Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Friday, October 17, 2014

Hadits ke-30

 Faidah Hadits ke 30

الحمد لله رب العالمين و به نستعين على أمور الدنيا والدين، و الصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين. وبعد

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ على كل مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."
(Hadits sahih, riwayat alBaihaqi dalam syu'abul iman)

Hadits ini adalah dalil bahwa belajar ilmu agama itu wajib bagi setiap muslim.

Disamping itu, Allah Ta'ala dan Rasul-Nya banyak sekali menyebutkan tentang keutamaan menuntut ilmu, yang seharusnya sebagai seorang muslim, menjadikan dalil-dalil tersebut sebagai penyemangat lalu berusaha mengisi waktu-waktunya dengan mempelajari kitabullah dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sebab hal itu akan menjadi pedoman hidup seorang hamba yang mengharapkan hidayah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إني قد تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما كتاب الله وسنتي

"Sesungguhnya aku telah tinggalkan untuk kalian dua pedoman yang kalian tidak akan tersesat setelahnya: kitabullah dan sunnahku"

(HR.Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/172)

Berikut ini adalah bbrp dalil tentang keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur'an dan As-Sunnah :


. 1). Ilmu adalah cahaya

Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."
(QS.Al-Maidah:5-6)

Kedua ayat ini menunjukkan tentang keutamaan ilmu, yang disifatkan sebagai cahaya yang membimbing siapa saja yang mengikuti keridhaan-Nya menuju jalan-jalan keselamatan, berupa jalan yang menyelamatkan seorang hamba dari penyimpangan dan kesesatan, dan mengantarkan seorang hamba menuju keselamatan dunia dan akhirat, mengeluarkan mereka dari kegelapan, kegelapan syirik, bid'ah, kemaksiatan dan kejahilan, menuju kepada cahaya tauhid, ilmu, hidayah, ketaatan dan seluruh kebaikan.

Oleh karenanya, jika seseorang lebih condong mengikuti hawa nafsunya, gemar melakukan kemaksiatan, yang menyebabkan hatinya menjadi gelap, maka ilmu akan sulit menempati hati yang gelap tersebut, sulit menghafal ayat- ayat Allah dan men-tadabburi-nya, sulit menghafal hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupannya, sebab tidak akan mungkin berkumpul dalam satu hati antara kegelapan maksiat dengan cahaya ilmu. Diantara bait-bait syair yang masyhur dari Imam Syafi'i tatkala Beliau mengadukan tentang buruknya hafalan Beliau kepada Imam Waki' bin Jarrah, Beliau mengatakan:

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِيْ فَأَرْشَدَنِي إِلَى تَرْكِ المَعَاصِي

وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِلْمَ نُوْرٌ
وَنُوْرُ اللهِ لَا يُؤْتَى لِعَاصِي

Aku mengadukan kepada Waki' keburukan hafalanku

Lalu Beliau membimbing aku untuk meninggalkan maksiat

Beliau mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat

.2). Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba

Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar'i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

من يُرِدْ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ

"Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamnya."


(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma)

@Program Jodoh 

Hadits ke-29

 ~Hadits ke 29~

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن الله جميل يحب الجمال ".

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan."

Penjelasan Hadits

Hadits ini termasuk di antara hadits-hadits yang terkandung di dalamnya penyebutan nama dan sifat Allah ta'ala. 

Nama Allah yang disebutkan di dalam hadits tersebut adalah "الجميل" (Maha Indah). Terkandung dalam nama tersebut sifat Allah, yaitu "الجمال" (keindahan).

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah menyukai keindahan. Ini menunjukkan anjuran kepada kita untuk senantiasa menjaga keindahan dan penampilan. Terutama, ketika dalam melaksanakan ibadah.

Berpenampilan indah yang dicintai oleh Allah adalah yang sesuai dengan syariat, bukan penampilan yang dianggap indah dan bertentangan dengan syariat.

Sebagai contoh, mencukur jenggot dianggap sebagai penampilan yang indah bagi seorang laki-laki. Padahal, pada hakikatnya mencukur jenggot bukanlah bentuk keindahan yang dicintai Allah. Karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk tidak mencukur jenggot.

Contoh lain, wanita berhias dan menunjukkan perhiasannya (atau bahkan membuka auratnya) di luar rumah kepada selain suaminya dianggap sebagai bentuk keindahan. Padahal, pada hakikatnya itu adalah perbuatan dosa besar yang menjadi sebab masuk ke dalam neraka.wallahu ta'ala a'lam.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang indah dan dicintai olehNya.

آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

 Ust Riki
-Mahasiswa UIM-

Program Jodoh.
~{Just One Day One Hadith}~…

Wednesday, October 15, 2014

Hadits ke-28

Syarah Hadits ke-28

ﺍﻟﺘﺄﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻌﺠﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ

" Ketenangan bertindak dari Allah dan ketergesaan dari setan."
[Hadits hasan riwayat al-Baihaqi]

Ikhwah fillah...

Ketergesaan adalah tabiat manusia. Allah ta'ala berfirman:
"Manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa." [Qs 21: 37].

Setan pun berusaha memaksimalkan tabiat ini dalam keseharian kita. Meski demikian, Allah mengilhamkan ketenangan dan kematangan bertindak dan berucap ke dalam diri hamba-hambaNya.
Ketergesaan tanpa perhitungan yang matang sering manjadi petaka dan penyesalan di kemudian hari.
Tentu kita tidak lupa akan ketergesaan Bapak kita, Nabi Adam, yang mencicipi buah terlarang karena tergiur janji setan bahwa ia akan menjadi kekal. Padahal, justru sebaliknya, setelah dimakan, Beliau yang tadinya kekal di surga, malah dikeluarkan.

Nabi Musa juga memberi kita pelajaran. Ketika Beliau tergesa-gesa mengingkari Nabi Khidhr, justru mereka harus berpisah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika Musa bersabar, akan lebih banyak pelajaran yang didapat." [Hr al-Bukhari]

Ikhwah fillah...

Ketergesaan begitu sering menyertai kita. Kita tergesa belajar, hingga akhirnya banyak hal yang tidak kita kuasai betul. Imam Az-Zuhri mengatakan, "Sungguh ilmu yang kami miliki ini adalah buah menghafal satu-dua hadits atau satu-dua masalah fikih per hari." Sering kita tergesa dalam doa, sampai langsung mendikte Allah. Lupa mengawali doa dengan pujian dan shalawat.

Saat doa tak kunjung terlihat hasilnya, kita mengklaim sepihak bahwa Allah enggan mengabulkan. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa- gesa." [muttafaqun 'alaihi]

Kita kadang tergesa dalam berdakwah tanpa memperhatikan prioritas-prioritas dakwah hingga
dakwah tidak efektif atau bahkan gagal. Jika sudah tidak mendapat penerimaan, kita pun tergesa mencap mereka sebagai orang-orang yang menolak kebenaran, pengikut hawa nafsu, dan sebagainya tanpa mengoreksi metode dakwah kita.

Benarlah kata para ulama: "Barangsiapa tergesa melakukan sesuatu sebelum momennya, tidak akan memperolehnya.

Ikhwah fillah...

Bahkan dosa-dosa pada hakikatnya bersumber dari ketergesaan. Riba dan korupsi adalah bentuk ketergesaan mendapat harta sebanyak mungkin, semudah mungkin.  Zina dan pacaran adalah ketergesaan syahwat sebelum tiba momen yang halal. Menuduh dan memaki adalah wujud ketergesaan kita sebelum tabayyun dan memberi uzur. Demikian seterusnya. Semua adalah ketergesaan kita mereguk kepuasan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi kelak.

Ikhwah fillah...

Namun ingat, tidak tergesa-gesa bukan berarti lamban dan tidak peka. Perbedaannya ada pada kesesuaian dengan petunjuk agama, pemikiran yang matang, musyawarah, dan metode yang tepat.
Taufik dan bimbingan Allah juga besar pengaruhnya. Pun juga tipu daya setan. Lafal hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa seringkali kita menghendaki cepat tanggap, namun setan mengganggu dan menjadikannya ketergesaan. Atau bahkan kita sebenarnya menunda untuk berpikir matang karena ragu, namun dengan itulah Allah bimbing kita kepada at-taanni. Wallahu a'lam

Ust Nur Fajri Ramadhan
~Mahasiswa LIPIA~
Program Jodoh
~{Just One Day One Hadith}~

Hadits ke-27

Faidah hadits ke 27

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " تهادوا تحابّوا "

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Salinglah memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."

Penjelasan hadits

Hadits tersebut berisikan anjuran untuk saling memberikan kebaikan berupa hadiah, baik sesuatu yang besar maupun kecil.

Islam menganjurkan agar umatnya saling mencintai dan bersatu di dalam ukhuwah islamiyah. Oleh karena itulah, islam pun menganjurkan hal-hal yang menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang dan persatuan di antara kaum muslimin. Salah satunya, adalah dengan saling memberikan hadiah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kita.

Seorang yang diberikan hadiah oleh orang lain dianjurkan untuk menerima hadiah tersebut meskipun hanya sesuatu yang tidak seberapa harganya. Karena, dengan menerima hadiah akan menyenangkan hati orang yang memberikan hadiah tersebut.

Wallahu ta'ala a'lam.

و صلى الله على نبينا محمد.

Ust Riki
-Mahasiswa UIM-
Program Jodoh
{Just One Day One Hadith}

Hadits ke-26

Syarah Hadits ke-26

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:
ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻳﻌﻠﻮ ﻭﻻ ﻳﻌﻠﻰ

" Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya."
[Hadits hasan riwayat ar-Rawiyani, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, adh-Dhiya']

Ikhwah fillah…

Jika menilik kepada tiga fungsi Sunnah yang bisa merupakan penguat , penjelas, atau pedoman syariat yang tidak disebutkan Al-Qur'an, maka hadits ini termasuk kelompok pertama.
Allah ta'ala berfirman: "Janganlah kalian merasa lemah lagi bersedih hati padahal kalianlah yang
lebih tinggi kedudukannya jika kalian beriman." [QS 3: 139]

Islam adalah agama yang Al-Khaliq pilihkan bagi segenap manusia sejak zaman Nabi Adam 'alaihissalam hingga akhir zaman.  Otomatis semua tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia.

Bagaimana mungkin derajat Islam lebih rendah dari agama-agama kreasi manusia? Atau lebih rendah dari agama yang pada mulanya murni lalu dirombak fondasinya hingga menyimpang?

Ikhwah fillah…

Secara kemurnian dan keindahan ajarannya, semua telah mengakui, baik dengan lisan maupun
dalam lubuk hati karena gengsi. Kalangan non- muslim termasuk para penentang Islam pun tidak ragu akan ketinggian ajaran Islam. Namun, mengapa kondisi para pemeluknya seperti ini?
Miskin, bodoh, terbelakang, penuh konflik, tertindas, dan hal-hal yang menyesakkan dada lainnya. Ke mana hadits di atas? Barangkali sebagian yang berpenyakit hatinya akan mengatakan demikian.

Ikhwah fillah…

Hal itu adalah adalah sebab berpalingnya kita dari Islam. Kita enggan mempelajari apalagi menerapkannya. Kebanyakan kaum Muslimin pun lebih cenderung mencari ketinggian dan kemulian
dengan selain Islam. Dengan harta, tahta, bahkan berbangga dengan kuffar. Alih-alih kemuliaan dan ketinggian yang akan diraih, justru sebaliknya.

Umar ibn al-Khaththab pernah mengatakan: "Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Tatkala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah akan hinakan kita."

Ketika pasukan Islam kalah di Perang Uhud, mereka bertanya, "Bagaimana kita bisa kalah?" Allah menjawab, "Kekalahan itu karena kesalahan kalian sendiri." [QS 3: 165]

Ikhwah fillah…

Setelah mengoreksi diri, kita pun tak boleh lantas merendahkan diri. Banyak kaum Muslimin
yang jenius. Bukankah kemajuan Barat kini tak lepas dari andil ilmuwan dan universitas Islam?
Wilayah kaum Muslimin pun kaya akan SDA dan berpenduduk banyak. Bukankah di abad 15—20
M penjajah-penjajah Eropa datang ke sana untuk mencari bahan baku dan modal tenaga kuli untuk membangun peradaban yang kini mereka banggakan? Negeri-negeri kaum Muslimin pun sebagian
besarnya aman sentosa dan toleran terhadap non-muslim. Bukankah konflik dan penindasan yang terjadi itu karena ulah dan campur tangan kuffar?

Hingga hari ini pun masih banyak non-muslim yang bodoh, miskin, penuh konflik dan bencana alam.
Hanya saja seringkali media kurang adil hingga kuman di seberang lautan dibesar-besarkan supaya tampak namun gajah di pelupuk mata berusaha ditutupi hingga tak tampak. Kalaupun benar non-muslim lebih unggul, itu hanya di dunia yang boleh jadi istidraj.

Ingat bahwa "Dunia adalah penjara mukmin dan surganya kafir" [Hr. Muslim]

Ikhwah fillah…

Mari terapkan ajaran Islam dalam pribadi, keluarga, dan masyarakat kita agar kita menjadi umat yang mulia lagi tinggi. Wallahu a'lam

Ust Nur Fajri Ramadhan.
-Mahsiswa Lipia-
Program Jodoh.
{Just One Day One Hadith}


























Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH