Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Wednesday, December 31, 2014

Faidah Hadits ke 64

Faidah Hadits ke-64

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال عليه الصلاة والسلام : لا تدخل الملائكة بيتا فيه تماثيل أو تصاوير.
أخرجه مسلم.

Beberapa faidah hadits ini sudah dijelaskan pada penjelasan hadits nomor ke-43. Sehingga tidak akan diulas kembali. Sedikit tambahan dari faidah yang tersampaikan, yaitu mengenai hukum menggambar makhluk bernyawa.

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya pembuat gambar (bernyawa) ini akan diazab pada hari kiamat. Lalu dikatakan kepadanya: Hidupkan gambar yang kalian buat ! "
(H.R. al Bukhari & Muslim)

Hadits diatas menjelaskan bahwa menggambar makhluk bernyawa merupakan dosa besar. Pelakunya diancam dengan azab yang pedih karena perbuatannya yang ingin menyerupai ciptaan Allah.

Lantas, bagaimana solusinya bila gambar tersebut ada di rumah kita?

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menceritakan ucapan malaikat Jibril 'alaihissalam, (ia mengatakan) "Bagaimana aku (Jibril) bisa masuk sementara ada tirai bergambar didalam rumahmu ? potonglah bagian kepalanya atau jadikan sebagai alas untuk diduduki (bila ingin tetap digunakan)."
(H.R. an Nasa'i, dinyatakan shahih oleh Syaikh al Albani dalam Shahih an Nasa'i)

Lalu, bagaimana dengan malaikat pencatat amal manusia, apakah dia juga akan menjauh karena adanya gambar atau patung makhluk yang bernyawa didalam rumah ?

Imam an Nawawi dalam kitabnya al Minhaj Syarh Shahih Muslim (14/308) berkata, "Adapun malaikat penjaga, ia dapat masuk ke setiap rumah dan terus bersama manusia dalam setiap keadaan karena ia diperintah untuk menghitung amal perbuatan mereka (manusia)."

اللهم علمنا ما ينغعنا وانفعنا بما علمتنا وبارك لنا فيه ربنا زدنا علما وارزقنا فهما.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم وبارك على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله  وصحبه أجمعين.

 Ust Ridwan Arifin - Mahasiswa UIM 

@Program Jodoh 
:
https://www.dropbox.com/s/vsie8qw5i21au4t/Fawaid%20hadits%2064.aac?dl=0

Tuesday, December 30, 2014

Faidah Hadits ke-63

Faidah Hadits ke 63

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده و والده و الناس أجمعين
"Tidaklah sempurna keimanan seseorang di antara kalian hingga dia menjadikan aku lebih dicintai daripada anaknya, bapaknya, dan seluruh manusia."

Hadits ini menunjukkan tentang kewajiban mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam. Kecintaan kepada Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam haruslah lebih besar daripada kecintaan kepada siapapun selain beliau, meskipun mereka adalah keluarga kita sendiri. Karena, beliau telah menyampaikan hidayah yang merupakan modal kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Adapun bentuk kecintaan kepada beliau adalah dengan mengikuti dan menjalankan syariat yang beliau contohkan. Bukan dengan melakukan amalan-amalan yang justru ditolak di dalam islam. Karena, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa membuat hal baru dalam urusan (agama) kami ini, maka amalannya tersebut tertolak."( HR. Bukhori & Muslim)

Maka, jika seseorang benar-benar mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam melebihi kecintaan kepada siapapun, dia tidak akan mendahulukan ketaatan kepada siapapun jikalau menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap apapun. Amiin.

 Ust Riki - Mahasiswa UIM semester akhir 

@Program Jodoh

Faidah Hadits ke 62

Faidah Hadits ke 62
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب))
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam gulat, sesungguhnya orang yang kuat itu yang mampu menahan nafsu amarahnya". (Hadits sahih riwayat Ahmad)
Penjelasan hadits
Amarah adalah suatu gejolak jiwa pada diri manusia yang terkadang sulit dikendalikan atau dibendung, bisa jadi ketika seseorang marah terlontar dari lisannya kata-kata yang tidak pantas, atau bahkan berbuat sesuatu yang membahayakan orang lain, bisa juga terjadi kekacauan dan keributan antara orang banyak disebabkan amarah yang tidak mampu dibendung, hal ini dikaranakan sulitnya menahan diri dari pengaruh amarah, kecuali orang-orang yang diberi taufiq dan kemudahan oleh Allah untuk menahan dan mengendalikan amarahnya.
Karena itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita suatu bentuk kekuatan jiwa yang luar biasa , yang mana barangsiapa memiliki kekuatan ini lebih layak diberi sifat "kuat" daripada orang yang pintar bergulat atau berkelahi yang mudah menjatuhkan lawannya dengan mudah, kekuatan ini adalah kekuatan menahan dan mengendalikan amarah, itulah kekuatan batin yang perlu dimiliki setiap manusia selain kekuatan lahiriah.
Karena banyak manusia yang fisiknya kuat namun ketika ditimpa amarah, tidak bisa mengendalikan dirinya, sehingga banyak merugikan orang lain bahkan merugikan dirinya sendiri.
Hal ini semakna dengan firman Allah subahanahu wa ta'ala dalam surat ali imran ayat 134 ketika menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang bertaqwa :
الذين ينفقون في السراء و الضراء و الكاظمين الغيظ و العافين عن الناس
"Yaitu orang-orang yang berinfaq baik dalam baik dalam kondisi senang maupun susah, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan suka memaafkan manusia"
Dalam suatu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita salah satu cara dalam menahan amarah yaitu dengan berwudhu, karena asal amarah adalah dari syetan sedangkan syetan terbuat dari api, maka api akan padam dengan air.
Dalam hadits lain juga diajarkan cara lain menahan amarah, yaitu ketika sedang berdiri maka hendaklah duduk, dan ketika duduk maka hendaklah berbaring.
Hal ini dikarenakan pentingnya salah satu akhlaq terpuji ini yaitu menahan amarah, sehingga dalam suatu hadits Abu hurairah, ada seorang sahabat yang meminta wasiat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , maka beliau mengatakan kepadanya sebanyak 3 kali :
لا تغضب
"Janganlah kamu marah"
Semoga Allah senantiasa membimbing dan memudahkan kita dalam melatih akhlaq yang baik ini,
Wallahu ta'ala a'lam
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
 Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM semester akhir Fakultas Hadist 
@Program Jodoh

Faidah Hadits ke 61

Syarh Hadits 61
"BARANGSIAPA YANG ALLAH KEHENDAKI KEBAIKAN BAGINYA, NISCAYA DIA KARUNIAKAN FIQH (PEMAHAMAN) ATAS AGAMANYA."  Muttafaqun 'alaihi
Hadits ini adalah salah satu motivator menuntut ilmu yang paling dahsyat. Beberapa faidah hadits ini:
1. Allah ta'ala memiliki iradah (kehendak). Ini adalah akidah Ahlussunnah waljama'ah, berbeda dengan Muktazilah dan Jahmiyyah yang menolaknya.
2. Di antara akidah Aswaja yang tersirat di hadits ini juga: sebagaimana Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia juga berhak untuk melakukan sebaliknya, yakni tidak menghendaki kebaikan bagi hambaNya.
Allah berfirman: "...dan barangsiapa yang Allah berkehendak menyesatkannya, Dia jadikan hatinya sesak dan berat seakan naik ke langit..." Qs Al-An'am: 125
Hal ini berbeda dengan klaim Muktazilah.
3. Al-Hafidzh Ibnu Hajar mengingatkan bahwa yang dimaksud dengan fiqh di sini adalah pemahaman agama yang membuahkan amal shalih, seperti ibadah dan amar makruf nahi munkar.
Adapun hanya sekedar pengetahuan dan wawasan, justru bisa menjadi bumerang.
4. Ciri munafik adalah tidak faqih. Allah berfirman: "Demikian itu karena mereka tidak memiliki fiqh (pemahaman)." Qs 59: 13
Ayat-ayat yang senada pun banyak ditemukan di Al-Quran.
Semoga Allah memberikan kita fiqh dan amal shalih.
Wallahu A'lam.
♻ Ust Fajri hafidzahulllah ♻
@Program Jodoh 


Faidah Hadits ke 60

Faidah Hadits ke 60
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال عليه الصلاة والسلام: كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى.
أخرجه البخاري في صحيحه.
Masuk kedalam surga merupakan impian & harapan setiap orang. Dan secara umum, sebuah harapan yang tidak diteruskan dengan langkah-langkah pasti guna mewujudkannya, tentu hanya sekedar impian dan angan-angan semata.
Taat kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam merupakan 'harga mati' (baca: harus, wajib) bagi siapapun yang ingin selamat dunia & akhirat karena ketaatan kepadanya termasuk bagian dari ketaatan kepada Allah.
Allah Ta'ala berfirman :
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ  (النساء : 80)
Bahkan, kecintaan Allah dan ampunan-Nya akan diperoleh bagi mereka yang taat kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.
Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (آل عمران : 31)
Taat disini mencakup ketaatan dalam seluruh aspek syari'at yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. Sehingga tidak boleh pilah-pilih syari'at, seperti taat dalam masalah ibadah tapi tidak untuk perkara muamalah, atau sebaliknya taat dalam perihal muamalah tapi tidak mau beribadah, dst.
Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ  (البقرة : 208)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينً (الأحزاب : 36)
Melaksanakan syariat secara sempurna bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kesungguhan dan taufiq dari Allah Ta'ala karena pasti akan banyak rintangan yang menghalangi. Setan dan rekan-rekannya tidak akan tinggal diam. Meski demikian, seseorang tidak boleh berputus asa. Teruslah beramal dan ingat sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam :
أما أهل السعادة فييسرون لعمل السعادة، أما أهل الشقاوة فييسرون لعمل الشقاوة. (أخرجه البخاري)
Allah Ta'ala berfirman:
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى (الليل : 5 - 10)

اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
 Ust Ridwan Arifin - Mahasiswa UIM ♻
@Program Jodoh 



















Monday, December 22, 2014

Saturday, December 20, 2014

Faidah Hadits ke-55

Faidah Hadits 55

من ستر أخاه المسلم في الدنيا ستره الله يوم القيامة
"Barangsiapa menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat."

Hadits ini merupakan sebuah anjuran untuk menutupi aib seorang muslim, baik aib secara fisik maupun aib yang ada pada perbuatannya. Maka, selayaknya seorang muslim apabila mengetahui suatu aib pada diri muslim yang lain, hendaknya ia berusaha untuk tetap merahasiakan hal tersebut kecuali ada sebuah kemaslahatan dalam membicarakan aib tersebut kepada orang lain. Sama saja, apakah aib itu berupa aib fisik, maupun aib dalam hal agama, harta, atau kehormatannya.

Adapun ganjaran bagi orang yang menutupi aib orang lain adalah sebagaimana disebutkan di dalam hadits di atas. Yaitu, pada di akhirat kelak Allah akan menutupi aib yang ada pada dirinya berupa kekurangan dan dosa-dosa yang pernah dilakukannya dari seluruh makhluk. Ini merupakan sebuah ganjaran yang besar. Karena, seluruh amalan setiap manusia akan ditampakkan oleh Allah ta'ala. Maka, jika Allah menutupi dosa-dosanya dari hadapan seluruh makhluk, berarti itu merupakan kemuliaan dan keutamaan yang besar.

Semoga Allah menutupi dan menghapus dosa-dosa kita yang tampak maupun yang tidak pernah kita tampakkan di dunia. Aamiin.
Walhamdulillahi robbil 'alamin.

 Ust Riki - Mahasiswa UIM semester akhir

@Program Jodoh 

Faidah Hadits ke-54

Faidah Hadits ke 54
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :
كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع.
رواه مسلم.
Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda "Cukuplah bagi seseorang itu dikatakan sebagai seorang pendusta ketika ia berbicara dari setiap apa yang ia dengar"
hadits shohih riwayat Muslim.
Penjelasan hadits
Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta'ala dalam Al Quran surat Al isra' ayat 36 :
و لا تقف ما ليس لك به علم
Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya.
Begitu juga surat al hujurat ayat 6 :
يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا
Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya.
Islam mengajarkan manusia untuk selalu berhati-hati dalam berucap, karena sangat banyak seseorang terjerumus dalam kemaksiatan dan kebinasaan dikarenakan lisannya, dan diantara hal sangat perlu diwaspadai dalam menjaga lisan adalah berhati-hati dalam menerima berita / info dan tidak gagabah dalam menyampaikannya.
Dalam 2 ayat tadi ditegaskan perintah untuk bertabayyun (menyelidiki kebenaran suatu berita) sebelum menyampaikannya, sekaligus larangan untuk sembarangan mengikuti perkara yang belum diketahui kebenarannya.
Dalam hadits ini pun seseorang yang asal-asalan menyampaikan segala berita tanpa menyelidiki kebenarannya dicap oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai pendusta, karena belum tentu setiap berita yang ia dengar itu benar, sehingga bisa jadi ia sudah pasti akan menyampaikan berita yang terkadang ia sudah menyangka ada kemungkinan bohongnya namun ia tetap gegabah menyampaikannya, makanya ia pun dicap sebagai pembohong dengan sebab itu.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa yang namanya berita pasti ada yang benar dan ada yang dusta, maka ketika seseorang asal-asalan menyampaikan semua berita yang ia dengar tanpa menyelidikinya, sudah pasti akan ada berita dusta yang ia sampaikan dan dengan itu ia telah berdusta, karena berdusta adalah meyampaikan hal yang tidak sesuai kenyataan baik sengaja maupun tidak sengaja, dan jika sengaja maka ia berdosa.
Maka adab seorang mukmin dalam menerima berita adalah segara kroscek dan menyelidiki kebenarannya, dan tidak menyampaikannya kecuali setelah tau bahwa berita yang ia dengar itu benar sesuai kenyataan. Jika setelah dikroscek masih belum diketahui benar apa tidak, maka tahanlah lisan kita dari menyampaikanya. Sehingga kitapun selamat dari dosa dan ancaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits tersebut.
Semoga Allah menjadikan kita di antara hamba-hambanya yang bertaqwa dan selalu menjaga lisan sehingga kita dijauhkan dari neraka dan didekatkan dengan surga dengan sebab kita selalu menjaga lisan.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
 Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM Semester akhir Fakultas Hadist 

@Program Jodoh

Faidah Hadits ke-53

SYARAH HADITS 53

Sahabat sekalian...Manusia ada empat kelompok:
1. yang berumur pendek dan amalnya buruk
2. yang berumur panjang dan amalnya buruk,
inilah yang paling celaka
3. yang berumur pendek namun amalnya baik
4. yang berumur panjang dan amalnya baik
inilah yang paling beruntung Usia dan amal termasuk dua dari empat hal yang telah ditulis malaikat di rahim seorang Ibu ketika masa kehamilannya telah mencapai 4 bulan. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya setiap kalian diciptakan pertama kali dalam bentuk setetes mani 40 hari, kemudian berubah bentuk menjadi segumpal darah 40 hari, kemudian menjadi seonggok daging 40 hari, kemudian diutuslah padanya seorang malaikat. Lalu ia pun meniupkan ruh serta menuliskan empat taqdir: rezeki, ajal, amalnya, dan keadaannya sengsara ataukah bahagia." Hr Al-Bukhari dan Muslim.
Dengan demikian, usia dan amal manusia telah Allah tentukan. Hanya saja ada perbedaannya. Usia mutlak tidak bisa kita usahakan, sementara amal bisa kita usahakan. Para sahabat bertanya, "Jika takdir sudah ditentukan, lantas apa gunanya beramal?" Rasulullah menjawab, "Tidak. Justru tetaplah kalian beramal karena setiap orang akan dimudahkan beramal sesuai takdirnya." Hr Al-Bukhari
Para ulama menjelaskan, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan menjemputnya. Meskipun demikian, semua orang selalu bersemangat bekerja tanpa berpangku tangan. Semua seolah membayangkan kalau dirinya hidup masih lama. Demikianlah seharusnya dalam amal shalih. Bukannya berpangku tangan, justru hendaklah setiap orang bersungguh-sungguh dalam amal shalih sembari yakin bahwa memang takdirnya adalah menjadi orang yang shalih lalu masuk ke surga.
Usia panjang hakikatnya sama seperti harta yang melimpah. Ia hanyalah ujian bagi pemiliknya. Betapa banyak orang yang semakin tua justru semakin 'menjadi-jadi' dalam dosa. Karenanya para ulama tidak menyukai bila didoakan hanya agar umurnya dipanjangkan. Namun mereka menambahkan, "… dan dikaruniakan kekuatan untuk beramal shalih."
Sahabat sekalian...
Ingatlah bahwa Allah pun Maha Pemurah, amal shalih yang dikerjakan seseorang, berpotensi menjadi sebab panjang umurnya. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang ingin umurnya dipanjangkan dan rezekinya dilancarkan, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." Hr Al-Bukhari dan Muslim.

Semoga kita mampu memanfaatkan setiap menit hidup kita dalam kebaikan, dzikir, tafakkur,syukur, dst… Amin.

 Ust Fajri hafidzahulllah ♻

@Program Jodoh 

Tuesday, December 16, 2014

Faidah Hadits ke-52

Faidah Hadits ke-52

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال عليه الصلاة والسلام : بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت.
أخرجه الترمذي، والحديث أخرجه البخاري ومسلم بلفظ : وحج البيت وصوم رمضان.

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengibaratkan agama Islam layaknya sebuah bangunan yang terdiri dari lima pilar (rukun) utama yang kokoh lagi saling menguatkan.
Atas dasar ini, para ulama berpendapat dibolehkannya membuat sebuah permisalan disaat seseorang menerangkan suatu hal yang bersifat maknawi agar lebih mudah dipahami.

Mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan rukun asasi diantara rukun lainnya. Ia adalah kunci diterima atau tidaknya suatu amalan. Maknanya suatu amalan akan diterima bila terpenuhi dua syarat, yaitu ikhlas & ittiba'. Syarat ikhlas terkandung dalam syahadat La ilaha illallah. Sedangkan syarat ittiba' terkandung dalam syahadat Muhammad Rasulullah.

Shalat merupakan rukun Islam kedua yang amat penting. Dia merupakan shilah (tali penyambung) antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Kedudukannya sangatlah agung. Bahkan, ia adalah amal penentu nasib seseorang pada hari perhitungan kelak. Bila bagus, maka perhitungan amalnya akan mudah. Bila tidak, maka akan menjadi sangat sulit.

Zakat merupakan amalan penting. Selain untuk membersihkan harta seseorang, dia juga menjadi penghubung antara si kaya dengan si miskin. Dengan zakat, kesejahteraan sosial akan terwujud.

Shaum di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang utama. Seseorang yang berpuasa karena Allah, maka Allah menyediakan balasan yang berlipat baginya yang disimpan disisi-Nya.

Haji merupakan amalan yang sangat agung. Seseorang yang bisa melaksanakan ibadah haji secara sempurna, maka ia akan mendapatkan pahala haji mabrur, yaitu masuk kedalam surga.
Mengingat bahwa ibadah haji ini membutuhkan banyak pengorbanan, maka Allah -dengan hikmah-Nya- tidak mewajibkan bagi semua hamba-Nya. Hanya orang yang mampu saja yang wajib berhaji.

Siapa diantara umat muslim yang tidak pernah mengetahui lima rukun Islam diatas? Tentu semua sudah tahu. Namun, berapa banyak yang mampu menerapkan ilmu yang telah didapat tersebut ?

Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju ridho-Nya. Amin.

والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ust Ridwan Arifin - Mahasiswa UIM -

@Program Jodoh ♻

Sunday, December 14, 2014

Hadits ke-51

Hadits 51

إن الصدق يهدي إلى البر و إن البر يهدي إلى الجنة. و إن الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا
"Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Hendaknya seorang senantiasa jujur sehingga ditetapkan sebagai orang jujur di sisi Allah."

Hadits ini merupakan perintah agar kita senantiasa jujur dalam berkata dan berbuat. Makna jujur adalah mengabarkan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Kejujuran merupakan sebuah amal kebaikan dan akan membawa kepada kebaikan-kebaikan lainnya. Sehingga, itu merupakan sebab yang memasukkan seseorang ke dalam surga.
Disebutkan pula di dalam hadits di atas bahwa seorang yang senantiasa jujur dalam kesehariannya, maka Allah akan menjadikan kejujuran sebagai suatu tabiatnya dan manusia akan mengenal kejujuran yang ada pada dirinya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dituliskan sebagai orang jujur di sisi-Nya. Aamiin.
 Ust Riki -  Mahasiswa UIM semester akhir 

@Program Jodoh ✅

Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH