Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Sunday, July 26, 2015

Faedah Hadits 126

Afwan..blm ana cek juga.
🍀PROGRAM JODOH🍀
Just One Day One Hadits
📋 Senin, 11 Syawal 1435
27 Juli 2015
📖 Faidah Hadits Ke 126
➡Wajibnya Amar Ma'ruf Nahy Mungkar
👤 Ustadz Varian, Lc


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ،فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ،وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ (رواه مسلم وأحمد وأصحاب السنن)

" Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia ubah dengan tangannya , apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman(HR Muslim, Ahmad dan Ashabussunan).

✏ Hadits ini menunjukkan wajibnya amar ma'ruf nahy mungkar karena dalilnya dengan lafaz perintah:

(فَلْيُغَيِّرْهُ)
dan hukumnya adalah fardlu kifayah.

✏Hadits ini sekaligus menunjukkan tingkatan dalam nahy mungkar yang paling tinggi adalah dengan tangan, terutama bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan dalam syari'at atas orang lain, maka hukumnya menjadi fardlu 'ain seperti seorang ayah atas anaknya sebagaimana yang terdapat dalam hadits:"... Dan pukullah mereka (anak-anak kalian) jika meninggalkan shalat ketika mereka berumur 10 tahun... "(HR Abu Dawud:495, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani), dan sebagaimana suami atas istrinya, seperti yang Allah firmankan:"... Dan pukullah mereka (istri - istri kalian, bila tidak berhenti dari kemungkaran dengan nasihat dan hajr)" (An-Nisa:34), serta sebagaimana ulil amri atas rakyatnya, sebagaimana dalam dalil-dalil penerapan hukum hudud.

✏ Orang yang beramar ma'ruf nahy mungkar hendaknya berilmu tentang apa yang ia perintahkan dan apa yang ia larang, apabila tentang perkara yang sudah jelas dalam syari'at seperti shalat, puasa, zina, mencuri, mabuk, maka tiap muslim dapat melakukan amar ma'ruf nahy mungkar dengan lisannya, namun apabila berkaitan tentang perkara-perkara yang lebih mendetail dalam syari'at seperti riba dan macam-macamnya dan contoh mu'amalah ribawi, hal-hal yang berkaitan dengan jihad serta perkara mendetail lainnya, maka amar ma'ruf nahy mungkar dalam hal-hal ini hanya boleh dilakukan oleh para ulama dan para ustadz.

✏(Maka ubahlah dengan hatinya...) yaitu dengan membenci kemungkaran tersebut dan tidak meridloinya, dan ini adalah fardlu 'ain bagi setiap muslim untuk membenci kemungkaran yang terjadi di sekitarnya, walaupun hal itu sudah dianggap biasa oleh kaum muslimin di sekitarnya, seperti tabarruj, sumpah palsu, korupsi dan lainnya.

✏Hadits ini tidak kontradiksi dengan ayat:

عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ(المائدة:١٠٥)
"...hendaklah kali jaga diri kalian masing-masing, orang-orang yang sesat tidak akan memudlaratkn kalian bila kalian telah mendapatkan petunjuk...
✏Maksudnya adalah bila kalian telah melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi apa yang Allah larang serta beramar ma'ruf nahy mungkar, maka kalian tidak akan dikenai sangsi atas kesesatan yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat dan kesalahan orang-orang yang salah.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📌Saran dan Kritik silakan sampaikan kepada kami melalui whatsapp +62 818 0819 4040

Friday, July 3, 2015

Faidah Hadits 125

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H / 03 Juni 2015
📝 Ustadz Ridwan Arifin Lc Lc
🔊 Faidah Hadits 125| Faidah 10 ayat pertama dari Surat AlKahfi
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 125 🌺

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه، أما بعد:

عن أبي الدرداء رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من حفظ عشر آيات من أول سورة الكهف عصم من فتنة الدجال. أخرجه مسلم (٨٠٩).

Hadits diatas menjelaskan keutamaan surat al Kahfi, khususnya menghapal dan memahami makna sepuluh ayat pertama surat al Kahfi, yaitu terjaga dari fitnah (ujian) Dajjal. Hal ini diperkuat dengan riwayat lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Siapapun diantara kalian yang menjumpai Dajjal, maka bacakan permulaan surat al Kahfi kepadanya." (H.R. Muslim 2937), "... karena bacaan tersebut akan menjaganya dari fitnah Dajjal." (H.R. Abu Dawud 4321)

Makna yang terkandung dalam permulaan surat al Kahfi merupakan benteng kokoh bagi seorang mukmin dalam menghadapi Dajjal. Karena didalamnya terdapat kisah Ashabul Kahfi yang mengalami fitnah (ujian) dalam agama mereka.

Di kampungnya, mereka (Ashabul Kahfi) dipaksa untuk mengikuti agama nenek moyang mereka. Bila tidak, mereka akan dibunuh. Lalu, mereka memutuskan untuk melarikan diri, keluar dari kampungnya demi menjaga keimanan yang ada dalam hati mereka. Kemudian, Allah mengarahkan mereka agar masuk kedalam suatu gua dan berlindung disana. Dan disitulah, Allah menjaga diri dan agama mereka dari siapapun yang hendak memaksakan perbuatan syirik dan kufur. Allah menjaga mereka karena mereka juga berusaha menjaga kemurnian agama Allah dari praktek syirik yang dilakukan oleh kaumnya.
Demikian pula bagi seseorang yang nantinya akan bertemu Dajjal, ia tidak perlu khawatir akan keselamatan dirinya disaat berjuang menegakkan agama Allah dihadapannya (Dajjal). Yakinlah, bahwa Allah akan melindungi dan menjaganya dari kejahatan dan makar Dajjal.

Secara umum, terdapat empat fitnah (ujian) yang diterangkan didalam surat al Kahfi, yaitu fitnah agama, fitnah harta, fitnah ilmu, dan fitnah kedudukan dan kekuasaan. Dan dari keempat fitnah tersebut, maka fitnah agama merupakan fitnah terbesar bagi seorang hamba karena benar-tidaknya suatu agama akan menentukan keselamatan pemeluknya di dunia dan akhirat. Dan lagi, dalam diri Dajjal terkumpul empat fitnah tersebut. Sehingga, siapapun yang agamanya lemah, pasti akan tertipu oleh bujuk rayu Dajjal.

Meski Dajjal yang dimaksud dalam hadits ini adalah Dajjal besar yang akan muncul saat mendekati hari kiamat. Namun, hal itu bukan berarti kita lengah terhadap para Dajjal kecil (yang mengaku sebagai nabi) yang terus muncul hingga munculnya Dajjal besar. Tentunya dengan mempelajari dan memahami isi surat al Kahfi, kita bisa terjaga dari fitnah Dajjal tersebut.

Semoga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal, makhluk yang banyak menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Amin.

والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم تسليما كثيرا.

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Wednesday, July 1, 2015

Faidah Hadits 123

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Rabu, 14 Ramadhan 1436 H / 01 Juli 2015
📝 Ustadz Akhmad Fahrisan Lc
🔊 Faidah Hadits 123 | Permisalan Kaum Muslimin Dlm Kasih Sayang
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 123 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :
(( مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر و الحمى))

Dari Nu'man ibnu Basyir , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Permisalan kaum mu'minin dalam kasih, sayang dan empati diantara mereka seperti sebuah jasad, jika salah satu anggota tubuh sakit maka seluruh tubuh akan merasakan kesulitan tidur dan panas". (Hadits Shahih, Riwayat Muslim dan Ahmad. Lihat Shahiihul jaami' no. 5849).

بسم الله و الصلاة و السلام على رسول الله ، أما بعد :
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengibaratkan rasa kasih sayang di antara kaum muslimin bagaikan sebuah tubuh yang satu, yang mana persamaan di antara keduanya adalah dalam keadaan susah maupun senang, sakit maupun nikmat, dimana ketika salah satu anggota tubuh terkena rasa sakit maka seluruh anggota tubuh yang lain pun terkena sakitnya berupa rasa demam atau susah tidur, begitu pula jika salah satu anggota tubuh merasa nikmat maka rasa nikmat tersebut akan dirasakan anggota tubuh yang lain.
Seperti itulah permisalan orang-orang mukmin, apabila salah satu dari mereka terkena musibah maka yang lain akan merasakan sedihnya dan akan berusaha sibuk memberikan bantuan dan pertolongan.
Hal ini dikeranakan orang-orang mukmin adalah saling bersaudara, sebagaimana firman Allah :
(( إنما المؤمنون إخوة))
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu saling bersaudara"

Dan setiap saudara pasti akan merasakan apa yang dirasakan saudaranya serta berusaha membantunya.
Seperti inilah harusnya sikap sesama mukmin, dan yang dimaksud dengan mukmin disini adalah mukmin yang imannya sempurna, dimana iman yang sempurna itulah yang akan membawa mereka kepada persaudaraan, saling menyayangi semata-mata kerena iman, saling membantu, bergotong royong, dan saling menolong.
Lafazh dalam hadits ini berupa berita yang maknanya adalah perintah agar kaum mukminin memiliki sifat tersebut dan menjadi seperti satu jiwa, jika salah satu menderita maka yang lain akan merasakannya dan berusah menghilangkan penderitaannya tersebut, begitu pula jika salah satu mendapat kenikmatan maka yang lain pun merasa senang.

و الله تعالى أعلم، و صلى الله على نبينامحمد و آله و صحبه و سلم.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Akhmad Fahrisan Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Monday, June 29, 2015

Faidah Hadits 122

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 13 Ramadhan 1436 H / 30 Juni 2015
📝 Ustadz Varian Lc
🔊 Faidah Hadits 122 | Segala Sesuatu Telah Ditakdirkan
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 122 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى العَجْزُ والكَيْسُ
(رواه مسلم وأحمد)

" Segala sesuatu telah ditakdirkan, hingga sifat malas maupun semangat /rajin "(HR Muslim dan Ahmad)

✏الكيس:
rajin/semangat dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat baik dalam urusan dunia maupun akhirat.Adapun العجز:ketidakmampuan, menunda-nunda kebaikan baik yang mencakup kebaikan d dunia maupun akhirat.

✏Hadits menunjukkan bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah عز وجل dari perkara-perkara besar hingga perkara-perkara kecil.

✏Sifat atau watak semua manusia pun sudah ditakdirkan oleh Allah, namun sifat ini ada 2macam:
1⃣الجِبِلِّيُّ:watak/sifat bawaan.
2⃣الكَسْبِيُّ:
watak /sifat yang di usahakan yang pada asalnya bukan merupakan sifat bawaan orang tersebut.

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Wednesday, June 24, 2015

Faidah Hadits 118

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Rabu, 07 Ramadhan 1436 H / 24 Juni 2015
📝 Ustadz Varian Lc
🔊 Faidah Hadits 118| Sebarkanlah Salam Diantara Kalian
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
⬇Download Audio

-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 118 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :

" لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أولا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ"(رواه مسلم و أحمد وأبو داود والترمذي وابن ماجه)

"Kalian tidak akan bisa masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai, maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam antara sesama kalian "(HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Attirmidzy, dan Ibnu Majah)

📖 Hadits ini menunjukkan orang yang tidak beriman pada rukun Iman yang enam dan tidak beriman pada ajaran yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم bawa, baik pada sebagian ajaran beliau ataupun seluruhnya niscaya tidak akan masuk surga, sehingga Iman merupakan syarat sah masuk surga.

📖 Adapun bagian yang selanjutnya, saling mencintai sesama muslim merupakan syarat kesempurnaan Iman, bukan syarat sahnya Iman, karena tidak saling mencintai sesama muslim tidak menghalangi seseorang dari masuk surga selama-lamanya, hal ini ditunjukkan oleh banyak dalil, di antaranya hadits bithaqah(Kartu Laa Ilaha illallah) ia hanya memiliki pahala bertauhid dan hadits:
حُوسِبَ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مِنَ القَبْرِ شَيْءٌ إلا أنه كَانَ يُخَالِطُ الناس وكان مُوسِرًا، فَقَالَ يَأْمُرُ غِلْمَانَهُ أن يَتَجَاوَزُا عَنِ المُعْسِر، قال الله : نحن أَحَقُّ بذلك منه (رواه البخاري :١٩٧٢ و مسلم:١٥٦١،واللفظ له)
"Akan di hisab orang yang dari zaman sebelum kalian, dan ia tidak memiliki amalan kebaikan sedikit pun, hanya saja dahulu ia suka bergaul dengan manusia dan ia adalah orang yang kaya, dan ia biasa memerintahkan budak-budaknya:" Maafkanlah orang-orang yang sulit (membawa hutang) ", lalu Allah berfirman :" Kami lebih patung untuk melakukan hal itu (memaafkannya dan tidak menyiksanya) (HR Al-Bukhary dan Muslim). Iapun hanya memiliki kebaikan itu saja.

📖 Di antara tanda sempurnanya Iman seseorang adalah memiliki sifat saling mencintai sesama muslim.

📖 Anjuran untuk menyebarkan salam, karena hal tersebut dapat menumbuhkan perasaan saling mencintai sesama muslim

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Varian Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Tuesday, June 23, 2015

Faidah Hadits 117

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 06 Ramadhan 1436 H / 23 Juni 2015
📝 Ustadz Ridwan Arifin Lc
🔊 Faidah Hadits 117|
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 117 🌺

ﺑﺴﻢ الله .

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما نقُصتْ صدقةٌ من مالٍ وما زاد اللهُ عبدًا بعفوٍ إلَّا عزًّا . وما تواضَع أحدٌ للهِ إلَّا رفعه اللهُ. أخرجه مسلم ٢٥٨٨، والترمذي ٢٠٢٩.

Allah Ta'ala berfirman :

(وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 216]

Meski ayat diatas bercerita tentang jihad berperang di jalan Allah, namun cakupan maknanya lebih luas dari sekedar perang. Dan sama seperti perang yang dibenci oleh nafsu karena merenggut nyawa dan kehidupan seseorang, begitu pula yang terjadi dengan bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

Harta yang disedekahkan tidaklah mengurangi harta yang dimiliki oleh seseorang karena pada hakekatnya ia sedang melaksanakan suatu ibadah yang mulia nan penuh faidah bagi dirinya kelak di akhirat. Allah Ta'ala berfirman :

(مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 261]

Dan perhatikan kerugian yang dialami oleh seseorang yang menyia-nyiakan amalan yang mulia ini dalam firman Allah Ta'ala :

(وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ)

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
[Qs. Al-Munafiqun : 10]

Begitu pula dengan memberi maaf. Tidak sedikit yang memandangnya sebagai suatu tanda kelemahan diri seseorang. Namun, itu semua hanyalah bisikan setan karena Allah menganjurkan untuk memberikan maaf kepada siapapun yang melakukan kesalahan. Allah Ta'ala berfirman :

(فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ )

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu."
[Surat Aal-E-Imran 159]

Dengan memberi maaf, maka akan tampaklah kemuliaan jiwa seseorang karena dia lebih mengedepankan hukum Allah dan Rasul-Nya ketimbang hawa nafsunya yang berhasrat ingin membalas.

Hal yang sama juga terjadi dengan sikap tawadhu. Suatu sikap mulia yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sikap ini merupakan sikap pertengahan antara sombong dan menghinakan diri. Seseorang yang bersikap tawadhu, maka ia akan menjauh dari nafsu untuk selalu menjadi yang terdepan, atau membanggakan harta dan kedudukan agar mendapat pujian serta penghormatan lebih dari orang lain. Ia berusaha menyembunyikan hal-hal yang berpotensi munculnya sifat sombong dalam dirinya dari penglihatan manusia, seperti harta, kedudukan, dsb. Oleh karenanya, pantas bila Allah mengangkat kedudukannya disisi-Nya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita agar bisa bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

اللهم أصلح لنا شأننا كله ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040
afwan yang diatas belum ada judul
💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 06 Ramadhan 1436 H / 23 Juni 2015
📝 Ustadz Ridwan Arifin Lc
🔊 Faidah Hadits 117| Tiada rugi berniaga dengan Allah

👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 117 🌺

ﺑﺴﻢ الله .

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما نقُصتْ صدقةٌ من مالٍ وما زاد اللهُ عبدًا بعفوٍ إلَّا عزًّا . وما تواضَع أحدٌ للهِ إلَّا رفعه اللهُ. أخرجه مسلم ٢٥٨٨، والترمذي ٢٠٢٩.

Allah Ta'ala berfirman :

(وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 216]

Meski ayat diatas bercerita tentang jihad berperang di jalan Allah, namun cakupan maknanya lebih luas dari sekedar perang. Dan sama seperti perang yang dibenci oleh nafsu karena merenggut nyawa dan kehidupan seseorang, begitu pula yang terjadi dengan bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

Harta yang disedekahkan tidaklah mengurangi harta yang dimiliki oleh seseorang karena pada hakekatnya ia sedang melaksanakan suatu ibadah yang mulia nan penuh faidah bagi dirinya kelak di akhirat. Allah Ta'ala berfirman :

(مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 261]

Dan perhatikan kerugian yang dialami oleh seseorang yang menyia-nyiakan amalan yang mulia ini dalam firman Allah Ta'ala :

(وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ)

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
[Qs. Al-Munafiqun : 10]

Begitu pula dengan memberi maaf. Tidak sedikit yang memandangnya sebagai suatu tanda kelemahan diri seseorang. Namun, itu semua hanyalah bisikan setan karena Allah menganjurkan untuk memberikan maaf kepada siapapun yang melakukan kesalahan. Allah Ta'ala berfirman :

(فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ )

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu."
[Surat Aal-E-Imran 159]

Dengan memberi maaf, maka akan tampaklah kemuliaan jiwa seseorang karena dia lebih mengedepankan hukum Allah dan Rasul-Nya ketimbang hawa nafsunya yang berhasrat ingin membalas.

Hal yang sama juga terjadi dengan sikap tawadhu. Suatu sikap mulia yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sikap ini merupakan sikap pertengahan antara sombong dan menghinakan diri. Seseorang yang bersikap tawadhu, maka ia akan menjauh dari nafsu untuk selalu menjadi yang terdepan, atau membanggakan harta dan kedudukan agar mendapat pujian serta penghormatan lebih dari orang lain. Ia berusaha menyembunyikan hal-hal yang berpotensi munculnya sifat sombong dalam dirinya dari penglihatan manusia, seperti harta, kedudukan, dsb. Oleh karenanya, pantas bila Allah mengangkat kedudukannya disisi-Nya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita agar bisa bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

اللهم أصلح لنا شأننا كله ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Faidah Hadits 116

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Senin, 05 Ramadhan 1436 H /22 Juni 2015
📝 Ustadz Riki Lc
🔊 Faidah Hadits 116| Keutamaan Seorang Mudazin Dihari Kiamat
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 116🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ

المؤذنون أطول الناس أعناقاً يوم القيامة

(( Para muadzin adalah manusia yang paling panjang lehernya kelak pada hari kiamat. ))

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang didapatkan oleh seorang muadzin.

Disebutkan di dalam hadits tersebut bahwa para muadzin akan memiliki leher paling panjang di antara manusia yang lain ketika dibangkitkan kelak pada hari kiamat. Sehingga, mereka akan mudah dikenali ketika itu. Hal tersebut dikarenakan ketika di dunia mereka senantiasa mengumandangkan adzan yang berisikan takbir, pernyataan dua kalimat syahadat, serta seruan untuk menunaikan ibadah sholat yang selalu didengar oleh manusia. Oleh karena itu, ketika di akhirat Allah memberikan kepada mereka ciri-ciri khusus yang menjadikan manusia mengenal bahwa merekalah orang yang selalu didengar suaranya ketika datang waktu sholat.

Beberapa faidah yang dapat kita ambil dari hadits di atas :
1. Keutamaan seorang muadzin
2. Ganjaran atas suatu amalan akan sesuai dengan amalan tersebut
3. Anjuran untuk menampakkan syiar islam, seperti adzan
4. Anjuran untuk semangat dalam kebaikan
5. Keutamaan mengajak kepada kebaikan

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Riki Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Saturday, June 20, 2015

Faidah Hadits 115

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Jumat, 02 Ramadhan 1436 H / 19 Juni 2015
📝 Ustadz Akhmad Fahrisan Lc
🔊 Faidah Hadits 115| Kriteria Hamba Yang Allah Cintai
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 115 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :

(( إن الله يحب العبد التقي الغني الخفي ))

Dari Sa'ad ibnu Abi waqqash , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, yang kaya hati, lagi penyendiri (sibuk beribadah)". (Hadits Shahih, Riwayat Muslim dan Ahmad. Lihat Shahiihul jaami' no. 1882).

بسم الله و الصلاة و السلام على رسول الله ، أما بعد :
Dalam hadits ini dijelaskan bahwa di antara ciri-ciri hamba yang dicintai Allah yaitu :

1- senantiasa bertaqwa, yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya kapanpun dan dimanapun ia berada.

Dan ada pendapat yang mengatakan bahwa maksudnya ia sangat kuat dalam menjauhi perbuatan dosa.
Sebagimana perkataan bijak :

اترك ما حرم الله تكن أعبد الناس
"Tinggalkanlah apa yang Allah haramkan, dengan itu kamu menjadi manusia yang paling banyak beribadah"

2- Kaya hati, walaupun tidak kaya hartanya. Maka kaya hati ini juga mencangkup orang miskin yang sabar dan orang kaya yang bersyukur.

3- Serta penyendiri, yakni tidak suka ketenaran maupun popularitas, melainkan ia lebih fokus beribadah dan menjauhi riya'.

Kita berdoa dan memohon kepada Allah supaya kita diberi sifat-sifat tersebut, Allahumma aamiin ya rabbal alamin.

و الله تعالى أعلم، و صلى الله على نبينامحمد و آله و صحبه و سلم.


✒ Ustadz Akhmad Fahrisan Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Thursday, June 18, 2015

Faidah Hadits 114

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Kamis, 01 Ramadhan 1436 H / 18 Juni 2015
📝 Ustadz Varian Lc
🔊 Faidah Hadits 114| Sunnah Adab Memberikan Minum Yang Hampir Hilang
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 114 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :

إِنَّ سَاقِيْ القَوْمِ آخِرُهُمْ شُرْبًا (رواه أحمد ومسلم)

" Sesungguhnya orang yang memberi minum suatu kaum hendaknya yang paling terakhir minum" (HR Ahmad dan Muslim).

✒ Hadits ini adalah potongan dari hadits yang panjang tentang pulangnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan para Sahabat dari suatu peperangan, dan di dalamnya terdapat petunjuk akhlak yang tinggi yaitu hendaknya orang yang menuangkan minuman untuk suatu kaum, minum paling terakhir setelah semua orang di kaum tersebut mendapatkan bagian minumannya masing - masing, dan inilah yang dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan Abu Qatadah, karena ketika itu Rasulullah lah yang menuangkan air dari bejana ke gelas dan Abu Qatadah yang memberikan gelasnya kepada para Sahabat hingga hanya tersisa Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan Abu Qatadah yang belum minum, lalu Abu Qatadah mempersilahkan Rasulullah untuk minum, lalu beliau pun menolak seraya menyampaikan hadits ini dan mempersilahkan Abu Qatadah untuk minum terlebih dahulu, lalu ia pun minum lebih dahulu.

✒ Hendaknya seperti inilah adab orang yang membagikan air minum, susu, atau makanan atau benda-benda lainnya yang dibagikan untuk orang banyak, maka orang yang membagikan hendaknya mengambil bagiannya paling terakhir.

✒ Islam adalah agama yang mulia yang mengajarkan akhlak-akhlak yang mulia dalam pergaulan sesama muslim, di antaranya adalah akhlak الإِيْثَارُ yaitu mendahulukan saudaranya sesama muslim, namun akhlak ini hanya disunahkan dalam hal-hal yang sifatnya duniawi seperti makanan, minuman, harta dan lainnya. Adapun hal-hal yang sifatnya keutamaan - keutamaan ukhrawi dan ibadah maka tidak disunahkan akhlak الإيثار  ini sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah :"Kalau seandainya mereka tahu (pahala) apa yang didapatkan pada shaf yang pertama niscaya mereka akan mengundi (untuk mendapatkan shaf pertama) (Muttafqun alaih), dan ketika perang Khaibar para Sahabat berlomba-lomba ingin mendapatkan bendera kepemimpinan pada perang Khaibar, bukan karena cinta jabatan  tapi karena sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم bahwa yang akan memimpin perang Khaibar adalah orang yang cinta Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun cinta kepadanya.

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Varian Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Thursday, June 4, 2015

Faedah Hadits 105

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Jumat, 17 Sya'ban 1436 H / 5 Juni 2015
📝 Ustadz Ridwan Arifin Lc
🔊 Faidah Hadits 105 | Tidak Akan Masuk Surga Orang Yang Suka Memecah Belah Persahabatan
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
⬇Download Audio
https://www.dropbox.com/s/yv2vn6cpk2lq9js/hadits%20105.mp3?dl=0
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 105🌺

ﺑﺴﻢ الله .

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه،

أما بعد:

عن حذيفة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يدخل الجنة قتات. أخرجه البخاري ومسلم.

Bak para penggemar adu hewan yang senang tatkala hewan aduannya beraksi, pelaku 'adu manusia' (adu domba) pun demikian. Dia senang melihat kerusakan hubungan antar manusia. Dan bisa dikatakan bahwa pelaku adu domba adalah musuh dalam selimut.

Qoththath (قتات) pada hadits di qatas, artinya sepadan dengan kata Nammam (نمام) yang artinya orang yang melakukan adu domba. Definisi namimah (adu domba) yaitu usaha menukil suatu pembicaraan dari satu pihak ke pihak lain dengan tujuan merusak dan memperburuk hubungan keduanya. Namimah termasuk perbuatan dosa besar.

Allah Ta'ala berfirman :

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ
"Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mirip gua menghambur fitnah, "
[Surat Al-Qalam:10-11]

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela"
[ Qs. Al-Humazah:1]

Hadits diatas menerangkan akibat namimah yaitu pelakunya tidak masuk surga (bila ia berkeyakinan halalnya perbuatan tersebut). Dan dalam hadits lain disebutkan bahwa namimah merupakan sebab seseorang mengalami siksa kubur yang amat pedih.

Kira-kira, apa dampak kerusakan yang timbul akibat namimah sehingga pelakunya pantas mendapatkan hukuman yang berat ? Mari kita simak :
  • Berapa banyak tali pertemanan dan persaudaraan yang rusak dan putus karenanya ?
  • Berapa banyak waktu yang ia sia-siakan juga tenaga yang ia curahkan demi memata-matai lawannya, mencari-cari aibnya ?
  • Berapa besar usahanya untuk menciptakan api permusuhan ditengah lawannya ?
  • Berapa besar kebenciannya terhadap lawannya tatkala ia belum berhasil melaksanakan misinya sehingga hatinya pun rusak karenanya ?
Dan masih banyak kerusakan lainnya. Wal 'iyadzu billah.

Semoga Allah melindungi kita dari sikap hasad yang berujung pada namimah.

اللهم إنا نعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا تشبع ومن دعاء لا يستجاب له.
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله على رسولنا الأمين وعلى آله وصحبه أجمعين

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ust
Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040
⬆ Silahkan diunduh link Audio Ust Arif Fathul Ulum.Lc

Faedah Hadits 104

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Kamis, 16 Sya'ban 1436 H / 4 Juni 2015
📝 Ust  Riki Lc
🔊 Faidah Hadits 104 | Ketika Seorang Hamba Memasuki Waktu Pagi
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
⬇Download Audio
https://www.dropbox.com/s/lfarv1twl23eoco/hadits%20104.mp3?dl=0
-----------------------------
📚 Hadits ke-4📚


ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠّﻪ .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با اللّٰه ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :


ما من يوم يصبح العباد فيه إلا ملكان ينزلان، فيقول أحدهما اللهم أعط منفقاً خلفاً، و يقول الآخر اللهم أعط ممسكاً تلفاً.
 
(Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi melainkan ada dua malaikat yang turun. Berkata salah satu dari kedua malaikat tersebut "Ya Allah, berikanlah ganti bagi setiap orang yang berinfak." Dan, malaikat yang lain berkata "Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi setiap orang yang enggan berinfak." )

Hadits ini berisi tentang anjuran untuk bersedekah dan sekaligus ancaman bagi orang yang enggan mengeluarkan sedekah karena takut hartanya berkurang.

Banyak ayat al-quran dan hadits rasulullah ﷺ yang berisi anjuran dan keutamaan bersedekah. Hal itu menunjukkan bahwa bersedekah dan berinfak dijalan Allah merupakan amalan yang sangat dianjurkan didalam islam. Karena, selain sebagai sebuah ibadah yang membuahkan pahala di sisi Allah, bersedekah juga merupakan bentuk amalan sosial untuk memberikan bantuan kepada kaum muslimin yang membutuhkan.

Namun, perlu kita perhatikan bahwa bersedekah haruslah didasari dengan keikhlasan dan jauh dari dua hal yang dapat menghilangkan pahala amalan sedekah tersebut. Dua yang dapat menghilangkan pahala sedekah tersebut, pertama adalah mengungkit dan menyebut-nyebut sedekah yang pernah dilakukannya, dan kedua adalah menyakiti orang yang menerima sedekah tersebut dengan membicarakan keadaannya yang telah mengambil sedekah ini dan itu.

Sebagaimana Allah berfirman

يا أيها الذين آمنوا لا تبطلوا صدقاتكم بالمنّ و الأذى كالذي ينفق ماله رئآء الناس و لا يؤمن بالله و اليوم الآخر فمثله كمثل صفوان عليه تراب فأصابه وابل فتركه صلداً لا يقدرون على شيء ممّا اكتسبوا و الله لا يهدي القوم الكافرين

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti halnya orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Maka perumpamaan orang seperti itu, ibarat batu licin yang di atasnya terdapat tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan. Dan, Allah tidaklah memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [Al-Baqoroh:264]

Di dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan tentang perihal orang yang bersedekah namun dia melakukan perkara yang membuat sedekahnya tidak membuahkan pahala di sisi Allah. Keadaanya serupa dengan orang yang berbuat riya dalam sedekahnya, yaitu tidak ada nilai pahala dari apa yang dia sedekahkan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mudah untuk membelanjakan harta di jalan-Nya, dan menjadikan apa yang kita sedekahkan sebagai pahala yang tetap di sisi-Nya. Aamiin


ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Riki Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Tuesday, June 2, 2015

Faedah Hadits 102

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 14 Jumadil Ula 1436 H / 2 Juni 2015 M
📝 Ust Varian Ghani Lc
🔊 Faidah Hadits 102 | Janganlah Saling Berbisik Jika Ada Orang Yang Ketiga
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
⬇Download Audio
https://www.dropbox.com/s/ltx7fzqrbrv61db/Hadits%20102.mp3?dl=0
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 102🌺

📜إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلاَ يَتَنَاجَ رَجُلَانِ دُوْنَ الْآخَرِ حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ، فَإِنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ

"Apabila kalian sedang bertiga maka janganlan dua orang saling berisik dan meninggalkan orang yang ketiga, karena yang demikian itu membuatnya sedih "

✏ Hadits ini menunjukkan larangan dua orang saling berbisik dengan meninggalkan orang yang ketiga, adapun jika orangnya lebih dari tiga, yaitu empat orang atau lebih maka itu tidak mengapa karena orang yang tidak diajak berbisik bisa berbicara dengan lawan bicara yang lain, karena 'illat (sebab) larangan tersebut, yaitu:membuat orang yang ketiga menjadi sedih, tidak terealisasi bila jumlah orangnya lebih dari tiga.

✏Bila dua orang berbicara dengan suara keras tapi dengan bahasa yang tidak dipahami oleh orang yang ketiga, maka itupun termasuk dalam larangan hadits, karena hal itu juga dapat membuat orang ketiga sedih karena tidak paham apa yang mereka berdua bicarakan.

✏Namun bila dua orang berbisik meninggalkan jama'ah (orang banyak) maka itu tidaklah mengapa, berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud:

... قَالَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ:إِنَّ هَذِهِ قِسْمَةٌ مَا أُرِيْدَ بِهَا وَجْهَ الله، قُلْتُ:أَلَا والله لآتِيَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم، فَأَتَيْتُهُ وَهو في مَلَإٍ فَسَارَرْتُهُ فغَضِبَ... (رواه البخاري :٦٢٩١)


Salah seorang dari kaum Anshar pernah berkata:"Sungguh ini pembagian (harta) yang tidak mengharapkan wajah Allah", lalu Ibnu Mas'ud pun berkata :"Sungguh aku akan menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم, aku datang menghampiri beliau ketika beliau sedang bersama beberapa orang, lalu akupun berbisik kepada beliau (menyampaikan apa yang ia dengar), lalu Rasulullah pun marah... (HR Al-Bukhary :6291)

✏Termasuk dalam larangan pula, bila yang berbisik banyak, tiga orang dan seterusnya dengan meninggalkan satu orang, karena 'illat larangannya juga terpenuhi dalam kondisi ini.

✏Hadits ini juga menunjukkan kesempurnaan ajaran Islam, akhlak dalam berbisik dan bergaul saja telah diatur dalam Islam, apalagi perkara - perkara yang lebih besar dari hal ini.


✒ Ustadz Varian Ghani Lc

@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040
Silahkan Diunduh link Audio Ust Arif Fathul Ulum.Lc

Faedah Hadits 101

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Senin, 13 Jumadil Ula 1436 H / 1 Juni 2015 M
📝 Ust Ridwan Arifin
🔊 Faidah Hadits 101| Sesuatu perkara Dien Yang Tidak Ada Contohnya Darinya Tertolak
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
⬇Download Audio
https://www.dropbox.com/s/pxeawnlpi0zd65h/Hadits%20101.mp3?dl=0
-----------------------------

📚 Faidah Hadits ke 101 📚

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

عن عائشة رضي الله عنها قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. أخرجه البخاري ومسلم.

Kita wajib bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah menjadikan diri kita sebagai seorang muslim. Bagaimana tidak ? Islam merupakan satu-satunya agama yang lengkap, sempurna, terjaga, dan diridhai oleh Allah Ta'ala.

Hadits diatas, selain berisi penjelasan bahaya perbuatan bid'ah, juga menunjukkan bahwa agama Islam telah sempurna (sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam surat al Maidah : 3). Sehingga tidak memerlukan penambahan ataupun pengurangan.

Bid'ah merupakan perkara yang paling buruk dan sesat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

وَشَرُّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً
"Dan perkara yang paling buruk adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap bid'ah itu sesat" (H.R. Muslim)

Dengan menggabungkan hadits diatas dengan riwayat lain yang dibawakan oleh Muslim :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Siapa pun yang mengamalkan suatu perbuatan diluar dari (petunjuk) agama, maka amalannya tertolak."

Disimpulkan bahwa siapapun yang berbuat bid'ah, entah dia yang menciptakannya atau dia hanya ikut-ikutan, maka dia telah menyia-nyiakan amal perbuatannya (karena Allah menolaknya & tidak membalas dengan pahala). Dan Allah Ta'ala memberikan gambaran tentang pelaku bid'ah dengan firman-Nya :

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya."
[Surat al Kahfi :104]

Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan bid'ah karena hal tersebut dilarang oleh Allah & Rasul-Nya. Dan segala sesuatu yang dilarang dalam syariat, pasti mengandung mafsadat (kerusakan), baik di dunia maupun akhirat.

رضينا بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


✒Ust Ridwan Arifin Lc

@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040
Untuk Audio silahkan diunduh di link Download

Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH