Faidah Hadits ke-35
๐ PROGRAM JODOH ๐
Transkrip Audio Hadits 3⃣5⃣
๐ฃ Ustadz Fathul Ulum Lc
๐ Transkrip Hadits 35| Ciri-ciri Orang Munafik
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/0gikv77dv8rk26e/Fawaid%20hadits%2035.mp3?dl=0
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐ HADITS 3⃣5⃣
Bismillah, Alhamdulillah nahmaduhu wanasta'iinuhu wanastaghfiruhu Wana'udzubiillah minsyurruri 'anfusinaa wasayyi'ati 'amaalinnaa. Manyahdihillahu fala mudhillalah Wa man yudhlilhu fala haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh, shallahu 'alaihi wa'ala alihi waashhabihi waman wala wasallama tasliman katsira, 'amma ba'ad.
ูุฏ ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ุขูุฉ ุงูู ูุงูู ุซูุงุซ ุฅุฐุง ุญุฏุซ ูุฐุจ ูุฅุฐุง ูุนุฏ ุฃุฎูู ูุฅุฐุง ุงุฆุชู ู ุฎุงู
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda :
๐ "Tanda orang munafik ada tiga, jika dia berbicara dia berdusta, jika dia berjanji dia menyelisihi, dan jika dia diberi amanat maka dia khianat."
๐ Ini hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dan Imam Muslim didalam kedua shahihnya dan juga pada Imam dari hadits yang lain, yang merupakan hadits yang agung, yang penting sekali yang menunjukkan tentang perkara yang wajib dijauhi oleh setiap muslim yaitu nifaq (kemunafikan) yang mana Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam menjelaskan bahwa tanda orang munafik ada tiga, jika dia berbicara dia berdusta, jika dia berjanji dia menyelisihi, dan jika dia diberi amanat maka dia khianat.
Dan nifaq ini dari kata "nafaqa" yaitu ketika seorang membuat lubang yang ada di dalam atau kata "yafqo narbo", binatang yarbo yang dia membuat lubang di dalam kemudian keluar dari ujung yang lain.
Yang dari sinilah maka diambil kata nifaq bahwa artinya ketika seorang menampakkan keislaman, menampakkan keimanan padahal dia kafir kepada Allah azza wajala. Yang ini merupakan perkara yang sangat berbahaya yaitu nifaq yang Allah Subhanahu wata'ala telah mengancam pelakunya akan dimasukkan di kerak yang paling bawah di neraka.
๐ Allah azza wajala berfirman :
ุงู ุงูู ููููู ูู ุงูุฏุฑู ุงูุงุณูู ู ู ุงููุงุฑ
"Orang-orang munafik berada di bagian terbawah, kerak terbawah dari neraka." (QS. An-Nisa: 165)
Yang ini cukup menunjukkan tentang bahaya orang munafik yang mereka lebih jelek dibandingkan orang-orang kafir asli, yang nampak kekafiran mereka, orang munafik menipu.
Mereka telah menipu Allah dan menipu yang beriman, padahal Allah tidak mungkin ditipu.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam dalam hadits yang muttafaq'alaihi, yang disifati keshahihannya ini menyatakan bahwa ada tanda kenifaqan yang ini bukan merupakan batasan. Karena ada dari hadits yang lain. Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda "ada empat perkara yang jika empat-empatnya ada pada seorang maka dia munafiq dimasukkan yang tiga ini, dan kemudian menambah yang keempat yaitu ketika dia berselisih maka dia curang. Maka ini adalah 4 dari tanda kemunafikan yang disebutkan dalam hadits ada tiga yaitu:
Ketika dia berbicara berdusta, karena sesungguhnya orang yang beriman, dia akan berupaya untuk jujur, jujur pada Allah azza wa jala, jujur dalam keimanannya bahwa dia betul-betul mencintai Allah dan rasulNya, dan jujur di dalam seluruh kehidupannya maka jika berkurang keimanannya, jika dia tidak jujur menunjukkan kurang dari keimannya.
Kalau kebiasaannya berdusta maka khawatirkan adalah tanda kenifaqan pada dirinya.
Jika dia berjanji maka dia menyelisihi, yang menjadikan hal itu menyelisihi dari pada yang dia janjikan, maksudnya dia dari awal sudah berkeinginan untuk menyelisihi dari janji tersebut.
Adapun ketika seorang berjanji kemudian berazzam, berkeinginan kuat untuk menepati, kemudian berhalangan untuk memenuhi janji-janji itu maka ini tidak dosa baginya.
Adapun dari awal dia sudah meniatkan menyelisihi janji itu, tanda kenifaqan yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam.
Ketika diberi amanah maka dia berkhianat, ini jelas merupakan bukan sifat orang mu'min karena sifat seorang mu'min adalah menunaikan amanat yang diberikan Allah azza wa jala kepada dirinya.
Allah berfirman:
ุงู ุงููู ูุฃู ุฑูู ุฃู ุชุคุฏูุง ุงูุฃู ูุช ุฅูู ุฃูููุง
"Allah memerintahkan kepada kalian agar menunaikan amanah kepada ahlinya"
Ketika seseorang memiliki sifat tidak amanah maka merupakan sifat kenifakan, yang kita berlindung pada Allah dari sifat-sifat ini.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam mengkhususkan tiga ini, meskipun banyak yang lain dari sifat kenifakan, karena ketiga ini mengandung menyelisihi berbeda-beda dari ucapan perbuatan dan niat, yang ini merupakan pokok-pokok dari agama.
Maka dalam hadits ini Rasulullah menjelaskan rusaknya ucapan dengan seorang pendusta itu adalah tanda rusaknya dari agamanya.
Kemudian yang kedua rusaknya dari perbuatannya dengan dia berkhianat, kemudian rusaknya niatnya dengan dia menyelisihi janji, dalam hatinya dia hendak menyelisihi janji yang dia ucapkan yang ini merupakan perkara-perkara yang berbeda antara yang nampak dengan yang tidak nampak, disini maka disebutnya sifat dari kenifaqan.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, maka hadits ini menunjukkan pada kita tentang sifat-sifat nifaq yang wajib kita jauhi, yaitu ketika berbicara berdusta, ketika berjanji mengingkari, dan ketika diberi amanah maka berkhianat.
Dan nifaq dahulunya tidak ada dalam islam, ketika di makkah tidak ada nifaq, kaum mu'minin dalam kondisi terdesak, dalam kondisi mereka minoritas, dan muncul nifaq disebutkan oleh para ulama terjadi pada jaman Shallahu'alaihi wassalam sesudah perang badar.
๐Takkala banyak dari pembesar quraisy terbunuh perang badar jadilah kemenangan bagi kaum muslimin, yang mereka mendapatkan izzah waktu itu, maka orang munafiq mereka takut pada kaum muslimin, sehingga mereka berpura-pura masuk islam, padahal sesungguhnya mereka kafir pada Allah azza wa jala.
Mereka tampakkan pada kaum muslimin, padahal mereka adalah orang-orang yang mengingkari dan kafir kepada Allah azza wa jala.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam mengkabarkan hadits ini karena dua perkara:
Hendaknya kita menjauhi sifat-sifat tercela ini karena sifat-sifat ini termasuk tanda-tanda kenifaqan yang ketika sangat terbiasa nifaq amaliy, perbuatan nifaq ini, dikhawatirkan akan menuju pada nifaq intiqodih, yaitu nifah dalam aqidah yaitu menyakini sebagaimana aqidah kaum munafiqin yaitu menyakini kekafiran dan menampakkan keislaman.
๐Agar kita waspada dari orang yang memiliki sifat-sifat ini, agar kita mengetahui ini munafiq agar kita berdaya dengan orang-orang yang memiliki sifat-sifat ini karena dikhawatirkan akan membahayakan kita, membahayakan kaum muslimin. Agar kita berhati-hati dalam bermuamalah dengannya, tidak mudah percaya, tidak menyerahkan perkara-perkara penting yang mashlahat umum kepada dia, karena dia orang yang tidak pantas untuk diberi amanah dan juga tidak pantas diberi kepercayaan.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, inilah yang merupakan faedah dalam hadits ini, semoga Allah Subhanahu wata'ala memberikan taufik kepada kita, untuk menjauhi sifat-sifat kenifakan dan semoga menjauhi kita dari makar-makar kaum munafikin dan Allah membeberkan aib mereka, dan melindungi kaum muslimin dari seluruh makar-makar kaum munafikin.
๐ Wallahu'alam bishshowab.
Shallahu'alaihi Muhammad wa 'ala alihi wassalam.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduala illa ha illa anta astaghfiruka waatubuilaik.
Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh
✒ Tim Transkrip Audio
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp ๐ฑ :
+6281808194040
Transkrip Audio Hadits 3⃣5⃣
๐ฃ Ustadz Fathul Ulum Lc
๐ Transkrip Hadits 35| Ciri-ciri Orang Munafik
⬇ Download Audio
https://www.dropbox.com/s/0gikv77dv8rk26e/Fawaid%20hadits%2035.mp3?dl=0
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐ HADITS 3⃣5⃣
Bismillah, Alhamdulillah nahmaduhu wanasta'iinuhu wanastaghfiruhu Wana'udzubiillah minsyurruri 'anfusinaa wasayyi'ati 'amaalinnaa. Manyahdihillahu fala mudhillalah Wa man yudhlilhu fala haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh, shallahu 'alaihi wa'ala alihi waashhabihi waman wala wasallama tasliman katsira, 'amma ba'ad.
ูุฏ ูุงู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ุขูุฉ ุงูู ูุงูู ุซูุงุซ ุฅุฐุง ุญุฏุซ ูุฐุจ ูุฅุฐุง ูุนุฏ ุฃุฎูู ูุฅุฐุง ุงุฆุชู ู ุฎุงู
Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda :
๐ "Tanda orang munafik ada tiga, jika dia berbicara dia berdusta, jika dia berjanji dia menyelisihi, dan jika dia diberi amanat maka dia khianat."
๐ Ini hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dan Imam Muslim didalam kedua shahihnya dan juga pada Imam dari hadits yang lain, yang merupakan hadits yang agung, yang penting sekali yang menunjukkan tentang perkara yang wajib dijauhi oleh setiap muslim yaitu nifaq (kemunafikan) yang mana Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam menjelaskan bahwa tanda orang munafik ada tiga, jika dia berbicara dia berdusta, jika dia berjanji dia menyelisihi, dan jika dia diberi amanat maka dia khianat.
Dan nifaq ini dari kata "nafaqa" yaitu ketika seorang membuat lubang yang ada di dalam atau kata "yafqo narbo", binatang yarbo yang dia membuat lubang di dalam kemudian keluar dari ujung yang lain.
Yang dari sinilah maka diambil kata nifaq bahwa artinya ketika seorang menampakkan keislaman, menampakkan keimanan padahal dia kafir kepada Allah azza wajala. Yang ini merupakan perkara yang sangat berbahaya yaitu nifaq yang Allah Subhanahu wata'ala telah mengancam pelakunya akan dimasukkan di kerak yang paling bawah di neraka.
๐ Allah azza wajala berfirman :
ุงู ุงูู ููููู ูู ุงูุฏุฑู ุงูุงุณูู ู ู ุงููุงุฑ
"Orang-orang munafik berada di bagian terbawah, kerak terbawah dari neraka." (QS. An-Nisa: 165)
Yang ini cukup menunjukkan tentang bahaya orang munafik yang mereka lebih jelek dibandingkan orang-orang kafir asli, yang nampak kekafiran mereka, orang munafik menipu.
Mereka telah menipu Allah dan menipu yang beriman, padahal Allah tidak mungkin ditipu.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam dalam hadits yang muttafaq'alaihi, yang disifati keshahihannya ini menyatakan bahwa ada tanda kenifaqan yang ini bukan merupakan batasan. Karena ada dari hadits yang lain. Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam bersabda "ada empat perkara yang jika empat-empatnya ada pada seorang maka dia munafiq dimasukkan yang tiga ini, dan kemudian menambah yang keempat yaitu ketika dia berselisih maka dia curang. Maka ini adalah 4 dari tanda kemunafikan yang disebutkan dalam hadits ada tiga yaitu:
Ketika dia berbicara berdusta, karena sesungguhnya orang yang beriman, dia akan berupaya untuk jujur, jujur pada Allah azza wa jala, jujur dalam keimanannya bahwa dia betul-betul mencintai Allah dan rasulNya, dan jujur di dalam seluruh kehidupannya maka jika berkurang keimanannya, jika dia tidak jujur menunjukkan kurang dari keimannya.
Kalau kebiasaannya berdusta maka khawatirkan adalah tanda kenifaqan pada dirinya.
Jika dia berjanji maka dia menyelisihi, yang menjadikan hal itu menyelisihi dari pada yang dia janjikan, maksudnya dia dari awal sudah berkeinginan untuk menyelisihi dari janji tersebut.
Adapun ketika seorang berjanji kemudian berazzam, berkeinginan kuat untuk menepati, kemudian berhalangan untuk memenuhi janji-janji itu maka ini tidak dosa baginya.
Adapun dari awal dia sudah meniatkan menyelisihi janji itu, tanda kenifaqan yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam.
Ketika diberi amanah maka dia berkhianat, ini jelas merupakan bukan sifat orang mu'min karena sifat seorang mu'min adalah menunaikan amanat yang diberikan Allah azza wa jala kepada dirinya.
Allah berfirman:
ุงู ุงููู ูุฃู ุฑูู ุฃู ุชุคุฏูุง ุงูุฃู ูุช ุฅูู ุฃูููุง
"Allah memerintahkan kepada kalian agar menunaikan amanah kepada ahlinya"
Ketika seseorang memiliki sifat tidak amanah maka merupakan sifat kenifakan, yang kita berlindung pada Allah dari sifat-sifat ini.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam mengkhususkan tiga ini, meskipun banyak yang lain dari sifat kenifakan, karena ketiga ini mengandung menyelisihi berbeda-beda dari ucapan perbuatan dan niat, yang ini merupakan pokok-pokok dari agama.
Maka dalam hadits ini Rasulullah menjelaskan rusaknya ucapan dengan seorang pendusta itu adalah tanda rusaknya dari agamanya.
Kemudian yang kedua rusaknya dari perbuatannya dengan dia berkhianat, kemudian rusaknya niatnya dengan dia menyelisihi janji, dalam hatinya dia hendak menyelisihi janji yang dia ucapkan yang ini merupakan perkara-perkara yang berbeda antara yang nampak dengan yang tidak nampak, disini maka disebutnya sifat dari kenifaqan.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, maka hadits ini menunjukkan pada kita tentang sifat-sifat nifaq yang wajib kita jauhi, yaitu ketika berbicara berdusta, ketika berjanji mengingkari, dan ketika diberi amanah maka berkhianat.
Dan nifaq dahulunya tidak ada dalam islam, ketika di makkah tidak ada nifaq, kaum mu'minin dalam kondisi terdesak, dalam kondisi mereka minoritas, dan muncul nifaq disebutkan oleh para ulama terjadi pada jaman Shallahu'alaihi wassalam sesudah perang badar.
๐Takkala banyak dari pembesar quraisy terbunuh perang badar jadilah kemenangan bagi kaum muslimin, yang mereka mendapatkan izzah waktu itu, maka orang munafiq mereka takut pada kaum muslimin, sehingga mereka berpura-pura masuk islam, padahal sesungguhnya mereka kafir pada Allah azza wa jala.
Mereka tampakkan pada kaum muslimin, padahal mereka adalah orang-orang yang mengingkari dan kafir kepada Allah azza wa jala.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam mengkabarkan hadits ini karena dua perkara:
Hendaknya kita menjauhi sifat-sifat tercela ini karena sifat-sifat ini termasuk tanda-tanda kenifaqan yang ketika sangat terbiasa nifaq amaliy, perbuatan nifaq ini, dikhawatirkan akan menuju pada nifaq intiqodih, yaitu nifah dalam aqidah yaitu menyakini sebagaimana aqidah kaum munafiqin yaitu menyakini kekafiran dan menampakkan keislaman.
๐Agar kita waspada dari orang yang memiliki sifat-sifat ini, agar kita mengetahui ini munafiq agar kita berdaya dengan orang-orang yang memiliki sifat-sifat ini karena dikhawatirkan akan membahayakan kita, membahayakan kaum muslimin. Agar kita berhati-hati dalam bermuamalah dengannya, tidak mudah percaya, tidak menyerahkan perkara-perkara penting yang mashlahat umum kepada dia, karena dia orang yang tidak pantas untuk diberi amanah dan juga tidak pantas diberi kepercayaan.
๐ Kaum mu'minin yang dirahmati Allah azza wa jala, inilah yang merupakan faedah dalam hadits ini, semoga Allah Subhanahu wata'ala memberikan taufik kepada kita, untuk menjauhi sifat-sifat kenifakan dan semoga menjauhi kita dari makar-makar kaum munafikin dan Allah membeberkan aib mereka, dan melindungi kaum muslimin dari seluruh makar-makar kaum munafikin.
๐ Wallahu'alam bishshowab.
Shallahu'alaihi Muhammad wa 'ala alihi wassalam.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduala illa ha illa anta astaghfiruka waatubuilaik.
Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh
✒ Tim Transkrip Audio
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui WhatsApp ๐ฑ :
+6281808194040
0 comments:
Post a Comment