Hadits ke-4
(اتقوا الظلم فان الظلم ظلومات يوم القيامة (ص , احمد
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jagalah diri kalian dari perbuatan dzolim, karna sesungguhnya kedzoliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat”. (H.R Ahmad)
Faedah :
Hadist ini berisi peringatan dan bahaya perbuatan dzalim sealigus anjuran untuk berbuat adil (lawan dari dzalim)
Definisi zalim adalah memposisikan sesuatu bukan pada tempatnya.
Dan perlu diketahui bahwa Islam tidak mengajarkan kedzaliman. Akan tetapi Islam mengajarkan keadilan. Sebagaimana firman Allah :”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil.” (QS. An-Nahl :90)
Bahkan Allah menafikkan sifat zalimpada diriNya dan melarang hambaNya dari hal tersebut.
Sebesar-besar zalim adalah perbuatan syirik. Sebagaimana firman Allah : “Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman besar.” (QS. Luqman : 13)
Dan sebesar-besar perbuatan adil adlah mentauhidkan Allah, baik dalam hal Rububiyah, Uluhiyah, maupun Asma wa Sifat.
Darisisni kita bisa simpulkan bahwa para nabi dan rosul yang diutus oleh Allah, mereka semua mengajarkan keadilan(yaitu tauhid) bukan kedzaliman (yaitu syirik.)
Dan termasuk larangan adlah berbuat zalim terhadap orang lain. Mungkin -di dunia- si pelaku bisa bebas bebuat zalim karena merasa memiliki kekuatan dan kemmapuan. Namun, di akhirat kelak, kekuasaan dan kekuatan secara mutlak hanya milik Allah semata. Dia-lah yang akan menegakkan keadilan dianatara hamba-hambaNya yang berbuat zalim. Yaitu dengan mengurangi pahala amalannya dan dipindah ke amalan pihak yang dizalimi sebagai balasan atas perbuatannya. Dan bila masih kurang, amalan buruk orang yang dizalimi akan berpindah padanya. Sungguh betapa gelap perasaannya disaat hal itu terjadi. Na’udzubillah min dzalik.
Dan termasuk larangan adalah perbuata zalim seorang hamba terhadap dirinya sendiri yaitu dengan mengerjakan ma’siat dan meninggalkan ketaatan. Dia lebih memilih kesenangan dunia yang sesaat ketimbang nikmat akhirat yang haqiqi nan abadi. Sungguh merugi orang seperti ini.
Dan termasuk larangan adalah perbuatan zhalim seorang hamba terhadap dirinya sendiri yaitu dengan mengerjakan maksiat dan meninggalkan ketaatan. Dia lebih memilih kesenangan dunia yang sesaat ketimbang nikmat akhirat yang hakiki nan abadi. Sungguh merugi orang seperti ini.
Ketahuilah bahwa orang yang berbuat zhalim sudah dihukum oleh Allah di dunia dengan kegelapan yang hakiki. Yaitu kegelapan hati yang membuat hati itu buta, dimana ia melihat perkara yang mungkar menjadi ma'ruf, yang ma'ruf menjadi mungkar, tidak menerima nasehat, tidak bisa mengambil manfaat dari petunjuk Allah & Rasul-Nya.
Oleh karenanya, waspadalah terhadap perbuatan zhalim sekecil apapun, baik yang terkait hak Allah, hak makhluk, atau bahkan terkait dengan diri sendiri. Jangan sampai kegelapan meliputi kehidupan kita.
Ust Ridwan Arifin -Mahasiswa UIM semester akhir- @Program Jodoh

0 comments:
Post a Comment