dan kaum muslimin.

Kemudian yang dimaksud dengan merutinkan amalah adalah menyempurnakannya dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, tanpa melalaikannya serta konsisten terus menjaga rutinitas amalannya walaupun sedikit.

Sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : sebaik-baik amalan adalah yang paling rutin dilakukan walaupun sedikit.

Karena jika amalan tersebut terus selalu dilakukan maka itu akan memudahkan ia mendapatkan husnul khatimah ketika ajal tiba, kerena seseorang akan meninggal dalam keadaan amalan yang paling sering dilakukannya.

Dan tidak disyaratakn harus amalan yang keras atau berat, kerana jika amalan itu ringan maka akan semakin mudah terus dilakukan secara sempurna.

Begitu pula ketika ia selalu merutinkan amalannya, maka ia telah menjaga kecintaan dan keridoan Allah padanya, sehingga akan membuahkan rahmat Allah baginya di hari kiamat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Ust Akhmad Fahrisan

Just One Day One Hadith

Monday, October 27, 2014

Hadits ke-38

♻ Faidah Hadits ke 38

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Diantara kalian yang paling dekat  tempat duduknya dengan ku (Rasulullah) pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya".

(Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi. Lihat Shahiihul jaami' no. 1176).

Kabar Gembira!
Sebuah kabar gembira bagi orang-orang yang merindukan bertemu dan bersanding dengan Baginda kita Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam...

Hadis di atas menjadi pemantik semangat bagi setiap muslim yang ingin mendapat tempat duduk yang paling dekat dengan Nabi Muhammad di hari kiamat kelak...

Sebuah amalan yang sangat mulia dengan hadiah doorprice yang tak ternilai harganya...
Amalan itu adalah Akhlak Mulia...

Dengan berakhlak mulia dan terpuji serta sopan-santun kita akan mendapatkan balasan kebaikan berupa kedekatan dengan Nabi di akhirat nanti...

Akhlak mulia telah melekat dan menjadi identitas seorang muslim yang baik...Oleh karena itu Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala dan ganjaran yang besar untuk orang yang berusaha berakhlak terpuji dan mulia...

Allah di dalam Al-Quran menjelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad dalam firman-Nya yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS Al-Qolam: 4)

Ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu'anha pernah ditanya tentang akhlak nabi, beliau menjawab: "Akhlak dan budi pekerti beliau adalah Al-Quran".

Oleh karena itu kita sebagai muslim dan umat Muhammad sangat pantas untuk berusaha mengikuti dan meneladani beliau sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al-Ahzab 21)

serta dalam firman-Nya: "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Ali-Imran 21)

ada beberapa hal yang mendorong kita untuk berakhlak dan berprilaku mulia:

1. Kita harus berakhlak mulia sebagai bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya...

2. Kita berakhlak mulia sebagai bentuk cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya...

3. Kita berakhlak mulia untuk menjadi muslim yang baik...

4. Kita berakhlak mulia untuk mendapatkan doorprice berupa ganjaran pahala yang melimpah, surga, dan kedekatan dengan Nabi Muhammad di akhirat kelak...

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad pernah memerintahkan kita untuk selalu berakhlak mulia dalam sabdanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Bertakwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, iringi perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik akan menghapus dosa perbuatan jelek, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang terpuji." (HR. At-Turmudzi, dan beliau menyatakan, Hadits hasan.)

Semoga kita selalu diberikan taufiq oleh Allah untuk dapat berakhlak dan bergaul dengan akhlak mulia...

Kita memohon kepada Allah dengan berdoa
"اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت، واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت"

artinya: "Ya Allah tunjukilah kami kepada akhlak yang mulia dan terpuji, tidak ada yang mampu menunjuki kepadanya selain Engkau, dan palingkan dari kami akhlak yang buruk dan tercela, karena tidak ada yang mampu memalingkannya dari kami kecuali Engkau ya Allah"...

Aaaamiiinn ya robbal 'alamin...

Ust Taufiq Hidayah
Just One Day One Hadith

Hadits ke-37

♻Faidah Hadits 37

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila ada dua orang yang sedang berbicara rahasia maka janganlah kamu ikut nimbrung diantara mereka".

(Hadits Shahih, Riwayat  Ahmad. Lihat Shahiihul jaami' no. 744).

Sungguh sangat sempurna Agama ini, sampai pada perkara bicara pun Islam telah mengatur dan memberikan syariatnya..
Hadis di atas menerangkan kepada kita bahwa islam menjaga hak privasi antar manusia...

Serta menjelaskan kepada kita adab-adab yang harus kita pegang dalam keseharian...

Betapa banyak orang lalai dari perkara ini...

Mereka ikut nimbrung dengan orang yang sedang berbicara tanpa meminta izin terlebih dahulu...Hal seperti ini dapat menimbulkan masalah antara mereka...

Demi menjaga kerukunan antar umat manusia, islam mengatur dan memberi batasan dalam pergaulan sehari-hari...

Beberapa faedah dari hadis diatas:

1. Hadis di atas menunjukan atas kesempurnaan islam...
Islam mengatur segala aspek kehidupan bahkan pada perkara yang kita anggap remeh islam telah mengaturnya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS An-Nahl: 89)

2. Islam menjaga hak privasi umatnya.

3. Kita harus meminta izin sebelum ikut nimbrung dengan obrolan orang lain, seperti teks hadis diatas.

4. Bila ingin berbicara rahasia (berbisik-bisik) maka hendaknya dalam perkara kebaikan. Jangan berbicara rahasia tentang perkara kejahatan sebagaimana firman Allah Ta'ala : " Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan." (QS Al Mujadalah 9)

Ketahuilah wahai saudara-saudariku seiman Allah tidak memerintahkan suatu perkara kepada umatnya melainkan perkara itu berisi manfaat bagi kita...
Dan Allah tidak akan melarang kita dari suatu perkara melainkan perkara itu berisi keburukan dan kejelekan bagi kita...

Semoga Allah selalu menunjuki kita dan membimbing kita menuju jalan kebenaran.

Ust Taufiq
(Alumnus STDI Jember)

Just One Day One Hadith
 Audio Faedah hadits 37: https://www.dropbox.com/s/pu0ofnmkxcxtdyi/Fawaid%20hadits%2037.mp3?dl=0

Saturday, October 25, 2014

Hadits ke-36

Faidah Hadits ke 36

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Apabila salah seorang diantara kalian bersin kemudian membaca hamdalah maka jawablah (dengan bacaan tasymit yaitu yarhamukalloh), tetapi apabila tidak mengucap hamdalah maka janganlah menjawabnya". 

(Hadits Hasan, Riwayat al-Hakim. Lihat Shahiihul jaami' no. 685).

Dalam hadits ini disebutkan salah satu dari adab-adab islami yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , yaitu adab ketika seorang muslim bersin.

Maka disunnahkan ketika bersin untuk mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) , hal ini merupakan bentuk syukur kepada Allah atas karunianya memberikan jalan keluar bagi kuman penyakit yang hinggap pada organ pernapasan sehingga bisa segera dikeluarkan melalui bersin, bisa dibayangkan ketika seseorang tidak mampu bersin kemudian masuk pada saluran pernapasannya virus atau benda yang berbahaya bagi tubuh, bagaimana benda tersebut akan keluar dari tubuh jika bukan melalui bersin.

 Ini adalah nikmat Allah yang sangat besar yang patut disyukuri, dan di antara bentuk syukur tersebut adalah dengan mengucapkan "Alhamdulillah" sebagaimana yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam .

Kemudian dalam hadits ini pula dijelaskan adab sesorang muslim ketika mendengar saudaranya bersin dan mengucapkan Alhamdulillah , maka ia disunnahkan untuk menjawab dengan ucapan "Yarhamukallah" (Semoga Allah menyayangimu).

 Bahkan ini termasuk dari hak-hak seorang muslim yang wajib ditunaikan oleh saudaranya, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa hak muslim atas saudaranya ada 5 :
-menjawab salam
-menjenguk orang sakit
-menjawab orang yang bersin
-menasihati orang yang meminta nasihat
-mengantar jenazah saudaranya yang meninggal

Dan dalam riwayat lain disebutkan lebih dari 5 hak-hak tersebut.

Ini merupakan tuntunan syariat islam dalam menciptakan kasih sayang sesama muslim dan menjaga rasa persaudaraan. Ini juga merupakan bentuk kesempurnaan syariat islam dimana segala aspek kehidupak diajarkan, sampai masalah bersin pula ada tuntunan syariatnya.

Dalam hadits ini juga dijelaskan manakala orang yang bersin tersebut tidak mengucapkan "alhamdulillah" maka saudaranya tidak perlu mengucapkan yarhamukallah, sehingga apabila ada yang menjawab orang bersin yang tidak mengucapkan alhamdulillah maka hal itu menyelisihi sunnah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjawabnya apabila tidak mengucapkan alhamdulillah .

Wallahu ta'ala a'lam

Ust Ahmad Fahrisan
~{Mahasiswa UIM tingkat akhir}~

Program Jodoh
(Just One Day One Hadith)

Friday, October 24, 2014

Hadits ke-34

Faidah  HADITS 34

ﻣﻦ ﺣﺴﻦ ﺇﺳﻼﻡ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺗﺮﻛﻪ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ.

" Di antara tanda baiknya keislaman seseorang
ialah meninggalkan perkara yang tidak berguna
baginya."
[Hadits Shohih, Riwayat At-Tirmidzi]

Sekalipun kaum muslimin jumlahnya jutaan, tidak
ada yang menyangkal bahwa kualitas keislaman
mereka tidaklah sama.

Parameter penentuan
kualitas tersebut juga beragam.

Anda mungkin
akan menebak bahwa kedisiplinan mengerjakan
ibadah wajib adalah salah satunya.

Sebagian lain
akan mengatakan bahwa konsistensi meninggalkan
dosa juga termasuk penentu baik-tidaknya
keislaman. Semua benar....!!!

Namun siapa sangka
bahwa "meninggalkan yang tidak bermanfaat"
juga merupakan salah satu patokan utama
kualitas keislaman seseorang?

Imam An-Nawawi memasukkan hadits di atas dalam masterpiece beliau, Al-Arba'in, tidak lain karena ia merupakan kaidah emas untuk sukses
dalam kehidupan.

Dalam Al-Qur'an juga banyak ayat-ayat yang senada dengan hadits ini, seperti firman-Nya, "Tidak ada kebaikan pada pembicaraan mereka kecuali yang menganjurkan
bersedekah, berbuat baik, atau mendamaikan
sesama manusia." [Qs 4: 114}

Meninggalkan yang tidak bermanfaat sama
dengan meninggalkan yang haram, sebab ia akan menjerumuskan pelakunya ke neraka. Ia
berbahaya, sangat berbahaya.
Ia juga bermakna meninggalkan yang makruh,
karena meski bila dikerjakan tidak mengapa,
namun menyiakan kesempatan memperoleh pahala
dengan meninggalkannya.

Meninggalkan yang tidak berguna bahkan
mencakup hal-hal yang mubah. Membaca berita
boleh-boleh saja. Tapi ketika sudah melewati
batas kewajaran, ia tak lagi berguna,
tinggalkanlah.

Berbincang dengan kolega mubah
hukumnya. Namun bila sudah terlalu banyak
tanpa maslahat, ia tidak lagi berguna,
tinggalkanlah.

Sebaliknya, semua hal yang berguna bagi
seseorang hendaknya ia bersemangat
mengerjakannya, jangan sampai ia tinggalkan,
seperti ibadah wajib dan sunnah, belajar, meraih
prestasi, membaca artikel dan berdiskusi yang bermanfaat di dunia atau akhirat, dan
seterusnya.

Waktu kita terbatas, sementara kebaikan tidak
terbatas. Jangan sampai tersibukkan dan
terlalaikan. "Sekali-kali tidak! Manusia belumlah
melaksanakan semua yang Allah
perintahkan." [Qs 80: 23]
Wallahul Muwaffiq

@Ust Nur Fajri Ramdhan

Program Jodoh
(Jusy One Day One Hadith)

Thursday, October 23, 2014

Hadits ke-35

JODOH
Just One Day One Hadith

Hadits ke 35

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

آية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا ائتمن خان

"Ciri-ciri orang munafik ada tiga; apabila berkata berdusta, dan apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat".

(Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami' no. 16).
Faidah hadits:

Hadits diatas, selain menerangkan sifat-sifat yang dikategorikan sebagai bentuk nifaq, juga menegaskan akan pentingnya bersifat jujur, tepat janji, & amanah, yang merupakan kebalikan dari sifat nifaq diatas.

Sifat nifaq merupakan penyakit hati, dimana hanya si pelaku yang tahu & sadar akan hal tersebut. Bila ia hinggap didalam hati seseorang, maka ia akan merusak orang tersebut & juga orang yang ada disekitarnya.

Mengingat akan bahaya sifat nifaq yang begitu besar bagi kehidupan manusia, Allah Ta'ala (dengan rahmat-Nya kepada kaum mukminin) memberitahukan kepada hamba-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu'alaihi wasallam akan sifat orang-orang yang dihinggapi penyakit nifaq. Sehingga mereka bisa mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum mereka dirusak oleh sifat tersebut.

Dahulu, orang munafik benar-benar menyembunyikan sifatnya (khawatir bila diketahui khalayak ramai). Namun, melihat kondisi manusia yang kian waktu kian menjauh dari petunjuk Allah & Rasul-Nya shallallahu'alaihi wasallam, sifat ini semakin nampak atau bahkan sengaja ditampakkan. Allahul musta'an. Bila demikian halnya, maka tugas kita bukanlah menghukumi bahwa si fulan munafik. Akan tetapi, tugas kita adalah berdoa meminta perlindungan kepada Allah agar terjauh dari sifat nifaq tersebut.

اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

@ Ust Ridwan

Program Jodoh

Tuesday, October 21, 2014

Hadits ke-33

Hadits ke 33

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "سباب المسلم فسوق و قتاله كفر"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran."

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan tentang besarnya hak yang dimiliki oleh seorang muslim. Sehingga, darah, harta, dan kehormatannya haram untuk diambil dan dijatuhkan tanpa jalan yang diperbolehkan oleh syariat.

Disebutkan dalam hadits tersebut bahwa mencela seorang muslim adalah perbuatan fasik. Makna fasik dalam istilah syariat adalah keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sedangkan membunuh seorang muslim, maka itu merupakan perbuatan dosa besar.
Adapun penyebutan "kekufuran" di dalam hadits tersebut, bukanlah maknanya "keluar dari islam". Namun, penyebutan itu adalah bentuk penekanan atas besarnya dosa yang dilakukan.
wallahu ta'ala a'lam.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

@ Ust Riki

Program Jodoh
(Just One Day One Hadith)

Sunday, October 19, 2014

Hadits ke-31

Faidah Hadits ke 31

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "المرء مع من أحبّ"
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda

"Seseorang akan bersama orang yang dicintainya."

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan keutamaan mencintai karena Allah.

Maksud hadits tersebut adalah bahwa barangsiapa mencintai seseorang karena ketakwaan dan amal sholeh yang dilakukannya, maka ia akan bersama orang tersebut di akhirat kelak meskipun ia tidak seperti orang tersebut dalam hal ketakwaan dan amal sholeh yang dikerjakan.

Hal ini menunjukkan bahwa cinta karena Allah adalah merupakan amalan sholeh yang berbentuk amalan hati.

Sehingga, Allah memberikan pahala kepada orang yang ada di dalam hatinya rasa cinta tersebut yang menunjukkan adanya niat kebaikan di hatinya.

Hadits tersebut juga menunjukkan tentang keutamaan mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu bahwa ia berkata

" Wahai Rasulullah, seseorang mencintai sekelompok kaum namun ia tidak mampu beramal seperti amalan mereka."

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Wahai Abu Dzar, engkau akan bersama orang yang engkau cintai."

Maka, Abu Dzar berkata, "Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Lalu, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Engkau akan bersama orang yang engkau cintai."

Kemudian, Abu Dzar mengulang perkataanya dan Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam pun mengulang perkataan beliau.

Oleh karena itu, Anas bin Malik berkata setelah menyebutkan hadits seperti di atas, "Maka, aku mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam, Abu bakar, dan juga Umar radhiyallahu'anhuma.

Aku berharap kepada Allah agar Dia mempertemukanku kepada mereka karena cintaku kepada mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka."

Semoga Allah jadikan kita orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Serta mencintai orang-orang sholeh dan menjadikan kita termasuk ke dalam golongan mereka.
Aamiin.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

@ Ust Riki

Program Jodoh

Friday, October 17, 2014

Hadits ke-30

 Faidah Hadits ke 30

الحمد لله رب العالمين و به نستعين على أمور الدنيا والدين، و الصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين. وبعد

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ على كل مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."
(Hadits sahih, riwayat alBaihaqi dalam syu'abul iman)

Hadits ini adalah dalil bahwa belajar ilmu agama itu wajib bagi setiap muslim.

Disamping itu, Allah Ta'ala dan Rasul-Nya banyak sekali menyebutkan tentang keutamaan menuntut ilmu, yang seharusnya sebagai seorang muslim, menjadikan dalil-dalil tersebut sebagai penyemangat lalu berusaha mengisi waktu-waktunya dengan mempelajari kitabullah dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sebab hal itu akan menjadi pedoman hidup seorang hamba yang mengharapkan hidayah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إني قد تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما كتاب الله وسنتي

"Sesungguhnya aku telah tinggalkan untuk kalian dua pedoman yang kalian tidak akan tersesat setelahnya: kitabullah dan sunnahku"

(HR.Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/172)

Berikut ini adalah bbrp dalil tentang keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur'an dan As-Sunnah :


. 1). Ilmu adalah cahaya

Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."
(QS.Al-Maidah:5-6)

Kedua ayat ini menunjukkan tentang keutamaan ilmu, yang disifatkan sebagai cahaya yang membimbing siapa saja yang mengikuti keridhaan-Nya menuju jalan-jalan keselamatan, berupa jalan yang menyelamatkan seorang hamba dari penyimpangan dan kesesatan, dan mengantarkan seorang hamba menuju keselamatan dunia dan akhirat, mengeluarkan mereka dari kegelapan, kegelapan syirik, bid'ah, kemaksiatan dan kejahilan, menuju kepada cahaya tauhid, ilmu, hidayah, ketaatan dan seluruh kebaikan.

Oleh karenanya, jika seseorang lebih condong mengikuti hawa nafsunya, gemar melakukan kemaksiatan, yang menyebabkan hatinya menjadi gelap, maka ilmu akan sulit menempati hati yang gelap tersebut, sulit menghafal ayat- ayat Allah dan men-tadabburi-nya, sulit menghafal hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupannya, sebab tidak akan mungkin berkumpul dalam satu hati antara kegelapan maksiat dengan cahaya ilmu. Diantara bait-bait syair yang masyhur dari Imam Syafi'i tatkala Beliau mengadukan tentang buruknya hafalan Beliau kepada Imam Waki' bin Jarrah, Beliau mengatakan:

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِيْ فَأَرْشَدَنِي إِلَى تَرْكِ المَعَاصِي

وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِلْمَ نُوْرٌ
وَنُوْرُ اللهِ لَا يُؤْتَى لِعَاصِي

Aku mengadukan kepada Waki' keburukan hafalanku

Lalu Beliau membimbing aku untuk meninggalkan maksiat

Beliau mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat

.2). Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba

Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar'i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

من يُرِدْ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ

"Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamnya."


(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma)

@Program Jodoh 

Hadits ke-29

 ~Hadits ke 29~

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن الله جميل يحب الجمال ".

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan."

Penjelasan Hadits

Hadits ini termasuk di antara hadits-hadits yang terkandung di dalamnya penyebutan nama dan sifat Allah ta'ala. 

Nama Allah yang disebutkan di dalam hadits tersebut adalah "الجميل" (Maha Indah). Terkandung dalam nama tersebut sifat Allah, yaitu "الجمال" (keindahan).

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah menyukai keindahan. Ini menunjukkan anjuran kepada kita untuk senantiasa menjaga keindahan dan penampilan. Terutama, ketika dalam melaksanakan ibadah.

Berpenampilan indah yang dicintai oleh Allah adalah yang sesuai dengan syariat, bukan penampilan yang dianggap indah dan bertentangan dengan syariat.

Sebagai contoh, mencukur jenggot dianggap sebagai penampilan yang indah bagi seorang laki-laki. Padahal, pada hakikatnya mencukur jenggot bukanlah bentuk keindahan yang dicintai Allah. Karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk tidak mencukur jenggot.

Contoh lain, wanita berhias dan menunjukkan perhiasannya (atau bahkan membuka auratnya) di luar rumah kepada selain suaminya dianggap sebagai bentuk keindahan. Padahal, pada hakikatnya itu adalah perbuatan dosa besar yang menjadi sebab masuk ke dalam neraka.wallahu ta'ala a'lam.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang indah dan dicintai olehNya.

آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

 Ust Riki
-Mahasiswa UIM-

Program Jodoh.
~{Just One Day One Hadith}~…

Wednesday, October 15, 2014

Hadits ke-28

Syarah Hadits ke-28

ﺍﻟﺘﺄﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻌﺠﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ

" Ketenangan bertindak dari Allah dan ketergesaan dari setan."
[Hadits hasan riwayat al-Baihaqi]

Ikhwah fillah...

Ketergesaan adalah tabiat manusia. Allah ta'ala berfirman:
"Manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa." [Qs 21: 37].

Setan pun berusaha memaksimalkan tabiat ini dalam keseharian kita. Meski demikian, Allah mengilhamkan ketenangan dan kematangan bertindak dan berucap ke dalam diri hamba-hambaNya.
Ketergesaan tanpa perhitungan yang matang sering manjadi petaka dan penyesalan di kemudian hari.
Tentu kita tidak lupa akan ketergesaan Bapak kita, Nabi Adam, yang mencicipi buah terlarang karena tergiur janji setan bahwa ia akan menjadi kekal. Padahal, justru sebaliknya, setelah dimakan, Beliau yang tadinya kekal di surga, malah dikeluarkan.

Nabi Musa juga memberi kita pelajaran. Ketika Beliau tergesa-gesa mengingkari Nabi Khidhr, justru mereka harus berpisah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika Musa bersabar, akan lebih banyak pelajaran yang didapat." [Hr al-Bukhari]

Ikhwah fillah...

Ketergesaan begitu sering menyertai kita. Kita tergesa belajar, hingga akhirnya banyak hal yang tidak kita kuasai betul. Imam Az-Zuhri mengatakan, "Sungguh ilmu yang kami miliki ini adalah buah menghafal satu-dua hadits atau satu-dua masalah fikih per hari." Sering kita tergesa dalam doa, sampai langsung mendikte Allah. Lupa mengawali doa dengan pujian dan shalawat.

Saat doa tak kunjung terlihat hasilnya, kita mengklaim sepihak bahwa Allah enggan mengabulkan. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa- gesa." [muttafaqun 'alaihi]

Kita kadang tergesa dalam berdakwah tanpa memperhatikan prioritas-prioritas dakwah hingga
dakwah tidak efektif atau bahkan gagal. Jika sudah tidak mendapat penerimaan, kita pun tergesa mencap mereka sebagai orang-orang yang menolak kebenaran, pengikut hawa nafsu, dan sebagainya tanpa mengoreksi metode dakwah kita.

Benarlah kata para ulama: "Barangsiapa tergesa melakukan sesuatu sebelum momennya, tidak akan memperolehnya.

Ikhwah fillah...

Bahkan dosa-dosa pada hakikatnya bersumber dari ketergesaan. Riba dan korupsi adalah bentuk ketergesaan mendapat harta sebanyak mungkin, semudah mungkin.  Zina dan pacaran adalah ketergesaan syahwat sebelum tiba momen yang halal. Menuduh dan memaki adalah wujud ketergesaan kita sebelum tabayyun dan memberi uzur. Demikian seterusnya. Semua adalah ketergesaan kita mereguk kepuasan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi kelak.

Ikhwah fillah...

Namun ingat, tidak tergesa-gesa bukan berarti lamban dan tidak peka. Perbedaannya ada pada kesesuaian dengan petunjuk agama, pemikiran yang matang, musyawarah, dan metode yang tepat.
Taufik dan bimbingan Allah juga besar pengaruhnya. Pun juga tipu daya setan. Lafal hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa seringkali kita menghendaki cepat tanggap, namun setan mengganggu dan menjadikannya ketergesaan. Atau bahkan kita sebenarnya menunda untuk berpikir matang karena ragu, namun dengan itulah Allah bimbing kita kepada at-taanni. Wallahu a'lam

Ust Nur Fajri Ramadhan
~Mahasiswa LIPIA~
Program Jodoh
~{Just One Day One Hadith}~

Hadits ke-27

Faidah hadits ke 27

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " تهادوا تحابّوا "

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Salinglah memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."

Penjelasan hadits

Hadits tersebut berisikan anjuran untuk saling memberikan kebaikan berupa hadiah, baik sesuatu yang besar maupun kecil.

Islam menganjurkan agar umatnya saling mencintai dan bersatu di dalam ukhuwah islamiyah. Oleh karena itulah, islam pun menganjurkan hal-hal yang menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang dan persatuan di antara kaum muslimin. Salah satunya, adalah dengan saling memberikan hadiah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kita.

Seorang yang diberikan hadiah oleh orang lain dianjurkan untuk menerima hadiah tersebut meskipun hanya sesuatu yang tidak seberapa harganya. Karena, dengan menerima hadiah akan menyenangkan hati orang yang memberikan hadiah tersebut.

Wallahu ta'ala a'lam.

و صلى الله على نبينا محمد.

Ust Riki
-Mahasiswa UIM-
Program Jodoh
{Just One Day One Hadith}

Hadits ke-26

Syarah Hadits ke-26

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:
ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻳﻌﻠﻮ ﻭﻻ ﻳﻌﻠﻰ

" Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya."
[Hadits hasan riwayat ar-Rawiyani, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, adh-Dhiya']

Ikhwah fillah…

Jika menilik kepada tiga fungsi Sunnah yang bisa merupakan penguat , penjelas, atau pedoman syariat yang tidak disebutkan Al-Qur'an, maka hadits ini termasuk kelompok pertama.
Allah ta'ala berfirman: "Janganlah kalian merasa lemah lagi bersedih hati padahal kalianlah yang
lebih tinggi kedudukannya jika kalian beriman." [QS 3: 139]

Islam adalah agama yang Al-Khaliq pilihkan bagi segenap manusia sejak zaman Nabi Adam 'alaihissalam hingga akhir zaman.  Otomatis semua tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia.

Bagaimana mungkin derajat Islam lebih rendah dari agama-agama kreasi manusia? Atau lebih rendah dari agama yang pada mulanya murni lalu dirombak fondasinya hingga menyimpang?

Ikhwah fillah…

Secara kemurnian dan keindahan ajarannya, semua telah mengakui, baik dengan lisan maupun
dalam lubuk hati karena gengsi. Kalangan non- muslim termasuk para penentang Islam pun tidak ragu akan ketinggian ajaran Islam. Namun, mengapa kondisi para pemeluknya seperti ini?
Miskin, bodoh, terbelakang, penuh konflik, tertindas, dan hal-hal yang menyesakkan dada lainnya. Ke mana hadits di atas? Barangkali sebagian yang berpenyakit hatinya akan mengatakan demikian.

Ikhwah fillah…

Hal itu adalah adalah sebab berpalingnya kita dari Islam. Kita enggan mempelajari apalagi menerapkannya. Kebanyakan kaum Muslimin pun lebih cenderung mencari ketinggian dan kemulian
dengan selain Islam. Dengan harta, tahta, bahkan berbangga dengan kuffar. Alih-alih kemuliaan dan ketinggian yang akan diraih, justru sebaliknya.

Umar ibn al-Khaththab pernah mengatakan: "Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Tatkala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah akan hinakan kita."

Ketika pasukan Islam kalah di Perang Uhud, mereka bertanya, "Bagaimana kita bisa kalah?" Allah menjawab, "Kekalahan itu karena kesalahan kalian sendiri." [QS 3: 165]

Ikhwah fillah…

Setelah mengoreksi diri, kita pun tak boleh lantas merendahkan diri. Banyak kaum Muslimin
yang jenius. Bukankah kemajuan Barat kini tak lepas dari andil ilmuwan dan universitas Islam?
Wilayah kaum Muslimin pun kaya akan SDA dan berpenduduk banyak. Bukankah di abad 15—20
M penjajah-penjajah Eropa datang ke sana untuk mencari bahan baku dan modal tenaga kuli untuk membangun peradaban yang kini mereka banggakan? Negeri-negeri kaum Muslimin pun sebagian
besarnya aman sentosa dan toleran terhadap non-muslim. Bukankah konflik dan penindasan yang terjadi itu karena ulah dan campur tangan kuffar?

Hingga hari ini pun masih banyak non-muslim yang bodoh, miskin, penuh konflik dan bencana alam.
Hanya saja seringkali media kurang adil hingga kuman di seberang lautan dibesar-besarkan supaya tampak namun gajah di pelupuk mata berusaha ditutupi hingga tak tampak. Kalaupun benar non-muslim lebih unggul, itu hanya di dunia yang boleh jadi istidraj.

Ingat bahwa "Dunia adalah penjara mukmin dan surganya kafir" [Hr. Muslim]

Ikhwah fillah…

Mari terapkan ajaran Islam dalam pribadi, keluarga, dan masyarakat kita agar kita menjadi umat yang mulia lagi tinggi. Wallahu a'lam

Ust Nur Fajri Ramadhan.
-Mahsiswa Lipia-
Program Jodoh.
{Just One Day One Hadith}


























Sunday, October 12, 2014

Hadits ke-25

Faida Hadits ke 25
الحمد لله و الصلاة و السلام على عبده و رسوله، أما بعد :

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "من دل على الخير كفاعله"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut."


Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan kepada suatu amal kebaikan kemudian orang lain melakukan kebaikan tersebut, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.

Sebagai contoh, apabila ada seorang yang membutuhkan bantuan meminta kepada kita untuk membantunya, namun kita tidak mampu memberikan bantuan dan kita katakan datanglah kepada fulan yang mampu untuk membantu anda. Kemudian orang tersebut membantunya, maka kita pun mendapatkan pahala sebagaimana orang yang membantu tersebut mendapatkan pahala.

Demikian pula halnya orang yang mendakwahkan orang lain kepada hidayah, kemudian orang tersebut mengikutinya, maka dia pun mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti hidayah tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Sebaliknya, barangsiapa menunjukkan atau mengajak orang lain kepada kesesatan atau kemaksiatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya.


و الله تعالى أعلم،
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.



Ust Riki
-Mahasiswa UIM-


Program Jodoh
{Just One Day One Hadith}









Friday, October 10, 2014

Hadits ke-24

Faidah Hadits ke 24

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : أكرم الناس أتقاهم. أخرجه البخاري ومسلم.

Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta'ala:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu." (Q.s Al Hujurat: 13)

Thursday, October 9, 2014

Hadits ke-23

Faidah Hadits ke 23

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين. أما بعد،

Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
أكثر خطايا ابن آدم في لسانه

"Dosa ibnu adam yang paling banyak terdapat pada lisannya."

Wednesday, October 8, 2014

Hadits ke-22

Faidah Hadits Ke 22

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم:
إذا أحب الله قوما ابتلاهم.
وفي رواية للترمذي قال :
إنَّ عِظمَ الجزاءِ مع عِظمِ البلاءِ ، وإنَّ اللهَ إذا أحبَّ قومًا ابتَلاهم ، فمَن رَضي فله الرِّضَى ، ومَن سخِط فله السَّخطُ.

Subhanallah...

Lagi-lagi manusia dibuat tunduk atas ketentuan Allah, Dzat Pemilik Hukum lagi Maha Hikmah. Yaitu disaat manusia menilai bahwa tanda cinta terhadap orang lain adalah dengan mengasihinya & menuruti keinginannya. Namun, Allah menilai sebuah kecintaan dengan ujian yang diberikan kepada hamba-Nya.

Kenapa bisa demikian?

Hadits ke-21

Faidah Hadits ke 21
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berasabda;
أحبّ الأعمال إلى الله أدومها و إن قل
ّ
Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang rutin dilakukan meskipun sedikit.

Penjelasan Hadits

Tuesday, October 7, 2014

Hadits ke-20

Faidah Hadits ke 20

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : أثقل شيء في الميزان الخلق الحسن. أخرجه ابن حبان. وفي رواية للترمذي قال: ما شيءٌ أثقلُ في ميزانِ المؤمنِ يومَ القيامةِ مِن خُلُقٍ حسنٍ؛ فإن اللهَ تعالى لَيُبْغِضُ الفاحشَ البذيءَ.

Hadits ini berkaitan dengan hadits sebelumnya yang berbunyi
( وخالق الناس بخلق حسن)

Namun, hadits ini lebih menekankan sisi keutamaan akhlak terpuji, yaitu menempati posisi terberat dalam timbangan amal kebajikan.

Monday, October 6, 2014

Hadits ke-19

Fadhilah hadits ke-19

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على آله و أصحابه أجمعين. أما بعد
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن أبواب الجنة تحت ظلال السيوف."

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah naungan pedang."

Friday, October 3, 2014

Hadits ke-18

Faidah Hadits ke 18
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rosulullah bersabda:"Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu". HR at-Thabrani.

Hadits ini menjelaskan akan keutamaan sifat kasih sayang, yg selayaknya setiap Mukmin  berhiasi diri dengan akhlaq yang mulia ini.

Hadits ke-17

Hadits ke-17
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين، أما بعد
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "أفشوا السلام بينكم تحابّوا"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sebarkanlah salam di antara kalian, niscaya kalian saling mencintai."

Wednesday, October 1, 2014

Hadits ke-16

Faidah Hadits ke-16
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة. أخرجه البخاري
Hadits ini adalah kabar gembira bagi kaum muslimin Ahli tauhid di seluruh penjuru dunia.
Hadits ini menjelaskan

"Setiap hamba yang wafat, kelak akan menghadap Rabbnya untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di dunia.

Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH