Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Saturday, January 10, 2015

Faidah Hadits ke 74

Faidah Hadits ke 74

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
(( فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب ))
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Keutamaan orang yang berilmu dengan ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang"
HR Abu Nu'aim dalam al-Hilyah"
Penjelasan hadits :
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperumpamakan keutamaan yang dimiliki ahli ilmu bagaikan cahaya bulan purnama, dan keutamaan ahli ibadah bagaikan cahaya bintang-bintang, hal ini menunjukkan berapa besarnya keutamaan ahli ilmu, yang dimaksud dengan ahli ilmu disini adalah orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya serta lebih sibuk mengajarkannya, adapun yang dimaksud dengan ahli ibadah yaitu orang yang beribadah di atas ilmu namun lebih sibuk dengan amalan ibadahnya daripada mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
Maka perbandingan antara keutamaan keduanya bagaikan perbandingan antara cahaya bulan purnama yang sangat terang dengan cahaya bintang-bintang yang tidak seterang cahaya bulan, apalagi pada saat bulan purnama dimana cahaya bulan saat itu mengalahkan cahaya benda langit lainnya.
Seperti itulah perbandingan antara ahli ilmu dengan ahli ibadah, karena ahli ilmu bermanfaat bagi dirinya sendiri dengan mengamalkan ilmunya serta bermanfaat bagi orang lain dengan mengajarkan ilmunya, sedangkan dalam suatu hadits dijelaskan :
"Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurang pahala yang mengikutinya sedikitpun".
Tentunya ketika ilmu yang kita ajarkan kepada orang lain diamalkan oleh orang tersebut maka pahalanya ia akan mengalir buat kita juga.
Adapun ahli ibadah yang hanya menyibukkan diri dengan ibadahnya, maka manfaatnya hanya untuk dirinya sendiri.
Dan yang dimaksud dengan keutamaan disni adalah besarnya pahala yang akan diraih oleh keduanya.
Dengan demikian, jelaslah perbandingan antara keutamaan keduanya, dan ahli ilmu lebih besar derajatnya , sebagiamana firman Allah subahanahu wa ta'ala dalam surat Al mujadaha ayat 11 :
يرفع الله الذين آمنوا منكم و الذين أوتوا العلم درجات
"Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman serta berilmu di antara kalian beberapa derajat"
Wallahu ta'ala a'lam
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

 Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM semester akhir Fakultas Hadist 

@Program Jodoh 

Faidah Hadits ke 73

SYARAH HADITS KE-73

"DUA MATA YANG TIDAK AKAN DISENTUH API NERAKA: MATA YANG MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH DAN MATA YANG BERJAGA DI MALAM HARI DALAM RANGKA BERJIHAD DI JALAN ALLAH."
[Hr Ath-Thabrani]

Saudataku...
Penggalan pertama hadits ini merupakan penjelasan tambahan beberapa ayat Al-Quran yang memuji orang yang menangis karena takut Allah. Di antaranya: "Jika ayat-ayat Ar-Rahman dibacakan kepada para Nabi, mereka akan menyungkurkan wajah seraya bersujud dan menangis." [Qs 19: 58]

Demikian pulalah keadaan Nabi kita tercinta -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam kehidupan beliau.
Imam Al-Bukhari mengisahkan bahwa tatkala dibacakan kepada beliau ayat ke-41 dari surat An-Nisa oleh Abdullah ibn Mas'ud, salah seorang pakar Al-Quran di kalangan sahabat, beliau menangis tersedu-sedu akibat ketakutan yang dahsyat dari azab Allah.

Beliau juga sering kedapatan menangis di keheningan malam. Ibnu Hibban meriwayatkan bahwa Aisyah melihat Nabi menangis terisak-isak selepas shalat malam. Aisyah pun bertanya, "Mengapa engkau sampai harus begini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang?"
Beliau lalu menjawab, "Tidakkah aku sudi menjadi hambaNya yang bersyukur?"

Para shahabat juga demikian. Mereka, sebagaimana dikisahkan oleh Imam Al-Bukhari & Muslim, menutupi wajah mereka sambil menangis sejadi-jadinya ketika mendengar sabda Nabi, "Andai kalian tahu apa yang kuketahui, tentu kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis."

Saudaraku...
Kapan terakhir kita meneteskan air mata karena takut azab-Nya?
Kapankah kita terisak mengingat dosa-dosa yang telah banyak kita buat?

Saudaraku...
Penggalan hadits selanjutnya menjelaskan keutamaan begadang di jalan Allah. Tentu kita paham, bahwa saat jihad, pasukan tidak boleh lengah sedikitpun. Musuh bisa menyerang dan menyusup kapan saja. Karena itu umumnya panglima perang memilih beberapa mujahidin yang bertugas silih berganti patroli dan bersiaga. Di malam hari tentu serangan kantuk amat dahsyat. Oleh karenanya mata yang tidak terpejam demi keamanan pasukan mujahidin akan Allah jaga pula dari letupan api neraka.

Sebagian ulama seperti Syaikh Al-Mubarakfuri mengqiyaskannya juga kepada ibadah lain yang menuntut begadang, seperti menuntut ilmu, haji, dan lain sebagainya.

Saudaraku...
Al-Quran bahkan menyebutkan dua penggalan hadits ini, yakni mata yang menangis dan mata yang begadang, dalam satu penggalan ayat yang indah di akhir juz 10. Allah berfirman, "Tidak pula berdosa orang-orang yang jika datang kepadamu seraya memohon agar diikutsertakan dalam jihad, engkau berkata,'Aku tidak memiliki pasokan kendaraan lagi untuk membawa kalian.' mereka pulang sedangkan air mata mereka mengalir karena sedih tidak juga memiliki sesuatupun untuk disumbangkan." [Qs 9: 92]

Ya Rabb, lembutkanlah hati kami serta bersihkannyalah... Mudahkanlah diri ini untuk menangis takut dariMu serta teguh berjaga di jalanMu. Aamiin.

 Ust Fajri hafidzahulllah 

@Program Jodoh 

Faidah Hadits ke 72

Faidah Hadits ke-72

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال عليه الصلاة والسلام : عليك بالرفق إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه.
والحديث أخرجه مسلم .

Ar rifq adalah sikap lembut yang tercermin dalam perkataan atau perbuatan, serta mengerjakan perkara yang lebih ringan & mudah untuk dilaksanakan (diantara pilihan yang ada). Ar rifq merupakan perkara yang dicintai oleh Allah Ta'ala & Rasul-Nya shalallahu'alaihi wasallam.
Allah Ta'ala berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ   (آل عمران : 159)

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِين (الشعراء : 215)

Juga kisah Nabi Musa 'alaihissalam, tatkala diperintahkan untuk mendakwahi Fir'aun. Allah Ta'ala berfirman :

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى(طه : 43-44)

Bahkan, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menyebutnya sebagai pertanda kebaikan seseorang. Beliau shalallahu'alaihi wasallam bersabda :

من يحرم الرفق يحرم من الخير.أخرجه مسلم.

من أعطي حظه من الرفق فقد أعطي حظه من الخير، ومن حرم حظه من الرفق حرم حظه من الخير. أخرجه الترمذي.

Dalam hadits diatas (yang menjadi pokok pembahasan), Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengibaratkan sikap ar rifq bagaikan hiasan, dan ini menunjukkan keutamaan sikap ar rifq. Suatu kebenaran, apabila disampaikan dengan sikap yang lembut & santun, maka akan mudah untuk dimengerti & diterima, atau paling tidak, kebenaran itu dihargai. Berbeda halnya bila disampaikan dengan sikap keras, kaku, atau kasar, maka kebenaran yang ada berubah menjadi sesuatu yang buruk.

Betapa butuhnya kita -selaku umat Islam- terhadap sikap ini. Yaitu menerapkan sikap ar rifq terhadap diri sendiri, orang lain, pemimpin, atau kepada makhluk seperti hewan & tumbuhan.

اللهم وفقنا للعمل بما تحبه وترضاه.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

 Ust Riki - Mahasiswa UIM semester akhir 

@Program Jodoh 

Tuesday, January 6, 2015

Faidah Hadits ke 70

Faidah Hadits ke 70

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
(( رفع القلم عن ثلاثة : عن النائم حتى يستيقظ و عن المبتلى حتى يبرأ و عن الصبي حتى يكبر ))
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Pena diangkat dari 3 orang : orang yang tidur sampai dia bangun, orang yang sakit hingga sembuh, dan anak kecil hingga ia dewasa" HR. Tirmidzi.
Penjelasan hadits :
Yang dimaksud dengan diangkatnya pena adalah tidak dibebani menjalankan syariat dimana bentuk pembebanan syariat yaitu dengan dicatatnya amalan seorang hamba oleh para malaikat pencatat amal.
Hal ini menunjukkan bahwa pembebanan syariat berlaku secara lazim bagi semua manusia kecuali 3 golongan yang disebutkan dalam hadits di atas, adapun selain 3 golongan tersebut maka tidak akan terlepas dari dicatatnya amalan hingga ia meninggal dunia.
3 golongan tersebut adalah :
1. Orang yang tidur sampai ia bangun, yakni bangun dari tidurnya, karena orang yang tidur tidak sadar dan tidak tahu apa yang diperbuatnya dalam keadaan tidur, sehingga pencatatan amalan tidak berlaku bagi perbuatannya di saat tidur.
2. Orang yang sakit hingga sembuh, maksudnya adalah sakit jiwa atau hilang akal alias gila, orang gila tidak akan dicatat amalan yang ia perbuat ketika gila sampai ia sembuh dan waras kembali.
3. Anak kecil hingga ia dewasa, yakni anak-anak yang belum akil baligh tidak dicatat amalan kejelekannya walaupun sudah tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk) sampai ia baligh yang ditandai dengan mimpi basah.
Namun khusus golongan ini , yang tidak dicatat hanyalah amalan jeleknya saja, adapun amalan solehnya tetap dicatat dan akan diberi pahala, sebagaimana dalam suatu hadits bahwa ada seorang wanita yang menanyakan anak bayinya yang dihajikan apakah sah hajinya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengiyakannya.
Adapun 2 golongan sebelumnya yaitu orang tidur dan orang gila, maka amalan solehnya tidak dicatat kerena mereka dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk sah beramal soleh dikarenakan hilangnya akal, berbeda dengan anak kecil yang masih berakal sehat, maka amalan ibadahnya tetap sah sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para orang tua untuk menyuruh anak-anaknya yang masih 7 tahun untuk shalat dan memukulnya jika tidak mau shalat ketika berumur 10 tahun, padahal pada umur 7-10 tahun ia belum waktunya baligh, namun tetap disuruh beribadah.
Wallahu ta'ala a'lam
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
 Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM semester akhir Fakultas Hadist 

@Program Jodoh

Faidah Hadits ke 69

SYARAH HADITD KE-69

Hadits ini merupakan pelengkap hadits nomor 16 di Arba'in Nawawiyah yang jauh lebih terkenal. Hadits tersebut ialah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi, "Jangan marah!" [Hr Al-Bukhari]
Al-Hafidzh Ibnu Rajab menjelaskan bahwa maknanya ialah jangan engkau ikuti 'kehendak' amarah yang sedang menggelegak. Makna lain yang juga beliau sebutkan yaitu hendaklah engkau berperangai baik yang membuatmu jauh dari amarah.
Allah pun memuji orang yang mampu menahan diri saat marah: "...orang yang bertaqwa, yaitu..serta orang-orang yang menahan amarahnya." [Qs 3: 133-134]
Lalu bagaimana kalau amarah sudah muncul?
Hadits ini menjelaskan salah satu solusi Nabawi mengendalikan amarah yang telanjur menyala, yakni kita diam tidak berbicara. Betapa banyak orang yang melontarkan kata-kata kasar bahkan yang mengandung dosa besar saat marah. Barangkali orang ini setelah reda emosinya tidak sadar apa yang baru ia katakan. Tentu ia akan menyesali kata-kata yang boleh jadi sudah melukai temannya dengan luka yang tak terobati.
Diam adalah upaya pertama meredam efek negatif kemarahan.
Setelah diam kita juga dianjurkan mengucapkan ta'awwudz sebagaimana dalam hadits muttafaq 'alaihi.
Imam Abu Dawud juga membawakan hadits lain berkenaan dengan kiat mengendalikan amarah, yakni hadits: "Jika salah seorang kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk. Jika belum reda juga, hendaklah ia berbaring."
Wallahul Muwaffiq.

 Ust Fajri hafidzahulllah 

@Program Jodoh 

Sunday, January 4, 2015

Do'a Berlindung Saat Takut dan sepi Ketika Hendak Tidur

Doa Apabila Merasa Takut dan Kesepian Ketika Tidur

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

"Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksaan-Nya, serta kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta agar jangan sampai mereka hadir (kepadaku)." (HR. Abu Dawud 4/12, lihat pula Shahih At Tirmidzi 3/171)

http://www.facebook.com/khusus.muslimah/photos/a.163166863704628.32071.108919785796003/890262007661773/?type=1&relevant_count=1

Thursday, January 1, 2015

Faidah Hadits ke 65

Syarh Hadits ke-65

"KEBAIKAN YANG PALING BERAT DI TIMBANGAN KELAK IALAH AKHLAK YANG BAIK." Hr Ibnu Hibban

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa akhlak baik sangat tinggi kedudukannya dalam Islam. Bahkan Rasulullah sendiri disanjung oleh Rabbul 'alamin dalam firmanNya: "Sungguh engkau di atas akhlak yang agung." Qs 68: 4.
Akhlak sangat luas cakupannya. Berikut di antaranya:
1. Akhlak kepada Allah ta'ala: mengesakanNya dalam ibadah, menjauhi kemusyrikan, melaksanakan perintahNya, menjauhilaranganNya, menerapkan syariatNya dalam seluruh sendi kehidupan, meyakini bahwa syariatNya lebih baik dari aturan manusia, menghayati dan menetapkan Nama dan SifatNya, dst.
2. Akhlak terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: menaati bimbingan beliau, meninggalkan apa yang beliau larang, tidak beribadah kecuali sesuai dengan tuntunan beliau, bershalawat dan salam kepada beliau, tidak ghuluw terhadap beliau, memuliakan istri-istri, keturunan, dan sahabat beliau, dst.
3. Akhlak kepada orang tua: menuruti perintah mereka selama tidak bertentangan dengan petunjuk Allah dan RasulNya, membantu mereka, memberi mereka nafkah jika kita telah dewasa dan mereka membutuhkan, menunaikan wasiat, membimbing mereka dalam urusan kebaikan dengan santun, mendoakan setelah wafat, dst.
4. Akhlak terhadap sesama: menyapa dan salam, ramah dan senyum, saling menasihati kebaikan, saling melarang dari keburukan dengan bijak, tolong-menolong, dst.
Demikianlah Islam datang untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak dalam arti luas, tidak parsial. Berbeda dengan sebagian pihak yang fokus dengan hablun minannas namun melecehkan firman Allah dan sabda RasulNya. Juga tidak seperti mereka yang menunaikan akhlak Allah dan Rasul namun lalai dari hablun minannas.
Semoga Allah membimbing kita berakhlak mulia.
Wallahu A'lam.

 Ust Fajri hafidzahulllah ♻

@Program Jodoh 
:
https://www.dropbox.com/s/fwugk49b2u7yy37/Fawaid%20hadits%2065.aac?dl=0

Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH