Faidah Hadits Program Just One Day One Hadits

Wednesday, December 31, 2014

Faidah Hadits ke 64

Faidah Hadits ke-64

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال عليه الصلاة والسلام : لا تدخل الملائكة بيتا فيه تماثيل أو تصاوير.
أخرجه مسلم.

Beberapa faidah hadits ini sudah dijelaskan pada penjelasan hadits nomor ke-43. Sehingga tidak akan diulas kembali. Sedikit tambahan dari faidah yang tersampaikan, yaitu mengenai hukum menggambar makhluk bernyawa.

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya pembuat gambar (bernyawa) ini akan diazab pada hari kiamat. Lalu dikatakan kepadanya: Hidupkan gambar yang kalian buat ! "
(H.R. al Bukhari & Muslim)

Hadits diatas menjelaskan bahwa menggambar makhluk bernyawa merupakan dosa besar. Pelakunya diancam dengan azab yang pedih karena perbuatannya yang ingin menyerupai ciptaan Allah.

Lantas, bagaimana solusinya bila gambar tersebut ada di rumah kita?

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menceritakan ucapan malaikat Jibril 'alaihissalam, (ia mengatakan) "Bagaimana aku (Jibril) bisa masuk sementara ada tirai bergambar didalam rumahmu ? potonglah bagian kepalanya atau jadikan sebagai alas untuk diduduki (bila ingin tetap digunakan)."
(H.R. an Nasa'i, dinyatakan shahih oleh Syaikh al Albani dalam Shahih an Nasa'i)

Lalu, bagaimana dengan malaikat pencatat amal manusia, apakah dia juga akan menjauh karena adanya gambar atau patung makhluk yang bernyawa didalam rumah ?

Imam an Nawawi dalam kitabnya al Minhaj Syarh Shahih Muslim (14/308) berkata, "Adapun malaikat penjaga, ia dapat masuk ke setiap rumah dan terus bersama manusia dalam setiap keadaan karena ia diperintah untuk menghitung amal perbuatan mereka (manusia)."

اللهم علمنا ما ينغعنا وانفعنا بما علمتنا وبارك لنا فيه ربنا زدنا علما وارزقنا فهما.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم وبارك على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله  وصحبه أجمعين.

 Ust Ridwan Arifin - Mahasiswa UIM 

@Program Jodoh 
:
https://www.dropbox.com/s/vsie8qw5i21au4t/Fawaid%20hadits%2064.aac?dl=0

Tuesday, December 30, 2014

Faidah Hadits ke-63

Faidah Hadits ke 63

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده و والده و الناس أجمعين
"Tidaklah sempurna keimanan seseorang di antara kalian hingga dia menjadikan aku lebih dicintai daripada anaknya, bapaknya, dan seluruh manusia."

Hadits ini menunjukkan tentang kewajiban mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam. Kecintaan kepada Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam haruslah lebih besar daripada kecintaan kepada siapapun selain beliau, meskipun mereka adalah keluarga kita sendiri. Karena, beliau telah menyampaikan hidayah yang merupakan modal kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Adapun bentuk kecintaan kepada beliau adalah dengan mengikuti dan menjalankan syariat yang beliau contohkan. Bukan dengan melakukan amalan-amalan yang justru ditolak di dalam islam. Karena, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa membuat hal baru dalam urusan (agama) kami ini, maka amalannya tersebut tertolak."( HR. Bukhori & Muslim)

Maka, jika seseorang benar-benar mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam melebihi kecintaan kepada siapapun, dia tidak akan mendahulukan ketaatan kepada siapapun jikalau menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap apapun. Amiin.

 Ust Riki - Mahasiswa UIM semester akhir 

@Program Jodoh

Faidah Hadits ke 62

Faidah Hadits ke 62
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب))
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam gulat, sesungguhnya orang yang kuat itu yang mampu menahan nafsu amarahnya". (Hadits sahih riwayat Ahmad)
Penjelasan hadits
Amarah adalah suatu gejolak jiwa pada diri manusia yang terkadang sulit dikendalikan atau dibendung, bisa jadi ketika seseorang marah terlontar dari lisannya kata-kata yang tidak pantas, atau bahkan berbuat sesuatu yang membahayakan orang lain, bisa juga terjadi kekacauan dan keributan antara orang banyak disebabkan amarah yang tidak mampu dibendung, hal ini dikaranakan sulitnya menahan diri dari pengaruh amarah, kecuali orang-orang yang diberi taufiq dan kemudahan oleh Allah untuk menahan dan mengendalikan amarahnya.
Karena itulah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita suatu bentuk kekuatan jiwa yang luar biasa , yang mana barangsiapa memiliki kekuatan ini lebih layak diberi sifat "kuat" daripada orang yang pintar bergulat atau berkelahi yang mudah menjatuhkan lawannya dengan mudah, kekuatan ini adalah kekuatan menahan dan mengendalikan amarah, itulah kekuatan batin yang perlu dimiliki setiap manusia selain kekuatan lahiriah.
Karena banyak manusia yang fisiknya kuat namun ketika ditimpa amarah, tidak bisa mengendalikan dirinya, sehingga banyak merugikan orang lain bahkan merugikan dirinya sendiri.
Hal ini semakna dengan firman Allah subahanahu wa ta'ala dalam surat ali imran ayat 134 ketika menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang bertaqwa :
الذين ينفقون في السراء و الضراء و الكاظمين الغيظ و العافين عن الناس
"Yaitu orang-orang yang berinfaq baik dalam baik dalam kondisi senang maupun susah, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan suka memaafkan manusia"
Dalam suatu hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita salah satu cara dalam menahan amarah yaitu dengan berwudhu, karena asal amarah adalah dari syetan sedangkan syetan terbuat dari api, maka api akan padam dengan air.
Dalam hadits lain juga diajarkan cara lain menahan amarah, yaitu ketika sedang berdiri maka hendaklah duduk, dan ketika duduk maka hendaklah berbaring.
Hal ini dikarenakan pentingnya salah satu akhlaq terpuji ini yaitu menahan amarah, sehingga dalam suatu hadits Abu hurairah, ada seorang sahabat yang meminta wasiat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , maka beliau mengatakan kepadanya sebanyak 3 kali :
لا تغضب
"Janganlah kamu marah"
Semoga Allah senantiasa membimbing dan memudahkan kita dalam melatih akhlaq yang baik ini,
Wallahu ta'ala a'lam
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
 Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM semester akhir Fakultas Hadist 
@Program Jodoh

Faidah Hadits ke 61

Syarh Hadits 61
"BARANGSIAPA YANG ALLAH KEHENDAKI KEBAIKAN BAGINYA, NISCAYA DIA KARUNIAKAN FIQH (PEMAHAMAN) ATAS AGAMANYA."  Muttafaqun 'alaihi
Hadits ini adalah salah satu motivator menuntut ilmu yang paling dahsyat. Beberapa faidah hadits ini:
1. Allah ta'ala memiliki iradah (kehendak). Ini adalah akidah Ahlussunnah waljama'ah, berbeda dengan Muktazilah dan Jahmiyyah yang menolaknya.
2. Di antara akidah Aswaja yang tersirat di hadits ini juga: sebagaimana Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia juga berhak untuk melakukan sebaliknya, yakni tidak menghendaki kebaikan bagi hambaNya.
Allah berfirman: "...dan barangsiapa yang Allah berkehendak menyesatkannya, Dia jadikan hatinya sesak dan berat seakan naik ke langit..." Qs Al-An'am: 125
Hal ini berbeda dengan klaim Muktazilah.
3. Al-Hafidzh Ibnu Hajar mengingatkan bahwa yang dimaksud dengan fiqh di sini adalah pemahaman agama yang membuahkan amal shalih, seperti ibadah dan amar makruf nahi munkar.
Adapun hanya sekedar pengetahuan dan wawasan, justru bisa menjadi bumerang.
4. Ciri munafik adalah tidak faqih. Allah berfirman: "Demikian itu karena mereka tidak memiliki fiqh (pemahaman)." Qs 59: 13
Ayat-ayat yang senada pun banyak ditemukan di Al-Quran.
Semoga Allah memberikan kita fiqh dan amal shalih.
Wallahu A'lam.
♻ Ust Fajri hafidzahulllah ♻
@Program Jodoh 


Faidah Hadits ke 60

Faidah Hadits ke 60
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال عليه الصلاة والسلام: كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى.
أخرجه البخاري في صحيحه.
Masuk kedalam surga merupakan impian & harapan setiap orang. Dan secara umum, sebuah harapan yang tidak diteruskan dengan langkah-langkah pasti guna mewujudkannya, tentu hanya sekedar impian dan angan-angan semata.
Taat kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam merupakan 'harga mati' (baca: harus, wajib) bagi siapapun yang ingin selamat dunia & akhirat karena ketaatan kepadanya termasuk bagian dari ketaatan kepada Allah.
Allah Ta'ala berfirman :
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ  (النساء : 80)
Bahkan, kecintaan Allah dan ampunan-Nya akan diperoleh bagi mereka yang taat kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.
Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (آل عمران : 31)
Taat disini mencakup ketaatan dalam seluruh aspek syari'at yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam. Sehingga tidak boleh pilah-pilih syari'at, seperti taat dalam masalah ibadah tapi tidak untuk perkara muamalah, atau sebaliknya taat dalam perihal muamalah tapi tidak mau beribadah, dst.
Allah Ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ  (البقرة : 208)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينً (الأحزاب : 36)
Melaksanakan syariat secara sempurna bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kesungguhan dan taufiq dari Allah Ta'ala karena pasti akan banyak rintangan yang menghalangi. Setan dan rekan-rekannya tidak akan tinggal diam. Meski demikian, seseorang tidak boleh berputus asa. Teruslah beramal dan ingat sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam :
أما أهل السعادة فييسرون لعمل السعادة، أما أهل الشقاوة فييسرون لعمل الشقاوة. (أخرجه البخاري)
Allah Ta'ala berfirman:
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى (الليل : 5 - 10)

اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
 Ust Ridwan Arifin - Mahasiswa UIM ♻
@Program Jodoh 



















Monday, December 22, 2014

Saturday, December 20, 2014

Faidah Hadits ke-55

Faidah Hadits 55

من ستر أخاه المسلم في الدنيا ستره الله يوم القيامة
"Barangsiapa menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat."

Hadits ini merupakan sebuah anjuran untuk menutupi aib seorang muslim, baik aib secara fisik maupun aib yang ada pada perbuatannya. Maka, selayaknya seorang muslim apabila mengetahui suatu aib pada diri muslim yang lain, hendaknya ia berusaha untuk tetap merahasiakan hal tersebut kecuali ada sebuah kemaslahatan dalam membicarakan aib tersebut kepada orang lain. Sama saja, apakah aib itu berupa aib fisik, maupun aib dalam hal agama, harta, atau kehormatannya.

Adapun ganjaran bagi orang yang menutupi aib orang lain adalah sebagaimana disebutkan di dalam hadits di atas. Yaitu, pada di akhirat kelak Allah akan menutupi aib yang ada pada dirinya berupa kekurangan dan dosa-dosa yang pernah dilakukannya dari seluruh makhluk. Ini merupakan sebuah ganjaran yang besar. Karena, seluruh amalan setiap manusia akan ditampakkan oleh Allah ta'ala. Maka, jika Allah menutupi dosa-dosanya dari hadapan seluruh makhluk, berarti itu merupakan kemuliaan dan keutamaan yang besar.

Semoga Allah menutupi dan menghapus dosa-dosa kita yang tampak maupun yang tidak pernah kita tampakkan di dunia. Aamiin.
Walhamdulillahi robbil 'alamin.

 Ust Riki - Mahasiswa UIM semester akhir

@Program Jodoh 

Faidah Hadits ke-54

Faidah Hadits ke 54
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :
كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع.
رواه مسلم.
Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda "Cukuplah bagi seseorang itu dikatakan sebagai seorang pendusta ketika ia berbicara dari setiap apa yang ia dengar"
hadits shohih riwayat Muslim.
Penjelasan hadits
Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta'ala dalam Al Quran surat Al isra' ayat 36 :
و لا تقف ما ليس لك به علم
Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya.
Begitu juga surat al hujurat ayat 6 :
يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا
Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya.
Islam mengajarkan manusia untuk selalu berhati-hati dalam berucap, karena sangat banyak seseorang terjerumus dalam kemaksiatan dan kebinasaan dikarenakan lisannya, dan diantara hal sangat perlu diwaspadai dalam menjaga lisan adalah berhati-hati dalam menerima berita / info dan tidak gagabah dalam menyampaikannya.
Dalam 2 ayat tadi ditegaskan perintah untuk bertabayyun (menyelidiki kebenaran suatu berita) sebelum menyampaikannya, sekaligus larangan untuk sembarangan mengikuti perkara yang belum diketahui kebenarannya.
Dalam hadits ini pun seseorang yang asal-asalan menyampaikan segala berita tanpa menyelidiki kebenarannya dicap oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai pendusta, karena belum tentu setiap berita yang ia dengar itu benar, sehingga bisa jadi ia sudah pasti akan menyampaikan berita yang terkadang ia sudah menyangka ada kemungkinan bohongnya namun ia tetap gegabah menyampaikannya, makanya ia pun dicap sebagai pembohong dengan sebab itu.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa yang namanya berita pasti ada yang benar dan ada yang dusta, maka ketika seseorang asal-asalan menyampaikan semua berita yang ia dengar tanpa menyelidikinya, sudah pasti akan ada berita dusta yang ia sampaikan dan dengan itu ia telah berdusta, karena berdusta adalah meyampaikan hal yang tidak sesuai kenyataan baik sengaja maupun tidak sengaja, dan jika sengaja maka ia berdosa.
Maka adab seorang mukmin dalam menerima berita adalah segara kroscek dan menyelidiki kebenarannya, dan tidak menyampaikannya kecuali setelah tau bahwa berita yang ia dengar itu benar sesuai kenyataan. Jika setelah dikroscek masih belum diketahui benar apa tidak, maka tahanlah lisan kita dari menyampaikanya. Sehingga kitapun selamat dari dosa dan ancaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits tersebut.
Semoga Allah menjadikan kita di antara hamba-hambanya yang bertaqwa dan selalu menjaga lisan sehingga kita dijauhkan dari neraka dan didekatkan dengan surga dengan sebab kita selalu menjaga lisan.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
 Akhmad Fahrisan - Mahasiswa UIM Semester akhir Fakultas Hadist 

@Program Jodoh

Faidah Hadits ke-53

SYARAH HADITS 53

Sahabat sekalian...Manusia ada empat kelompok:
1. yang berumur pendek dan amalnya buruk
2. yang berumur panjang dan amalnya buruk,
inilah yang paling celaka
3. yang berumur pendek namun amalnya baik
4. yang berumur panjang dan amalnya baik
inilah yang paling beruntung Usia dan amal termasuk dua dari empat hal yang telah ditulis malaikat di rahim seorang Ibu ketika masa kehamilannya telah mencapai 4 bulan. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya setiap kalian diciptakan pertama kali dalam bentuk setetes mani 40 hari, kemudian berubah bentuk menjadi segumpal darah 40 hari, kemudian menjadi seonggok daging 40 hari, kemudian diutuslah padanya seorang malaikat. Lalu ia pun meniupkan ruh serta menuliskan empat taqdir: rezeki, ajal, amalnya, dan keadaannya sengsara ataukah bahagia." Hr Al-Bukhari dan Muslim.
Dengan demikian, usia dan amal manusia telah Allah tentukan. Hanya saja ada perbedaannya. Usia mutlak tidak bisa kita usahakan, sementara amal bisa kita usahakan. Para sahabat bertanya, "Jika takdir sudah ditentukan, lantas apa gunanya beramal?" Rasulullah menjawab, "Tidak. Justru tetaplah kalian beramal karena setiap orang akan dimudahkan beramal sesuai takdirnya." Hr Al-Bukhari
Para ulama menjelaskan, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan menjemputnya. Meskipun demikian, semua orang selalu bersemangat bekerja tanpa berpangku tangan. Semua seolah membayangkan kalau dirinya hidup masih lama. Demikianlah seharusnya dalam amal shalih. Bukannya berpangku tangan, justru hendaklah setiap orang bersungguh-sungguh dalam amal shalih sembari yakin bahwa memang takdirnya adalah menjadi orang yang shalih lalu masuk ke surga.
Usia panjang hakikatnya sama seperti harta yang melimpah. Ia hanyalah ujian bagi pemiliknya. Betapa banyak orang yang semakin tua justru semakin 'menjadi-jadi' dalam dosa. Karenanya para ulama tidak menyukai bila didoakan hanya agar umurnya dipanjangkan. Namun mereka menambahkan, "… dan dikaruniakan kekuatan untuk beramal shalih."
Sahabat sekalian...
Ingatlah bahwa Allah pun Maha Pemurah, amal shalih yang dikerjakan seseorang, berpotensi menjadi sebab panjang umurnya. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang ingin umurnya dipanjangkan dan rezekinya dilancarkan, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." Hr Al-Bukhari dan Muslim.

Semoga kita mampu memanfaatkan setiap menit hidup kita dalam kebaikan, dzikir, tafakkur,syukur, dst… Amin.

 Ust Fajri hafidzahulllah ♻

@Program Jodoh 

Tuesday, December 16, 2014

Faidah Hadits ke-52

Faidah Hadits ke-52

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال عليه الصلاة والسلام : بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت.
أخرجه الترمذي، والحديث أخرجه البخاري ومسلم بلفظ : وحج البيت وصوم رمضان.

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengibaratkan agama Islam layaknya sebuah bangunan yang terdiri dari lima pilar (rukun) utama yang kokoh lagi saling menguatkan.
Atas dasar ini, para ulama berpendapat dibolehkannya membuat sebuah permisalan disaat seseorang menerangkan suatu hal yang bersifat maknawi agar lebih mudah dipahami.

Mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan rukun asasi diantara rukun lainnya. Ia adalah kunci diterima atau tidaknya suatu amalan. Maknanya suatu amalan akan diterima bila terpenuhi dua syarat, yaitu ikhlas & ittiba'. Syarat ikhlas terkandung dalam syahadat La ilaha illallah. Sedangkan syarat ittiba' terkandung dalam syahadat Muhammad Rasulullah.

Shalat merupakan rukun Islam kedua yang amat penting. Dia merupakan shilah (tali penyambung) antara seorang hamba dengan Rabb-nya. Kedudukannya sangatlah agung. Bahkan, ia adalah amal penentu nasib seseorang pada hari perhitungan kelak. Bila bagus, maka perhitungan amalnya akan mudah. Bila tidak, maka akan menjadi sangat sulit.

Zakat merupakan amalan penting. Selain untuk membersihkan harta seseorang, dia juga menjadi penghubung antara si kaya dengan si miskin. Dengan zakat, kesejahteraan sosial akan terwujud.

Shaum di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang utama. Seseorang yang berpuasa karena Allah, maka Allah menyediakan balasan yang berlipat baginya yang disimpan disisi-Nya.

Haji merupakan amalan yang sangat agung. Seseorang yang bisa melaksanakan ibadah haji secara sempurna, maka ia akan mendapatkan pahala haji mabrur, yaitu masuk kedalam surga.
Mengingat bahwa ibadah haji ini membutuhkan banyak pengorbanan, maka Allah -dengan hikmah-Nya- tidak mewajibkan bagi semua hamba-Nya. Hanya orang yang mampu saja yang wajib berhaji.

Siapa diantara umat muslim yang tidak pernah mengetahui lima rukun Islam diatas? Tentu semua sudah tahu. Namun, berapa banyak yang mampu menerapkan ilmu yang telah didapat tersebut ?

Semoga Allah senantiasa membimbing kita menuju ridho-Nya. Amin.

والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ust Ridwan Arifin - Mahasiswa UIM -

@Program Jodoh ♻

Sunday, December 14, 2014

Hadits ke-51

Hadits 51

إن الصدق يهدي إلى البر و إن البر يهدي إلى الجنة. و إن الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا
"Sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Hendaknya seorang senantiasa jujur sehingga ditetapkan sebagai orang jujur di sisi Allah."

Hadits ini merupakan perintah agar kita senantiasa jujur dalam berkata dan berbuat. Makna jujur adalah mengabarkan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Kejujuran merupakan sebuah amal kebaikan dan akan membawa kepada kebaikan-kebaikan lainnya. Sehingga, itu merupakan sebab yang memasukkan seseorang ke dalam surga.
Disebutkan pula di dalam hadits di atas bahwa seorang yang senantiasa jujur dalam kesehariannya, maka Allah akan menjadikan kejujuran sebagai suatu tabiatnya dan manusia akan mengenal kejujuran yang ada pada dirinya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dituliskan sebagai orang jujur di sisi-Nya. Aamiin.
 Ust Riki -  Mahasiswa UIM semester akhir 

@Program Jodoh ✅

Saturday, November 8, 2014

Tuesday, November 4, 2014

Hadits ke-44

♻ Faidah Hadits ke-44

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال عليه الصلاة والسلام : لا تكثر الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب.
أخرجه الترمذي وابن ماجه.

Hukum asal tertawa adalah mubah. Namun, bila intensitasnya berlebihan, maka bisa menjadi makruh.

Kaum muslimin hafizhakumullah

Adakah orang yang ingin hatinya mati sehingga tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara salah dan benar ?
Tentu, tidak akan ada yang ingin mengalaminya.

Setiap orang menginginkan hatinya hidup sehingga bisa menjalani kehidupan dengan baik & bermanfaat. Namun, sayangnya sedikit sekali orang yang merawat hatinya agar tetap 'subur' bahkan ada yang sengaja membiarkannya 'layu' dan mati perlahan.

Kaum muslimin hafizhakumullah

Diantara sebab matinya hati seseorang adalah lalai dari mengingat akhirat. Dan banyak tertawa merupakan wasilah (sarana) menuju kelalaian tersebut. Itu sebabnya Rasulullah melarang banyak tertawa.

Kita memohon kepada Allah agar terjauh dari sifat lalai terhadap akhirat.

Wallahu a'lam.
Wallahul muwaffiq.

Ust Ridwan Arifin

♻ Program Jodoh

{Just One Day One Hadith}

Sent from Yahoo!7 Mail on Android

Hadits ke-42

♻ Faidah Hadits ke 42

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda,

"Senyumanmu di hadapan saudaramu
adalah sedekah." [Hr at-Tirmidzi].

Ikhwah fillah, a'azzakumullah…

Jangan Anda kira wibawa adalah dengan selalu berwajah serius dan mengerutkan dahi layaknya orang sedang berpikir.

Jangan pula Anda duga
bahwa tersenyum pada sesama adalah kelemahan
dan ketidakjantanan.

Justru sebaliknya, inilah
akhlaq baik yang selalu dipraktekkan Rasulullah
shallallahua 'alaihi wa sallam beserta para
sahabat.

Anas ibn Malik, asisten Sang Nabi,
menuturkan bahwa belum pernah Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam berpapasan
denganku melainkan beliau menyunggingkan
senyum.

Justru itulah kunci wibawa dan pesona
seseorang. Orang yang ramah dan murah senyum akan lebih dihargai oleh orang-orang sekitarnya.

Senyuman adalah wujud kerendahan hati dan
penghargaan terhadap sesama. Ia akan sulit
dilakukan dengan tulus oleh orang-orang yang
buruk perangainya.

Uniknya, para pakar hadits kenamaan seperti Ishaq ibn Rahawaih, Asy-Sya'bi, Abdullah ibnul Mubarak rahimahumullah
mendefinisikan akhlaqul karimah dengan
senyuman dan keceriaan wajah.

Ikhwah fillah, a'azzakumullah…

Senyum merupakan ucapan selamat datang
terindah. Sekalipun ratusan karangan bunga
dipajang dan puluhan meter karpet merah digelar untuk menyambut Anda di sebuah walimah, namun
jika semua orang di sana bermuka masam, tidak tersenyum sedikitpun kepada Anda, tentu Anda akan berpikir sebaiknya tidak usah hadir saja.

Sebaliknya, bila tidak ada jamuan yang istimewa, namun rekan Anda menyambut Anda dengan senyum yang merekah, tentu apapun menunya,
kesan Anda akan selalu baik tentangnya.

"Senyuman dapat membuat perubahan besar"

Sobat yang sedang dirundung masalah pun
kontan akan merasa terhibur kala koleganya
ramah tersenyum di hadapannya.

Bahkan, bukankah seringkali sekedar senyuman itu lebih
dahsyat dari sedekah berupa materi namun
dipenuhi keangkuhan dan ketidakramahan saat
memberi?

Ikhwah fillah, a'azzakumullah…

Hadits di atas ada lanjutannya, yaitu: "…, amar makruf-nahi munkar juga merupakan sedekah, memberi petunjuk jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, membimbing orang yang tunanetra juga sedekah, menyingkirkan batu,
duri, atau tulang yang mengganggu di jalan juga sedekah, serta menuangkan air dari embermu ke
dalam ember saudaramu juga sedekah."

Ikhwah fillah, a'azzakumullah…

"Jangan sekali-kali engkau remehkan kebaikan apa pun meski hanya sekedar menemui saudaramu dengan wajah yang ceria." [Hr Muslim].

Wallahul Muwaffiq.

Ust Nur Fajri Ramadhon.

Just One Day One Hadith.

Sunday, November 2, 2014

Hadits ke-43

♻ Faidah Hadits 43

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "لا تدخل الملائكة بيتاً فيه كلب و لا صورة"
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Malaikat tidak akan memasuki suatu rumah yang terdapat di dalamnya anjing maupun gambar."

Penjelasan Hadits

Hadits tersebut menerangkan bahwa keberadaan anjing maupun gambar makhluk bernyawa di dalam rumah menjadi penghalang masuknya malaikat ke dalam rumah tersebut.

Malaikat yang dimaksud di dalam hadits tersebut adalah malaikat rahmat. Adapun malaikat yang tugasnya mencatat amalan manusia, maka ia terus bersama manusia tersebut tanpa terkecuali.

Dikecualikan dari hadits tersebut anjing yg digunakan untuk berburu atau menjaga ternak dan ladang. Adapun selain itu, maka termasuk di dalam kandungan hadits diatas.

Sedangkan gambar yang dimaksud di dalam hadits adalah gambar makhluk yang memiliki ruh, baik manusia maupun binatang.

Wallahu ta'ala a'lam.

Ust Riki

@program jodoh
Just One Day One Hadits

Thursday, October 30, 2014

Hadits ke-39

♻Faidah Hadits ke 39

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang diantara kalian yang apabila beramal seantiasa merutinkannya".

(Hadits Hasan, Riwayat al-Baihaqi dalam kitab syu'abul iman, Lihat Shahiihul jaami' no. 1880).

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita suatu sifat yang dicintai Allah dari hambanya, yaitu apabila seorang hamba sedang beramal maka dianjurkan untuk merutinkannya, sehingga ia bisa memperoleh kecintaan Allah, karena jika Allah telah cinta kepada hamba-Nya maka Allah akan merahmatinya dengan memasukkannya ke surga.

Yang dimaksud dengan beramal disini adalah amalan ibadah seperti shalat, puasa, ataupun sedekah, maupun amalan duniawi yang ada kaitannya dengan ibadah dan agama seperti belajar, bekerja, berdagang, mengajar, berdakwah, berolahraga, berlatih apabila semuanya diniatkan untuk membantu kepentingan islam dan kaum muslimin.

Kemudian yang dimaksud dengan merutinkan amalah adalah menyempurnakannya dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, tanpa melalaikannya serta konsisten terus menjaga rutinitas amalannya walaupun sedikit.

Sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : sebaik-baik amalan adalah yang paling rutin dilakukan walaupun sedikit.

Karena jika amalan tersebut terus selalu dilakukan maka itu akan memudahkan ia mendapatkan husnul khatimah ketika ajal tiba, kerena seseorang akan meninggal dalam keadaan amalan yang paling sering dilakukannya.

Dan tidak disyaratakn harus amalan yang keras atau berat, kerana jika amalan itu ringan maka akan semakin mudah terus dilakukan secara sempurna.

Begitu pula ketika ia selalu merutinkan amalannya, maka ia telah menjaga kecintaan dan keridoan Allah padanya, sehingga akan membuahkan rahmat Allah baginya di hari kiamat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Ust Akhmad Fahrisan

Just One Day One Hadith

Monday, October 27, 2014

Hadits ke-38

♻ Faidah Hadits ke 38

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Diantara kalian yang paling dekat  tempat duduknya dengan ku (Rasulullah) pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya".

(Hadits Shahih, Riwayat at-Tirmidzi. Lihat Shahiihul jaami' no. 1176).

Kabar Gembira!
Sebuah kabar gembira bagi orang-orang yang merindukan bertemu dan bersanding dengan Baginda kita Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam...

Hadis di atas menjadi pemantik semangat bagi setiap muslim yang ingin mendapat tempat duduk yang paling dekat dengan Nabi Muhammad di hari kiamat kelak...

Sebuah amalan yang sangat mulia dengan hadiah doorprice yang tak ternilai harganya...
Amalan itu adalah Akhlak Mulia...

Dengan berakhlak mulia dan terpuji serta sopan-santun kita akan mendapatkan balasan kebaikan berupa kedekatan dengan Nabi di akhirat nanti...

Akhlak mulia telah melekat dan menjadi identitas seorang muslim yang baik...Oleh karena itu Allah dan Rasul-Nya menjanjikan pahala dan ganjaran yang besar untuk orang yang berusaha berakhlak terpuji dan mulia...

Allah di dalam Al-Quran menjelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad dalam firman-Nya yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS Al-Qolam: 4)

Ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu'anha pernah ditanya tentang akhlak nabi, beliau menjawab: "Akhlak dan budi pekerti beliau adalah Al-Quran".

Oleh karena itu kita sebagai muslim dan umat Muhammad sangat pantas untuk berusaha mengikuti dan meneladani beliau sebagaimana yang Allah firmankan yang artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al-Ahzab 21)

serta dalam firman-Nya: "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Ali-Imran 21)

ada beberapa hal yang mendorong kita untuk berakhlak dan berprilaku mulia:

1. Kita harus berakhlak mulia sebagai bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya...

2. Kita berakhlak mulia sebagai bentuk cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya...

3. Kita berakhlak mulia untuk menjadi muslim yang baik...

4. Kita berakhlak mulia untuk mendapatkan doorprice berupa ganjaran pahala yang melimpah, surga, dan kedekatan dengan Nabi Muhammad di akhirat kelak...

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad pernah memerintahkan kita untuk selalu berakhlak mulia dalam sabdanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Bertakwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, iringi perbuatan jelek dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik akan menghapus dosa perbuatan jelek, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang terpuji." (HR. At-Turmudzi, dan beliau menyatakan, Hadits hasan.)

Semoga kita selalu diberikan taufiq oleh Allah untuk dapat berakhlak dan bergaul dengan akhlak mulia...

Kita memohon kepada Allah dengan berdoa
"اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت، واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت"

artinya: "Ya Allah tunjukilah kami kepada akhlak yang mulia dan terpuji, tidak ada yang mampu menunjuki kepadanya selain Engkau, dan palingkan dari kami akhlak yang buruk dan tercela, karena tidak ada yang mampu memalingkannya dari kami kecuali Engkau ya Allah"...

Aaaamiiinn ya robbal 'alamin...

Ust Taufiq Hidayah
Just One Day One Hadith

Hadits ke-37

♻Faidah Hadits 37

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila ada dua orang yang sedang berbicara rahasia maka janganlah kamu ikut nimbrung diantara mereka".

(Hadits Shahih, Riwayat  Ahmad. Lihat Shahiihul jaami' no. 744).

Sungguh sangat sempurna Agama ini, sampai pada perkara bicara pun Islam telah mengatur dan memberikan syariatnya..
Hadis di atas menerangkan kepada kita bahwa islam menjaga hak privasi antar manusia...

Serta menjelaskan kepada kita adab-adab yang harus kita pegang dalam keseharian...

Betapa banyak orang lalai dari perkara ini...

Mereka ikut nimbrung dengan orang yang sedang berbicara tanpa meminta izin terlebih dahulu...Hal seperti ini dapat menimbulkan masalah antara mereka...

Demi menjaga kerukunan antar umat manusia, islam mengatur dan memberi batasan dalam pergaulan sehari-hari...

Beberapa faedah dari hadis diatas:

1. Hadis di atas menunjukan atas kesempurnaan islam...
Islam mengatur segala aspek kehidupan bahkan pada perkara yang kita anggap remeh islam telah mengaturnya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS An-Nahl: 89)

2. Islam menjaga hak privasi umatnya.

3. Kita harus meminta izin sebelum ikut nimbrung dengan obrolan orang lain, seperti teks hadis diatas.

4. Bila ingin berbicara rahasia (berbisik-bisik) maka hendaknya dalam perkara kebaikan. Jangan berbicara rahasia tentang perkara kejahatan sebagaimana firman Allah Ta'ala : " Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan." (QS Al Mujadalah 9)

Ketahuilah wahai saudara-saudariku seiman Allah tidak memerintahkan suatu perkara kepada umatnya melainkan perkara itu berisi manfaat bagi kita...
Dan Allah tidak akan melarang kita dari suatu perkara melainkan perkara itu berisi keburukan dan kejelekan bagi kita...

Semoga Allah selalu menunjuki kita dan membimbing kita menuju jalan kebenaran.

Ust Taufiq
(Alumnus STDI Jember)

Just One Day One Hadith
 Audio Faedah hadits 37: https://www.dropbox.com/s/pu0ofnmkxcxtdyi/Fawaid%20hadits%2037.mp3?dl=0

Saturday, October 25, 2014

Hadits ke-36

Faidah Hadits ke 36

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Apabila salah seorang diantara kalian bersin kemudian membaca hamdalah maka jawablah (dengan bacaan tasymit yaitu yarhamukalloh), tetapi apabila tidak mengucap hamdalah maka janganlah menjawabnya". 

(Hadits Hasan, Riwayat al-Hakim. Lihat Shahiihul jaami' no. 685).

Dalam hadits ini disebutkan salah satu dari adab-adab islami yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , yaitu adab ketika seorang muslim bersin.

Maka disunnahkan ketika bersin untuk mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) , hal ini merupakan bentuk syukur kepada Allah atas karunianya memberikan jalan keluar bagi kuman penyakit yang hinggap pada organ pernapasan sehingga bisa segera dikeluarkan melalui bersin, bisa dibayangkan ketika seseorang tidak mampu bersin kemudian masuk pada saluran pernapasannya virus atau benda yang berbahaya bagi tubuh, bagaimana benda tersebut akan keluar dari tubuh jika bukan melalui bersin.

 Ini adalah nikmat Allah yang sangat besar yang patut disyukuri, dan di antara bentuk syukur tersebut adalah dengan mengucapkan "Alhamdulillah" sebagaimana yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam .

Kemudian dalam hadits ini pula dijelaskan adab sesorang muslim ketika mendengar saudaranya bersin dan mengucapkan Alhamdulillah , maka ia disunnahkan untuk menjawab dengan ucapan "Yarhamukallah" (Semoga Allah menyayangimu).

 Bahkan ini termasuk dari hak-hak seorang muslim yang wajib ditunaikan oleh saudaranya, sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa hak muslim atas saudaranya ada 5 :
-menjawab salam
-menjenguk orang sakit
-menjawab orang yang bersin
-menasihati orang yang meminta nasihat
-mengantar jenazah saudaranya yang meninggal

Dan dalam riwayat lain disebutkan lebih dari 5 hak-hak tersebut.

Ini merupakan tuntunan syariat islam dalam menciptakan kasih sayang sesama muslim dan menjaga rasa persaudaraan. Ini juga merupakan bentuk kesempurnaan syariat islam dimana segala aspek kehidupak diajarkan, sampai masalah bersin pula ada tuntunan syariatnya.

Dalam hadits ini juga dijelaskan manakala orang yang bersin tersebut tidak mengucapkan "alhamdulillah" maka saudaranya tidak perlu mengucapkan yarhamukallah, sehingga apabila ada yang menjawab orang bersin yang tidak mengucapkan alhamdulillah maka hal itu menyelisihi sunnah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjawabnya apabila tidak mengucapkan alhamdulillah .

Wallahu ta'ala a'lam

Ust Ahmad Fahrisan
~{Mahasiswa UIM tingkat akhir}~

Program Jodoh
(Just One Day One Hadith)

Friday, October 24, 2014

Hadits ke-34

Faidah  HADITS 34

ﻣﻦ ﺣﺴﻦ ﺇﺳﻼﻡ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺗﺮﻛﻪ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ.

" Di antara tanda baiknya keislaman seseorang
ialah meninggalkan perkara yang tidak berguna
baginya."
[Hadits Shohih, Riwayat At-Tirmidzi]

Sekalipun kaum muslimin jumlahnya jutaan, tidak
ada yang menyangkal bahwa kualitas keislaman
mereka tidaklah sama.

Parameter penentuan
kualitas tersebut juga beragam.

Anda mungkin
akan menebak bahwa kedisiplinan mengerjakan
ibadah wajib adalah salah satunya.

Sebagian lain
akan mengatakan bahwa konsistensi meninggalkan
dosa juga termasuk penentu baik-tidaknya
keislaman. Semua benar....!!!

Namun siapa sangka
bahwa "meninggalkan yang tidak bermanfaat"
juga merupakan salah satu patokan utama
kualitas keislaman seseorang?

Imam An-Nawawi memasukkan hadits di atas dalam masterpiece beliau, Al-Arba'in, tidak lain karena ia merupakan kaidah emas untuk sukses
dalam kehidupan.

Dalam Al-Qur'an juga banyak ayat-ayat yang senada dengan hadits ini, seperti firman-Nya, "Tidak ada kebaikan pada pembicaraan mereka kecuali yang menganjurkan
bersedekah, berbuat baik, atau mendamaikan
sesama manusia." [Qs 4: 114}

Meninggalkan yang tidak bermanfaat sama
dengan meninggalkan yang haram, sebab ia akan menjerumuskan pelakunya ke neraka. Ia
berbahaya, sangat berbahaya.
Ia juga bermakna meninggalkan yang makruh,
karena meski bila dikerjakan tidak mengapa,
namun menyiakan kesempatan memperoleh pahala
dengan meninggalkannya.

Meninggalkan yang tidak berguna bahkan
mencakup hal-hal yang mubah. Membaca berita
boleh-boleh saja. Tapi ketika sudah melewati
batas kewajaran, ia tak lagi berguna,
tinggalkanlah.

Berbincang dengan kolega mubah
hukumnya. Namun bila sudah terlalu banyak
tanpa maslahat, ia tidak lagi berguna,
tinggalkanlah.

Sebaliknya, semua hal yang berguna bagi
seseorang hendaknya ia bersemangat
mengerjakannya, jangan sampai ia tinggalkan,
seperti ibadah wajib dan sunnah, belajar, meraih
prestasi, membaca artikel dan berdiskusi yang bermanfaat di dunia atau akhirat, dan
seterusnya.

Waktu kita terbatas, sementara kebaikan tidak
terbatas. Jangan sampai tersibukkan dan
terlalaikan. "Sekali-kali tidak! Manusia belumlah
melaksanakan semua yang Allah
perintahkan." [Qs 80: 23]
Wallahul Muwaffiq

@Ust Nur Fajri Ramdhan

Program Jodoh
(Jusy One Day One Hadith)

Thursday, October 23, 2014

Hadits ke-35

JODOH
Just One Day One Hadith

Hadits ke 35

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

آية المنافق ثلاث إذا حدث كذب وإذا وعد أخلف وإذا ائتمن خان

"Ciri-ciri orang munafik ada tiga; apabila berkata berdusta, dan apabila berjanji mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat".

(Hadits Shahih, Riwayat Bukhori dan Muslim. Lihat Shahiihul jaami' no. 16).
Faidah hadits:

Hadits diatas, selain menerangkan sifat-sifat yang dikategorikan sebagai bentuk nifaq, juga menegaskan akan pentingnya bersifat jujur, tepat janji, & amanah, yang merupakan kebalikan dari sifat nifaq diatas.

Sifat nifaq merupakan penyakit hati, dimana hanya si pelaku yang tahu & sadar akan hal tersebut. Bila ia hinggap didalam hati seseorang, maka ia akan merusak orang tersebut & juga orang yang ada disekitarnya.

Mengingat akan bahaya sifat nifaq yang begitu besar bagi kehidupan manusia, Allah Ta'ala (dengan rahmat-Nya kepada kaum mukminin) memberitahukan kepada hamba-Nya melalui lisan Rasul-Nya shallallahu'alaihi wasallam akan sifat orang-orang yang dihinggapi penyakit nifaq. Sehingga mereka bisa mengambil langkah-langkah pencegahan sebelum mereka dirusak oleh sifat tersebut.

Dahulu, orang munafik benar-benar menyembunyikan sifatnya (khawatir bila diketahui khalayak ramai). Namun, melihat kondisi manusia yang kian waktu kian menjauh dari petunjuk Allah & Rasul-Nya shallallahu'alaihi wasallam, sifat ini semakin nampak atau bahkan sengaja ditampakkan. Allahul musta'an. Bila demikian halnya, maka tugas kita bukanlah menghukumi bahwa si fulan munafik. Akan tetapi, tugas kita adalah berdoa meminta perlindungan kepada Allah agar terjauh dari sifat nifaq tersebut.

اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق لا يهدي لأحسنها إلا أنت واصرف عنا سيئها لا يصرف عنا سيئها إلا أنت.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

@ Ust Ridwan

Program Jodoh

Tuesday, October 21, 2014

Hadits ke-33

Hadits ke 33

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "سباب المسلم فسوق و قتاله كفر"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran."

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan tentang besarnya hak yang dimiliki oleh seorang muslim. Sehingga, darah, harta, dan kehormatannya haram untuk diambil dan dijatuhkan tanpa jalan yang diperbolehkan oleh syariat.

Disebutkan dalam hadits tersebut bahwa mencela seorang muslim adalah perbuatan fasik. Makna fasik dalam istilah syariat adalah keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sedangkan membunuh seorang muslim, maka itu merupakan perbuatan dosa besar.
Adapun penyebutan "kekufuran" di dalam hadits tersebut, bukanlah maknanya "keluar dari islam". Namun, penyebutan itu adalah bentuk penekanan atas besarnya dosa yang dilakukan.
wallahu ta'ala a'lam.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

@ Ust Riki

Program Jodoh
(Just One Day One Hadith)

Sunday, October 19, 2014

Hadits ke-31

Faidah Hadits ke 31

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "المرء مع من أحبّ"
Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda

"Seseorang akan bersama orang yang dicintainya."

Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan keutamaan mencintai karena Allah.

Maksud hadits tersebut adalah bahwa barangsiapa mencintai seseorang karena ketakwaan dan amal sholeh yang dilakukannya, maka ia akan bersama orang tersebut di akhirat kelak meskipun ia tidak seperti orang tersebut dalam hal ketakwaan dan amal sholeh yang dikerjakan.

Hal ini menunjukkan bahwa cinta karena Allah adalah merupakan amalan sholeh yang berbentuk amalan hati.

Sehingga, Allah memberikan pahala kepada orang yang ada di dalam hatinya rasa cinta tersebut yang menunjukkan adanya niat kebaikan di hatinya.

Hadits tersebut juga menunjukkan tentang keutamaan mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu bahwa ia berkata

" Wahai Rasulullah, seseorang mencintai sekelompok kaum namun ia tidak mampu beramal seperti amalan mereka."

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Wahai Abu Dzar, engkau akan bersama orang yang engkau cintai."

Maka, Abu Dzar berkata, "Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Lalu, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Engkau akan bersama orang yang engkau cintai."

Kemudian, Abu Dzar mengulang perkataanya dan Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam pun mengulang perkataan beliau.

Oleh karena itu, Anas bin Malik berkata setelah menyebutkan hadits seperti di atas, "Maka, aku mencintai Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam, Abu bakar, dan juga Umar radhiyallahu'anhuma.

Aku berharap kepada Allah agar Dia mempertemukanku kepada mereka karena cintaku kepada mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka."

Semoga Allah jadikan kita orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Serta mencintai orang-orang sholeh dan menjadikan kita termasuk ke dalam golongan mereka.
Aamiin.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.

@ Ust Riki

Program Jodoh

Friday, October 17, 2014

Hadits ke-30

 Faidah Hadits ke 30

الحمد لله رب العالمين و به نستعين على أمور الدنيا والدين، و الصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين. وبعد

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ على كل مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim."
(Hadits sahih, riwayat alBaihaqi dalam syu'abul iman)

Hadits ini adalah dalil bahwa belajar ilmu agama itu wajib bagi setiap muslim.

Disamping itu, Allah Ta'ala dan Rasul-Nya banyak sekali menyebutkan tentang keutamaan menuntut ilmu, yang seharusnya sebagai seorang muslim, menjadikan dalil-dalil tersebut sebagai penyemangat lalu berusaha mengisi waktu-waktunya dengan mempelajari kitabullah dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sebab hal itu akan menjadi pedoman hidup seorang hamba yang mengharapkan hidayah dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إني قد تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما كتاب الله وسنتي

"Sesungguhnya aku telah tinggalkan untuk kalian dua pedoman yang kalian tidak akan tersesat setelahnya: kitabullah dan sunnahku"

(HR.Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/172)

Berikut ini adalah bbrp dalil tentang keutamaan ilmu yang disebutkan didalam Al-qur'an dan As-Sunnah :


. 1). Ilmu adalah cahaya

Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan . Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan Allah mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus."
(QS.Al-Maidah:5-6)

Kedua ayat ini menunjukkan tentang keutamaan ilmu, yang disifatkan sebagai cahaya yang membimbing siapa saja yang mengikuti keridhaan-Nya menuju jalan-jalan keselamatan, berupa jalan yang menyelamatkan seorang hamba dari penyimpangan dan kesesatan, dan mengantarkan seorang hamba menuju keselamatan dunia dan akhirat, mengeluarkan mereka dari kegelapan, kegelapan syirik, bid'ah, kemaksiatan dan kejahilan, menuju kepada cahaya tauhid, ilmu, hidayah, ketaatan dan seluruh kebaikan.

Oleh karenanya, jika seseorang lebih condong mengikuti hawa nafsunya, gemar melakukan kemaksiatan, yang menyebabkan hatinya menjadi gelap, maka ilmu akan sulit menempati hati yang gelap tersebut, sulit menghafal ayat- ayat Allah dan men-tadabburi-nya, sulit menghafal hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupannya, sebab tidak akan mungkin berkumpul dalam satu hati antara kegelapan maksiat dengan cahaya ilmu. Diantara bait-bait syair yang masyhur dari Imam Syafi'i tatkala Beliau mengadukan tentang buruknya hafalan Beliau kepada Imam Waki' bin Jarrah, Beliau mengatakan:

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِيْ فَأَرْشَدَنِي إِلَى تَرْكِ المَعَاصِي

وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِلْمَ نُوْرٌ
وَنُوْرُ اللهِ لَا يُؤْتَى لِعَاصِي

Aku mengadukan kepada Waki' keburukan hafalanku

Lalu Beliau membimbing aku untuk meninggalkan maksiat

Beliau mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat

.2). Ilmu merupakan tanda kebaikan seorang hamba

Ketika seorang hamba diberi kemudahan untuk memahami dan mempelajari ilmu syar'i, itu menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hamba tersebut, dan membimbingnya menuju kepada hal-hal yang diridhai-Nya.

Kehidupannya menjadi berarti, masa depannya cemerlang, dan kenikmatan yang tak pernah dirasakan di dunia pun akan diraihnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

من يُرِدْ الله بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ

"Siapa yang Allah kehendaki kebaikan kepada seorang hamba maka Ia akan difahamkan tentang agamnya."


(Muttafaq Alaihi dari Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu anhuma)

@Program Jodoh 

Hadits ke-29

 ~Hadits ke 29~

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن الله جميل يحب الجمال ".

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan."

Penjelasan Hadits

Hadits ini termasuk di antara hadits-hadits yang terkandung di dalamnya penyebutan nama dan sifat Allah ta'ala. 

Nama Allah yang disebutkan di dalam hadits tersebut adalah "الجميل" (Maha Indah). Terkandung dalam nama tersebut sifat Allah, yaitu "الجمال" (keindahan).

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah menyukai keindahan. Ini menunjukkan anjuran kepada kita untuk senantiasa menjaga keindahan dan penampilan. Terutama, ketika dalam melaksanakan ibadah.

Berpenampilan indah yang dicintai oleh Allah adalah yang sesuai dengan syariat, bukan penampilan yang dianggap indah dan bertentangan dengan syariat.

Sebagai contoh, mencukur jenggot dianggap sebagai penampilan yang indah bagi seorang laki-laki. Padahal, pada hakikatnya mencukur jenggot bukanlah bentuk keindahan yang dicintai Allah. Karena Allah dan RasulNya memerintahkan untuk tidak mencukur jenggot.

Contoh lain, wanita berhias dan menunjukkan perhiasannya (atau bahkan membuka auratnya) di luar rumah kepada selain suaminya dianggap sebagai bentuk keindahan. Padahal, pada hakikatnya itu adalah perbuatan dosa besar yang menjadi sebab masuk ke dalam neraka.wallahu ta'ala a'lam.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang indah dan dicintai olehNya.

آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.

 Ust Riki
-Mahasiswa UIM-

Program Jodoh.
~{Just One Day One Hadith}~…

Wednesday, October 15, 2014

Hadits ke-28

Syarah Hadits ke-28

ﺍﻟﺘﺄﻧﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻌﺠﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ

" Ketenangan bertindak dari Allah dan ketergesaan dari setan."
[Hadits hasan riwayat al-Baihaqi]

Ikhwah fillah...

Ketergesaan adalah tabiat manusia. Allah ta'ala berfirman:
"Manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa." [Qs 21: 37].

Setan pun berusaha memaksimalkan tabiat ini dalam keseharian kita. Meski demikian, Allah mengilhamkan ketenangan dan kematangan bertindak dan berucap ke dalam diri hamba-hambaNya.
Ketergesaan tanpa perhitungan yang matang sering manjadi petaka dan penyesalan di kemudian hari.
Tentu kita tidak lupa akan ketergesaan Bapak kita, Nabi Adam, yang mencicipi buah terlarang karena tergiur janji setan bahwa ia akan menjadi kekal. Padahal, justru sebaliknya, setelah dimakan, Beliau yang tadinya kekal di surga, malah dikeluarkan.

Nabi Musa juga memberi kita pelajaran. Ketika Beliau tergesa-gesa mengingkari Nabi Khidhr, justru mereka harus berpisah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika Musa bersabar, akan lebih banyak pelajaran yang didapat." [Hr al-Bukhari]

Ikhwah fillah...

Ketergesaan begitu sering menyertai kita. Kita tergesa belajar, hingga akhirnya banyak hal yang tidak kita kuasai betul. Imam Az-Zuhri mengatakan, "Sungguh ilmu yang kami miliki ini adalah buah menghafal satu-dua hadits atau satu-dua masalah fikih per hari." Sering kita tergesa dalam doa, sampai langsung mendikte Allah. Lupa mengawali doa dengan pujian dan shalawat.

Saat doa tak kunjung terlihat hasilnya, kita mengklaim sepihak bahwa Allah enggan mengabulkan. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa- gesa." [muttafaqun 'alaihi]

Kita kadang tergesa dalam berdakwah tanpa memperhatikan prioritas-prioritas dakwah hingga
dakwah tidak efektif atau bahkan gagal. Jika sudah tidak mendapat penerimaan, kita pun tergesa mencap mereka sebagai orang-orang yang menolak kebenaran, pengikut hawa nafsu, dan sebagainya tanpa mengoreksi metode dakwah kita.

Benarlah kata para ulama: "Barangsiapa tergesa melakukan sesuatu sebelum momennya, tidak akan memperolehnya.

Ikhwah fillah...

Bahkan dosa-dosa pada hakikatnya bersumber dari ketergesaan. Riba dan korupsi adalah bentuk ketergesaan mendapat harta sebanyak mungkin, semudah mungkin.  Zina dan pacaran adalah ketergesaan syahwat sebelum tiba momen yang halal. Menuduh dan memaki adalah wujud ketergesaan kita sebelum tabayyun dan memberi uzur. Demikian seterusnya. Semua adalah ketergesaan kita mereguk kepuasan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi kelak.

Ikhwah fillah...

Namun ingat, tidak tergesa-gesa bukan berarti lamban dan tidak peka. Perbedaannya ada pada kesesuaian dengan petunjuk agama, pemikiran yang matang, musyawarah, dan metode yang tepat.
Taufik dan bimbingan Allah juga besar pengaruhnya. Pun juga tipu daya setan. Lafal hadits di atas seolah mengisyaratkan bahwa seringkali kita menghendaki cepat tanggap, namun setan mengganggu dan menjadikannya ketergesaan. Atau bahkan kita sebenarnya menunda untuk berpikir matang karena ragu, namun dengan itulah Allah bimbing kita kepada at-taanni. Wallahu a'lam

Ust Nur Fajri Ramadhan
~Mahasiswa LIPIA~
Program Jodoh
~{Just One Day One Hadith}~

Hadits ke-27

Faidah hadits ke 27

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من تبعهم أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " تهادوا تحابّوا "

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Salinglah memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."

Penjelasan hadits

Hadits tersebut berisikan anjuran untuk saling memberikan kebaikan berupa hadiah, baik sesuatu yang besar maupun kecil.

Islam menganjurkan agar umatnya saling mencintai dan bersatu di dalam ukhuwah islamiyah. Oleh karena itulah, islam pun menganjurkan hal-hal yang menjadi sebab tumbuhnya kasih sayang dan persatuan di antara kaum muslimin. Salah satunya, adalah dengan saling memberikan hadiah yang nantinya akan menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kita.

Seorang yang diberikan hadiah oleh orang lain dianjurkan untuk menerima hadiah tersebut meskipun hanya sesuatu yang tidak seberapa harganya. Karena, dengan menerima hadiah akan menyenangkan hati orang yang memberikan hadiah tersebut.

Wallahu ta'ala a'lam.

و صلى الله على نبينا محمد.

Ust Riki
-Mahasiswa UIM-
Program Jodoh
{Just One Day One Hadith}

Hadits ke-26

Syarah Hadits ke-26

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:
ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻳﻌﻠﻮ ﻭﻻ ﻳﻌﻠﻰ

" Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya."
[Hadits hasan riwayat ar-Rawiyani, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, adh-Dhiya']

Ikhwah fillah…

Jika menilik kepada tiga fungsi Sunnah yang bisa merupakan penguat , penjelas, atau pedoman syariat yang tidak disebutkan Al-Qur'an, maka hadits ini termasuk kelompok pertama.
Allah ta'ala berfirman: "Janganlah kalian merasa lemah lagi bersedih hati padahal kalianlah yang
lebih tinggi kedudukannya jika kalian beriman." [QS 3: 139]

Islam adalah agama yang Al-Khaliq pilihkan bagi segenap manusia sejak zaman Nabi Adam 'alaihissalam hingga akhir zaman.  Otomatis semua tuntunannya sesuai dengan fitrah manusia.

Bagaimana mungkin derajat Islam lebih rendah dari agama-agama kreasi manusia? Atau lebih rendah dari agama yang pada mulanya murni lalu dirombak fondasinya hingga menyimpang?

Ikhwah fillah…

Secara kemurnian dan keindahan ajarannya, semua telah mengakui, baik dengan lisan maupun
dalam lubuk hati karena gengsi. Kalangan non- muslim termasuk para penentang Islam pun tidak ragu akan ketinggian ajaran Islam. Namun, mengapa kondisi para pemeluknya seperti ini?
Miskin, bodoh, terbelakang, penuh konflik, tertindas, dan hal-hal yang menyesakkan dada lainnya. Ke mana hadits di atas? Barangkali sebagian yang berpenyakit hatinya akan mengatakan demikian.

Ikhwah fillah…

Hal itu adalah adalah sebab berpalingnya kita dari Islam. Kita enggan mempelajari apalagi menerapkannya. Kebanyakan kaum Muslimin pun lebih cenderung mencari ketinggian dan kemulian
dengan selain Islam. Dengan harta, tahta, bahkan berbangga dengan kuffar. Alih-alih kemuliaan dan ketinggian yang akan diraih, justru sebaliknya.

Umar ibn al-Khaththab pernah mengatakan: "Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Tatkala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah akan hinakan kita."

Ketika pasukan Islam kalah di Perang Uhud, mereka bertanya, "Bagaimana kita bisa kalah?" Allah menjawab, "Kekalahan itu karena kesalahan kalian sendiri." [QS 3: 165]

Ikhwah fillah…

Setelah mengoreksi diri, kita pun tak boleh lantas merendahkan diri. Banyak kaum Muslimin
yang jenius. Bukankah kemajuan Barat kini tak lepas dari andil ilmuwan dan universitas Islam?
Wilayah kaum Muslimin pun kaya akan SDA dan berpenduduk banyak. Bukankah di abad 15—20
M penjajah-penjajah Eropa datang ke sana untuk mencari bahan baku dan modal tenaga kuli untuk membangun peradaban yang kini mereka banggakan? Negeri-negeri kaum Muslimin pun sebagian
besarnya aman sentosa dan toleran terhadap non-muslim. Bukankah konflik dan penindasan yang terjadi itu karena ulah dan campur tangan kuffar?

Hingga hari ini pun masih banyak non-muslim yang bodoh, miskin, penuh konflik dan bencana alam.
Hanya saja seringkali media kurang adil hingga kuman di seberang lautan dibesar-besarkan supaya tampak namun gajah di pelupuk mata berusaha ditutupi hingga tak tampak. Kalaupun benar non-muslim lebih unggul, itu hanya di dunia yang boleh jadi istidraj.

Ingat bahwa "Dunia adalah penjara mukmin dan surganya kafir" [Hr. Muslim]

Ikhwah fillah…

Mari terapkan ajaran Islam dalam pribadi, keluarga, dan masyarakat kita agar kita menjadi umat yang mulia lagi tinggi. Wallahu a'lam

Ust Nur Fajri Ramadhan.
-Mahsiswa Lipia-
Program Jodoh.
{Just One Day One Hadith}


























Sunday, October 12, 2014

Hadits ke-25

Faida Hadits ke 25
الحمد لله و الصلاة و السلام على عبده و رسوله، أما بعد :

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "من دل على الخير كفاعله"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut."


Penjelasan Hadits

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang menunjukkan kepada suatu amal kebaikan kemudian orang lain melakukan kebaikan tersebut, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.

Sebagai contoh, apabila ada seorang yang membutuhkan bantuan meminta kepada kita untuk membantunya, namun kita tidak mampu memberikan bantuan dan kita katakan datanglah kepada fulan yang mampu untuk membantu anda. Kemudian orang tersebut membantunya, maka kita pun mendapatkan pahala sebagaimana orang yang membantu tersebut mendapatkan pahala.

Demikian pula halnya orang yang mendakwahkan orang lain kepada hidayah, kemudian orang tersebut mengikutinya, maka dia pun mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikuti hidayah tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Sebaliknya, barangsiapa menunjukkan atau mengajak orang lain kepada kesesatan atau kemaksiatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang melakukannya.


و الله تعالى أعلم،
و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم.



Ust Riki
-Mahasiswa UIM-


Program Jodoh
{Just One Day One Hadith}









Friday, October 10, 2014

Hadits ke-24

Faidah Hadits ke 24

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : أكرم الناس أتقاهم. أخرجه البخاري ومسلم.

Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta'ala:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

"Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu." (Q.s Al Hujurat: 13)

Thursday, October 9, 2014

Hadits ke-23

Faidah Hadits ke 23

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين. أما بعد،

Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
أكثر خطايا ابن آدم في لسانه

"Dosa ibnu adam yang paling banyak terdapat pada lisannya."

Wednesday, October 8, 2014

Hadits ke-22

Faidah Hadits Ke 22

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم:
إذا أحب الله قوما ابتلاهم.
وفي رواية للترمذي قال :
إنَّ عِظمَ الجزاءِ مع عِظمِ البلاءِ ، وإنَّ اللهَ إذا أحبَّ قومًا ابتَلاهم ، فمَن رَضي فله الرِّضَى ، ومَن سخِط فله السَّخطُ.

Subhanallah...

Lagi-lagi manusia dibuat tunduk atas ketentuan Allah, Dzat Pemilik Hukum lagi Maha Hikmah. Yaitu disaat manusia menilai bahwa tanda cinta terhadap orang lain adalah dengan mengasihinya & menuruti keinginannya. Namun, Allah menilai sebuah kecintaan dengan ujian yang diberikan kepada hamba-Nya.

Kenapa bisa demikian?

Hadits ke-21

Faidah Hadits ke 21
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berasabda;
أحبّ الأعمال إلى الله أدومها و إن قل
ّ
Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang rutin dilakukan meskipun sedikit.

Penjelasan Hadits

Tuesday, October 7, 2014

Hadits ke-20

Faidah Hadits ke 20

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : أثقل شيء في الميزان الخلق الحسن. أخرجه ابن حبان. وفي رواية للترمذي قال: ما شيءٌ أثقلُ في ميزانِ المؤمنِ يومَ القيامةِ مِن خُلُقٍ حسنٍ؛ فإن اللهَ تعالى لَيُبْغِضُ الفاحشَ البذيءَ.

Hadits ini berkaitan dengan hadits sebelumnya yang berbunyi
( وخالق الناس بخلق حسن)

Namun, hadits ini lebih menekankan sisi keutamaan akhlak terpuji, yaitu menempati posisi terberat dalam timbangan amal kebajikan.

Monday, October 6, 2014

Hadits ke-19

Fadhilah hadits ke-19

الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على آله و أصحابه أجمعين. أما بعد
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " إن أبواب الجنة تحت ظلال السيوف."

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah naungan pedang."

Friday, October 3, 2014

Hadits ke-18

Faidah Hadits ke 18
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Rosulullah bersabda:"Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu". HR at-Thabrani.

Hadits ini menjelaskan akan keutamaan sifat kasih sayang, yg selayaknya setiap Mukmin  berhiasi diri dengan akhlaq yang mulia ini.

Hadits ke-17

Hadits ke-17
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين، أما بعد
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "أفشوا السلام بينكم تحابّوا"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda "Sebarkanlah salam di antara kalian, niscaya kalian saling mencintai."

Wednesday, October 1, 2014

Hadits ke-16

Faidah Hadits ke-16
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة. أخرجه البخاري
Hadits ini adalah kabar gembira bagi kaum muslimin Ahli tauhid di seluruh penjuru dunia.
Hadits ini menjelaskan

"Setiap hamba yang wafat, kelak akan menghadap Rabbnya untuk mempertanggung jawabkan amal perbuatannya di dunia.

Tuesday, September 30, 2014

Hadits ke-15

Hadits ke-15

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين، أما بعد
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "لا تغضب و لك الجنة"

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda " Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga."
Hadits tersebut menunjukkan tentang keutamaan menahan amarah. Karena, menuruti amarah menimbulkan banyak kejelekan dan penyesalan. Serta, menghalangi dari berbagai kebaikan yang ada apabila bersabar dan menahan amarah.

Sebagai contoh, betapa banyak seorang suami yang menceraikan istrinya ketika dia marah dan menyesal di kemudian hari. Atau, betapa seringnya seorang memutuskan persaudaraan atau pertemanan karena menuruti amarahnya dan pada akhirnya menyesali perbuatannya.

Hadits ke-14

Faidah Hadits 14

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : الكلمة الطيبة صدقة. أخرجه البخاري ومسلم.
Hadits ini dan yang semisalnya berada dalam lingkup keumuman makna hadits
كل معروف صدقة
"Segala bentuk kebaikan bernilai sedekah" (H.R. Muslim)

Dikisahkan bahwa sebagian sahabat pernah menceritakan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam tentang keutamaan para sahabat lainnya yang selain mereka beribadah, mereka juga bisa bersedekah dengan kelebihan hartanya. Lalu, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam memberikan solusi (agar mereka semangat untuk saling berlomba dalam kebaikan) dengan menyebutkan beberapa perkara kebaikan sambil menyatakan bahwa kebaikan tersebut termasuk sedekah.

Hadits ke-13


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم "الندم توبة"


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Penyesalan adalah taubat”.

(Hadits Shahih, Riwayat Ahmad, Lihat Shahiihul jaami’ no. 6802).

Penjelasan hadits :

Hadits tersebut menyebutkan tentang rukun atau syarat yang paling penting diantara rukun-rukun taubat. Taubat adalah kembali dari kemaksiatan yang dilakukan menuju ke ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Ada tiga tingkatan taubat berdasarkan definisi tersebut :

Hadits ke-12

Faidah Hadits ke 12

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: إذا سمعت النداء فأجب داعي الله.

Hadits ini mengingatkan kita akan kisah seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Umi Maktum radhiyallahu'anhu. Yaitu disaat ia meminta izin kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam untuk tidak menghadiri shalat jama'ah di masjid. Namun, Beliau shallallahu'alaihi wasallam tetap memerintahkannya untuk datang ke masjid karena ia mendengar suara kumandang azan.
Berdasarkan hadits ini dan beberapa hadits lain, para ulama berpendapat bahwa hukum shalat fardhu secara berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah wajib kecuali ada udzur syar'i yang menjadi penghalang.

Monday, September 29, 2014

Hadits ke-11

Faidah hadits ke-11

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: "المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده".
رواه البخاري و مسلم.

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda
"Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya."

Penjelasan hadits :
Di dalam hadits ini, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam mengabarkan tentang salah satu sifat diantara sifat-sifat seorang muslim yang sempurna dalam keislamannya.
Beliau kabarkan bahwa seorang muslim yang sempurna dalam keislamannya akan senantiasa menjaga dirinya dari mendholimi orang lain dalam bentuk apapun. Sehingga, orang-orang merasa aman dari dirinya.

Sunday, September 28, 2014

Hadits ke-10

Faidah Hadits ke 10

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : المسجد بيت كل مؤمن. حسنه الشيخ الألباني في صحيح الجامع.

Hadits diatas menerangkan bahwa seorang mukmin, pastilah dia sering pergi ke masjid guna memakmurkannya. Allah Ta'ala berfirman:

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (Qs. At Taubah: 18)

Saturday, September 27, 2014

Hadits ke-9

Faidah hadits ke-9

الحمد لله و الصلاة و السلام على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين. أما بعد،
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
"المؤمن مرآة المؤمن".
رواه الطبراني.

Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam yang mengandung perintah agar saling menasihati sesama mukmin. Yaitu, seorang mukmin hendaknya senantiasa memberikan nasihat kepada saudaranya sesama mukmin di saat melihat saudaranya tersebut berbuat kejelekan.

Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam mengibaratkan seorang mukmin sebagai sebuah cermin bagi mukmin yang lain. Karena, biasanya seorang menggunakan sebuah cermin untuk melihat dan mengetahui ada atau tidaknya penampilan yang kurang pas pada dirinya untuk kemudian diperbaiki sehingga sempurnalah penampilannya.

Friday, September 26, 2014

Hadits ke-8


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم:
من لا يرحم الناس لا يرحمه الله. أخرجه البخاري ومسلم واللفظ له.

Hadits ini menunjukkan sifat kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang (ia) juga berkasih sayang terhadap sesamanya.

Dalam riwayat lain disebutkan : "Mereka yang berkasih sayang akan mendapat rahmat dari Ar Rahman. Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya (Allah) Dzat yang berada diatas langit akan menyayangi kalian." (H.R. Abu Dawud & Tirmidzi)

Dan seluruh makhluk sangat membutuhkan rahmat dari Allah. Tidak ada yang sanggup hidup tanpa rahmat dari Allah.

Thursday, September 25, 2014

Hadits ke-7


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم : "ليس منا من لم يرحم صغيرنا و يوقر كبيرنا.رواه الترمذي

Hadits tersebut menjelaskan tentang bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap kepada orang lain sesuai dengan usia atau kedudukan yg dimilikinya.

Disebutkan dalam hadits tersebut perintah untuk menyayangi anak2 kecil dan memuliakan orang yg lebih tua maupun lebih besar kedudukannya. Demikianlah sikap seorang muslim yg mengikuti sunnah Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam.

Wednesday, September 24, 2014

Hadits ke-6


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم:
الدين النصيحة.
وفي رواية: قلنا: لمن يا رسول الله ؟ قال: لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم. أخرجه مسلم. وأخرجه البخاري معلقا في كتاب الإيمان باب قول النبي : الدين النصيحة : لله ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم.

Makna nasehat dalam hadits ini, sangat beragam dikarenakan tidak adanya kalimat yang sepadan untuk menafsirkannya. Namun, makna nasehat berkisar pada pengertian berikut; yaitu mengajak pihak yang dinasehati kepada perbuatan yang bisa memperbaiki kondisinya, menjadikan jiwanya lebih selamat dan bersih.

Tuesday, September 23, 2014

Hadits ke-5


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.
قال النبي صلى الله عليه وسلم: اتقوا الله وصلوا أرحامكم. حسنه الشيخ الألباني في صحيح الجامع.

Hadits ini semakna dengan firman Allah:

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim." (Qs. An-Nisa: 1)

Dalam ayat ini Allah memanggil seluruh manusia, mengingatkan asal penciptaan mereka, kemudian memerintahkan agar bertakwa kepada Allah, Rabb yang menciptakan mereka & keturunannya, serta perintah agar bersilaturahim kepada mereka yang masih memiliki keterikatan/hubungan nasab.

Monday, September 22, 2014

Hadits ke-4


(اتقوا الظلم فان الظلم ظلومات يوم القيامة (ص , احمد

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jagalah diri kalian dari perbuatan dzolim, karna sesungguhnya kedzoliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat”. (H.R Ahmad)

Faedah :
Hadist ini berisi peringatan dan bahaya perbuatan dzalim sealigus anjuran untuk berbuat adil (lawan dari dzalim)

Definisi zalim adalah memposisikan sesuatu bukan pada tempatnya.

Sunday, September 21, 2014

Hadits ke-3

(اِتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ  (صحيح , متفق عليه

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong kurma”. ( Muttafaqun ‘alaih)

Faidah :
Allahu Akbar.. betapa indahnya syariat islam. Tidak ada satu sebab pun yang berpotensi untuk mengantarkan manusia kepada syurga dan menjauhkan dari api neraka melainkan telah dijelaskan oleh Allah dan Rosul-Nya shollahu ‘alaihi wa sallam.

Seperti hadist ini, yang berisi anjuran bersedekah –yang merupakan sebab dijauhkan dari api neraka- meski dengan hal-hal yang dianggap remeh oleh sebagian manusia.

Saturday, September 20, 2014

Hadits ke-2


ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ
ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ، ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ. ﺭﻭﺍﻩ
ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﺍﺣﻤﺪ .

Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta’ala  dalam Al Quran surat Ghafir ayat 60 :


ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﺩﻋﻮﻧﻲ ﺃﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﺘﻜﺒﺮﻭﻥ ﻋﻦ ﻋﺒﺎﺩﺗﻲ
ﺳﻴﺪﺧﻠﻮﻥ ﺟﻬﻨﻢ ﺩﺍﺧﺮﻳﻦ


Doa terbagi menjadi 2 : doa ibadah & doa masalah.

Perlu diketahui bahwa keduanya saling berkaitan karena didalamnya terkandung maksud pendekatan diri kepada Allah, baik dengan meminta agar didatangkan suatu manfaat & ditolak suatu mudhorot (dan inilah makna doa masalah) atau dengan beribadah kepada-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (dan inilah maknadoa ibadah).

Friday, September 19, 2014

Hadits ke-1

  الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن. رواه الترمذي

Hadits ini berisi dua pokok pembahasan penting, yaitu hak Allah atas hamba-Nya dan hak sesama makhluk.

Adapun yang pertama (yaitu yang terkait dengan hak Allah) maka yang dimaksud adalah agar hamba senantiasa bertakwa kepada Allah, dimana pun & kapan pun, selagi dia masih hidup di dunia ini.

Popular Posts

Text Widget

Unduh diktat dan audio fadhilah hadits di
DropBox JODOH