Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Monday, June 29, 2015

Faidah Hadits 122

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 13 Ramadhan 1436 H / 30 Juni 2015
📝 Ustadz Varian Lc
🔊 Faidah Hadits 122 | Segala Sesuatu Telah Ditakdirkan
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 122 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى العَجْزُ والكَيْسُ
(رواه مسلم وأحمد)

" Segala sesuatu telah ditakdirkan, hingga sifat malas maupun semangat /rajin "(HR Muslim dan Ahmad)

✏الكيس:
rajin/semangat dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat baik dalam urusan dunia maupun akhirat.Adapun العجز:ketidakmampuan, menunda-nunda kebaikan baik yang mencakup kebaikan d dunia maupun akhirat.

✏Hadits menunjukkan bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah عز وجل dari perkara-perkara besar hingga perkara-perkara kecil.

✏Sifat atau watak semua manusia pun sudah ditakdirkan oleh Allah, namun sifat ini ada 2macam:
1⃣الجِبِلِّيُّ:watak/sifat bawaan.
2⃣الكَسْبِيُّ:
watak /sifat yang di usahakan yang pada asalnya bukan merupakan sifat bawaan orang tersebut.

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Wednesday, June 24, 2015

Faidah Hadits 118

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Rabu, 07 Ramadhan 1436 H / 24 Juni 2015
📝 Ustadz Varian Lc
🔊 Faidah Hadits 118| Sebarkanlah Salam Diantara Kalian
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
⬇Download Audio

-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 118 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :

" لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أولا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ"(رواه مسلم و أحمد وأبو داود والترمذي وابن ماجه)

"Kalian tidak akan bisa masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai, maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam antara sesama kalian "(HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Attirmidzy, dan Ibnu Majah)

📖 Hadits ini menunjukkan orang yang tidak beriman pada rukun Iman yang enam dan tidak beriman pada ajaran yang Rasulullah صلى الله عليه وسلم bawa, baik pada sebagian ajaran beliau ataupun seluruhnya niscaya tidak akan masuk surga, sehingga Iman merupakan syarat sah masuk surga.

📖 Adapun bagian yang selanjutnya, saling mencintai sesama muslim merupakan syarat kesempurnaan Iman, bukan syarat sahnya Iman, karena tidak saling mencintai sesama muslim tidak menghalangi seseorang dari masuk surga selama-lamanya, hal ini ditunjukkan oleh banyak dalil, di antaranya hadits bithaqah(Kartu Laa Ilaha illallah) ia hanya memiliki pahala bertauhid dan hadits:
حُوسِبَ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مِنَ القَبْرِ شَيْءٌ إلا أنه كَانَ يُخَالِطُ الناس وكان مُوسِرًا، فَقَالَ يَأْمُرُ غِلْمَانَهُ أن يَتَجَاوَزُا عَنِ المُعْسِر، قال الله : نحن أَحَقُّ بذلك منه (رواه البخاري :١٩٧٢ و مسلم:١٥٦١،واللفظ له)
"Akan di hisab orang yang dari zaman sebelum kalian, dan ia tidak memiliki amalan kebaikan sedikit pun, hanya saja dahulu ia suka bergaul dengan manusia dan ia adalah orang yang kaya, dan ia biasa memerintahkan budak-budaknya:" Maafkanlah orang-orang yang sulit (membawa hutang) ", lalu Allah berfirman :" Kami lebih patung untuk melakukan hal itu (memaafkannya dan tidak menyiksanya) (HR Al-Bukhary dan Muslim). Iapun hanya memiliki kebaikan itu saja.

📖 Di antara tanda sempurnanya Iman seseorang adalah memiliki sifat saling mencintai sesama muslim.

📖 Anjuran untuk menyebarkan salam, karena hal tersebut dapat menumbuhkan perasaan saling mencintai sesama muslim

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Varian Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Tuesday, June 23, 2015

Faidah Hadits 117

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 06 Ramadhan 1436 H / 23 Juni 2015
📝 Ustadz Ridwan Arifin Lc
🔊 Faidah Hadits 117|
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 117 🌺

ﺑﺴﻢ الله .

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما نقُصتْ صدقةٌ من مالٍ وما زاد اللهُ عبدًا بعفوٍ إلَّا عزًّا . وما تواضَع أحدٌ للهِ إلَّا رفعه اللهُ. أخرجه مسلم ٢٥٨٨، والترمذي ٢٠٢٩.

Allah Ta'ala berfirman :

(وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 216]

Meski ayat diatas bercerita tentang jihad berperang di jalan Allah, namun cakupan maknanya lebih luas dari sekedar perang. Dan sama seperti perang yang dibenci oleh nafsu karena merenggut nyawa dan kehidupan seseorang, begitu pula yang terjadi dengan bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

Harta yang disedekahkan tidaklah mengurangi harta yang dimiliki oleh seseorang karena pada hakekatnya ia sedang melaksanakan suatu ibadah yang mulia nan penuh faidah bagi dirinya kelak di akhirat. Allah Ta'ala berfirman :

(مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 261]

Dan perhatikan kerugian yang dialami oleh seseorang yang menyia-nyiakan amalan yang mulia ini dalam firman Allah Ta'ala :

(وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ)

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
[Qs. Al-Munafiqun : 10]

Begitu pula dengan memberi maaf. Tidak sedikit yang memandangnya sebagai suatu tanda kelemahan diri seseorang. Namun, itu semua hanyalah bisikan setan karena Allah menganjurkan untuk memberikan maaf kepada siapapun yang melakukan kesalahan. Allah Ta'ala berfirman :

(فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ )

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu."
[Surat Aal-E-Imran 159]

Dengan memberi maaf, maka akan tampaklah kemuliaan jiwa seseorang karena dia lebih mengedepankan hukum Allah dan Rasul-Nya ketimbang hawa nafsunya yang berhasrat ingin membalas.

Hal yang sama juga terjadi dengan sikap tawadhu. Suatu sikap mulia yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sikap ini merupakan sikap pertengahan antara sombong dan menghinakan diri. Seseorang yang bersikap tawadhu, maka ia akan menjauh dari nafsu untuk selalu menjadi yang terdepan, atau membanggakan harta dan kedudukan agar mendapat pujian serta penghormatan lebih dari orang lain. Ia berusaha menyembunyikan hal-hal yang berpotensi munculnya sifat sombong dalam dirinya dari penglihatan manusia, seperti harta, kedudukan, dsb. Oleh karenanya, pantas bila Allah mengangkat kedudukannya disisi-Nya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita agar bisa bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

اللهم أصلح لنا شأننا كله ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040
afwan yang diatas belum ada judul
💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Selasa, 06 Ramadhan 1436 H / 23 Juni 2015
📝 Ustadz Ridwan Arifin Lc
🔊 Faidah Hadits 117| Tiada rugi berniaga dengan Allah

👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 117 🌺

ﺑﺴﻢ الله .

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ما نقُصتْ صدقةٌ من مالٍ وما زاد اللهُ عبدًا بعفوٍ إلَّا عزًّا . وما تواضَع أحدٌ للهِ إلَّا رفعه اللهُ. أخرجه مسلم ٢٥٨٨، والترمذي ٢٠٢٩.

Allah Ta'ala berfirman :

(وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 216]

Meski ayat diatas bercerita tentang jihad berperang di jalan Allah, namun cakupan maknanya lebih luas dari sekedar perang. Dan sama seperti perang yang dibenci oleh nafsu karena merenggut nyawa dan kehidupan seseorang, begitu pula yang terjadi dengan bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

Harta yang disedekahkan tidaklah mengurangi harta yang dimiliki oleh seseorang karena pada hakekatnya ia sedang melaksanakan suatu ibadah yang mulia nan penuh faidah bagi dirinya kelak di akhirat. Allah Ta'ala berfirman :

(مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
[Qs. Al-Baqarah : 261]

Dan perhatikan kerugian yang dialami oleh seseorang yang menyia-nyiakan amalan yang mulia ini dalam firman Allah Ta'ala :

(وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ)

"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"
[Qs. Al-Munafiqun : 10]

Begitu pula dengan memberi maaf. Tidak sedikit yang memandangnya sebagai suatu tanda kelemahan diri seseorang. Namun, itu semua hanyalah bisikan setan karena Allah menganjurkan untuk memberikan maaf kepada siapapun yang melakukan kesalahan. Allah Ta'ala berfirman :

(فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ )

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu."
[Surat Aal-E-Imran 159]

Dengan memberi maaf, maka akan tampaklah kemuliaan jiwa seseorang karena dia lebih mengedepankan hukum Allah dan Rasul-Nya ketimbang hawa nafsunya yang berhasrat ingin membalas.

Hal yang sama juga terjadi dengan sikap tawadhu. Suatu sikap mulia yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sikap ini merupakan sikap pertengahan antara sombong dan menghinakan diri. Seseorang yang bersikap tawadhu, maka ia akan menjauh dari nafsu untuk selalu menjadi yang terdepan, atau membanggakan harta dan kedudukan agar mendapat pujian serta penghormatan lebih dari orang lain. Ia berusaha menyembunyikan hal-hal yang berpotensi munculnya sifat sombong dalam dirinya dari penglihatan manusia, seperti harta, kedudukan, dsb. Oleh karenanya, pantas bila Allah mengangkat kedudukannya disisi-Nya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita agar bisa bersedekah, memberikan maaf, dan bersikap tawadhu.

اللهم أصلح لنا شأننا كله ولا تكلنا إلى أنفسنا طرفة عين.
والله تعالى أعلم.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


✒ Ustadz Ridwan Arifin Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Faidah Hadits 116

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Senin, 05 Ramadhan 1436 H /22 Juni 2015
📝 Ustadz Riki Lc
🔊 Faidah Hadits 116| Keutamaan Seorang Mudazin Dihari Kiamat
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 116🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ

المؤذنون أطول الناس أعناقاً يوم القيامة

(( Para muadzin adalah manusia yang paling panjang lehernya kelak pada hari kiamat. ))

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang didapatkan oleh seorang muadzin.

Disebutkan di dalam hadits tersebut bahwa para muadzin akan memiliki leher paling panjang di antara manusia yang lain ketika dibangkitkan kelak pada hari kiamat. Sehingga, mereka akan mudah dikenali ketika itu. Hal tersebut dikarenakan ketika di dunia mereka senantiasa mengumandangkan adzan yang berisikan takbir, pernyataan dua kalimat syahadat, serta seruan untuk menunaikan ibadah sholat yang selalu didengar oleh manusia. Oleh karena itu, ketika di akhirat Allah memberikan kepada mereka ciri-ciri khusus yang menjadikan manusia mengenal bahwa merekalah orang yang selalu didengar suaranya ketika datang waktu sholat.

Beberapa faidah yang dapat kita ambil dari hadits di atas :
1. Keutamaan seorang muadzin
2. Ganjaran atas suatu amalan akan sesuai dengan amalan tersebut
3. Anjuran untuk menampakkan syiar islam, seperti adzan
4. Anjuran untuk semangat dalam kebaikan
5. Keutamaan mengajak kepada kebaikan

ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ
ﻭ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

✒ Ustadz Riki Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Saturday, June 20, 2015

Faidah Hadits 115

💖 PROGRAM Just One Day One Hadith 💖
Jumat, 02 Ramadhan 1436 H / 19 Juni 2015
📝 Ustadz Akhmad Fahrisan Lc
🔊 Faidah Hadits 115| Kriteria Hamba Yang Allah Cintai
👤 - 💿 Ustadz Fathul Ulum. Lc
-----------------------------
🌺Faedah Hadits ke 115 🌺

ﺑﺴﻢ الله .
ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟﻠﻪ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩُ،
ﻭَﻧَﻌُﻮْﺫُ با لله ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ،
ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪ ﻓَﻠَﺎ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻠَﺎ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ،
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ،
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .

ﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠّﻢ :

(( إن الله يحب العبد التقي الغني الخفي ))

Dari Sa'ad ibnu Abi waqqash , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertakwa, yang kaya hati, lagi penyendiri (sibuk beribadah)". (Hadits Shahih, Riwayat Muslim dan Ahmad. Lihat Shahiihul jaami' no. 1882).

بسم الله و الصلاة و السلام على رسول الله ، أما بعد :
Dalam hadits ini dijelaskan bahwa di antara ciri-ciri hamba yang dicintai Allah yaitu :

1- senantiasa bertaqwa, yakni melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya kapanpun dan dimanapun ia berada.

Dan ada pendapat yang mengatakan bahwa maksudnya ia sangat kuat dalam menjauhi perbuatan dosa.
Sebagimana perkataan bijak :

اترك ما حرم الله تكن أعبد الناس
"Tinggalkanlah apa yang Allah haramkan, dengan itu kamu menjadi manusia yang paling banyak beribadah"

2- Kaya hati, walaupun tidak kaya hartanya. Maka kaya hati ini juga mencangkup orang miskin yang sabar dan orang kaya yang bersyukur.

3- Serta penyendiri, yakni tidak suka ketenaran maupun popularitas, melainkan ia lebih fokus beribadah dan menjauhi riya'.

Kita berdoa dan memohon kepada Allah supaya kita diberi sifat-sifat tersebut, Allahumma aamiin ya rabbal alamin.

و الله تعالى أعلم، و صلى الله على نبينامحمد و آله و صحبه و سلم.


✒ Ustadz Akhmad Fahrisan Lc
@Program JODOH
-----------------------------
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp 📱 berikut :
+6281808194040

Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH