Hadits ke-2
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ
ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ، ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ .
ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ. ﺭﻭﺍﻩ
ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﺍﺣﻤﺪ .
Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta’ala dalam Al Quran surat Ghafir ayat 60 :
ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺑﻜﻢ ﺍﺩﻋﻮﻧﻲ ﺃﺳﺘﺠﺐ ﻟﻜﻢ ﺇﻥ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺴﺘﻜﺒﺮﻭﻥ ﻋﻦ ﻋﺒﺎﺩﺗﻲ
ﺳﻴﺪﺧﻠﻮﻥ ﺟﻬﻨﻢ ﺩﺍﺧﺮﻳﻦ
Doa terbagi menjadi 2 : doa ibadah & doa masalah.
Perlu diketahui bahwa keduanya saling berkaitan karena didalamnya terkandung maksud pendekatan diri kepada Allah, baik dengan meminta agar didatangkan suatu manfaat & ditolak suatu mudhorot (dan inilah makna doa masalah) atau dengan beribadah kepada-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (dan inilah maknadoa ibadah).
Sehingga -dengan pengertian diatas- ibadah ini hanyalah untuk Allah & tidak boleh ditujukan kepada selain-Nya. Bila hal itu terjadi -ditujukan kepada selain Allah- maka ia telah berbuat syirik besar.
Gambarannya:
Seseorang yang memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah, semisal bersujud kepada selain Allah, menyembelih bukan atas nama Allah, dll disertai pengagungan dan pendekatan diri kepadanya, maka ia telah berbuat syirik karena hal tersebut -ibadah disertai rasa pengagungan & pendekatan diri- merupakan kekhususan sifat uluhiyah Allah. Dan dia - dengan perbuatannya itu- telah menjadikannya sebagai tandingan Allah.
Dan juga seseorang yang berdoa, meminta kepada si mayit atau meminta hal-hal yang tidak bisa dipenuhi kecuali hanya Allah yang mampu mengabulkannya, semisal meminta diluaskan rezeki, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari bala bencana dll maka ia telah berbuat syirik besar. Mengapa? Karena ia tidak mungkin melakukan hal demikian kecuali berdasarkan keyakinannya bahwa pihak yang diminta memiliki kemampuan mengatur urusan alam semesta. Padahal, hanya Allah satu- satunya Dzat yang mencipta, memiliki dan mengatur alam semesta.
Dan syirik dalam doa merupakan hal yang sering & banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikategorikan sebagai sumbernya syirik.
Dan selayaknya bagi seorang muslim untuk membentengi dirinya, keluarganya, dan masyarakat disekitarnya dari bahaya syirik. Yaitu dengan memahami makna & hakikat tauhid serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﺎ ﻧﻌﻮﺫ ﺑﻚ ﺃﻥ ﻧﺸﺮﻙ ﺑﻚ ﻭﻧﺤﻦ ﻧﻌﻠﻢ ﻭﻧﺴﻐﻔﺮﻙ ﻟﻤﺎ ﻻ
ﻧﻌﻠﻢ .
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ .
ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻭﺑﺤﻤﺪﻙ ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺃﻧﺖ ﺃﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻭﺃﺗﻮﺏ
ﺇﻟﻴﻚ .
ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ .
Ust Ridwan Arifin -Mahasiswa UIM semester akhir- @Program Jodoh

0 comments:
Post a Comment